Chakim & Andrhea

Chakim & Andrhea
Prolog



Pengenalan karakter dan cerita


Andrhea ammiru tamami


Remaja cantik nan manis bernama Andrhea, biasa di panggil dengan Rhea, adalah putri kedua dari Ayah Ammiru dan bunda Anjani.


Andrhea merupakan murid di salah satu SMA ternama dan populer di kota tempatnya tinggal . Rhea masih duduk di bangku kelas 11 MIPA 1.


Rhea salah satu murid kebanggaan di sekolahnya, karena prestasinya.


Walaupun terlahir dari keluarga yang berada dan memiliki semua fasilitas yang dia mau, tak membuat seorang Rhea mempunyai sifat sombong dan angkuh.


Orang tua Rhea mendidik putra putrinya dengan sangat baik. Meskipun Ayah Ammiru sangat menyayangi kedua anaknya, bukan berarti beliau memanjakan nya dengan menuruti semua keinginan mereka.


Dengan didikan yang baik dari kedua orang tua, menjadikan sosok Rhea menjadi gadis yang baik hati dan suka menolong kepada sesama.


" Pakailah apa yang kalian butuhkan dan janganlah kalian memakai sesuai dengan apa yang kalian inginkan ".


Kalimat itu yang sering di ucapkan oleh bunda Anjani kepada putra putrinya.


Rhea memilki seorang kakak lelaki yang bernama Andra ammiru tamami. Selisih umur Rhea dan Andra 5 tahun. Kini Andra telah kuliah di Singapura mengambil jurusan kedokteran.


Karena menjadi Dokter merupakan cita-cita Andra sejak dahulu. Kini Andra tengah menjalani koasnya di salah satu Rumah Sakit ternama dan terbesar di Singapura.


Sedangkan Rhea sendiri memiliki cita-cita yang sangat unik, Yaitu ingin menjadi seorang penari. Entahlah, dia memiliki ke inginan menjadi seorang penari dari mana ?


Orang tua Rhea tidak mempermasalahkan hoby Rhea yang sangat jauh dari harapan mereka. Yang terpenting bagi mereka adalah melihat senyum ceria dan bahagia putra putri mereka.


Mereka hanya mampu memberi do'a dan semangat pada Andra dan Andrhea dalam meraih mimpi mereka dan mengejar cita-cita mereka, selama itu adalah hal yang positif.


Rhea memilki seorang kekasih, yang bernama Irvan chandra, Irvan dulunya adalah teman masa kecil Andrhea, dari sahabat menjadi pacar, itulah ungkapan yang tepat untuk mereka.


Mereka sudah berpacaran kurang lebih selama 3 tahun, dan itu semenjak mereka masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama tepatnya kelas 9.


Irvan sendiri sangat mendukung hoby dan cita-cita Rhea, Irvan begitu sangat menyayangi dan mencitai Rhea, tidak mungkin kan kalau Irvan tidak benar-benar dan sungguh-sungguh dengan Rhea jika hubungan mereka sudah terjalin begitu lama.


Waktu 3 tahun tidaklah sebentar, banyak cobaan dan rintangan yang mereka lalui demi menguatkan cinta mereka.


Kebahagiaan selalu terpancar dari kedua insan ini, maklum mereka menikmati masa jatuh cinta di usia remaja.


Takdir masih memihak dan membiarkan cinta mereka bersemi subur dalam hati mereka, sebelum terjangan badai dan ombak yang datang tiba-tiba menghantam dan menghancurkan cinta mereka .


.


.


.


BHARATA CHAKIM


Barata Chakim, sebut saja dia Chakim , pemuda tampan dengan tubuh tinggi tegap bak seorang pangeran di dalam sebuah buku cerita atau novel.


Chakim adalah putra tunggal dari Papa Yudha dan Mama Maya . Keluarga Chakim adalah keluarga yang sederhana , Papa Yudha bekerja sebagai Manager pemasaran di perusahaan di tempat beliau bekerja.


Sedangkan Mama Maya , memiliki butik dengan ukuran minimalis , tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar, terkesan lebih sederhana . Beliau mengurus butik tersebut di bantu oleh dua orang perempuan sebagai karyawanya.


Sedangkan Chakim , dia memilih menjadi seorang Angkatan , karena cita-cita nya sejak kecil, Chakim ingin menjadi Anggita angkatan militer .


Setelah mengikuti pendidikan sebagai Akmil kurang lebih selama 5 tahun pendidikan.


Kini Chakim mendapatkan tugas pertamanya , dia di tugaskan di pulau bagian paling barat dari negara Indonesia tepatnya di Pulau Putri , Pulau ini merupakan pulau terluar dari negara Indonesia yang berdekatan dengan negara Singapura dan Malaysia .


Dengan tekad yang kuat dan mental yang tangguh , Chakim pergi meninggalkan kedua orang tuanya demi menggapai cita-citanya.


kini suda hampir 2 tahun Chakim tidak bertemu dengan kedua orang tuanya , akhirnya Chakim meminta surat izin untuk pulang ke kota asalanya , untuk bertemu dengan kedua orang tuanya.


Tepat pukul 19 : 00 pesawat yang di tumpangi Chakim sampai di bandara kota J.


Dengan langkah lebar, Hakim berjalan cepat keluar dari Bandara.


" Aku jadi tidak sabar, melihat ekspresi terkejut dari Papa dan Mama ". Gumam Chakim dalam hatinya .


Karena sangking terburu burunya Chakim tak sengaja menabrak seseorang.


.


Bruuuk....


.


Aw...ringis orang yang tak sengaja dibtabrak oleh Chakim.


" Ma'af saya tidak sengaja , karena saya sedang terburu-buru ". Sesal Chakim pada orang tersebut.


" Tidak masalah , Saya tadi juga kurang berhati-hati pas jalan ". Ucap orang tersebut dengan seulas senyum manisnya.


" Sekali lagi saya minta maaf ". Ucap Chakim dengan tulus.


Orang tersebut hanya mengangguk sembari tersenyum dan pergi begitu saja meninggalkan Chakim.


Chakim menatap kepergian orang tersebut dengan tatapan kagum tanpa berkedip.


" perasaan apa ini ? kenapa tiba-tiba saja jantungku berdetak tidak normal begini ? seperti habis maraton saja "


Gumam Chakim dalam hati dengan masih menatap orang tadi sambil memegangi sebelah dadanya .


.


.


Di lain tempat , Rhea berjalan gusar kekanan dan kekiri menunggu seseorang.


" Dek... ". Panggil Andra.


Rhea pun menoleh ke arah sumber suara , dan dilihatnya sang kakak yang sedang berjalan ke arahnya .


" Kak buruan , Aku ada latihan ngedance sama kak fero bentar lagi ". Seru Rhea sambil menarik lengan sang kakak . Andra pun hanya pasrah saat dirinya di tarik oleh adik satu-satunya itu .


" Haah...naik motor dek ? ". Tanya Andra terkejut , saat Rhea membawanya ke sebuah motor gede yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri .


" Iya kak buruan , kalau naik mobil lama kak , jalanan macet ". Tegas Rhea dengan sambil mengenakan helm di kepalanya .


" Astaga andrheaaa....Kakak capek Rhe , naik pesawat dari Singapura ke Indonesia masak kamu jemputnya pakek motor ". Gerutu Andra kesal dengan menjambak rambutnya sendiri .


" Kalau kakak gak mau ya udah , Rhea tinggal aja nih , kakak naik taksi apa karpet terbang gitu , terserah kakak ajalah ". Ujar Rhea dengan kesal.


" Ck...Ya udah buruan , kakak udah capek banget ini , kamu yang bawa motornya , awas ya jangan kebut - kebutan . Ujar Andra sembari memperingati sang adik .


" Gampang , aman aja kalau sama Rhea mah ". Seru Rhea santai.


Akhirnya Andra pun duduk dengan pasrah di jog belakang boncengan Andrhea , Rhea tersenyum puas melihat ekspresi kesal sang kakak karena ulahnya .


.


.


.


Selamat datang di karya pertama aku , semoga kalian yg baca suka ya sama cerita ini . dan jangan lupa tambahkan ke favorit dulu ya , terimakasih 🙏🙏


Jangan lupa tinggalkan jejak semangat untuk Author ya .