
" Rhe kamu kog enggak bilang-bilang kalau hari ini ada latihan ? ". Tanya Irvan , saat ini Irvan dan Rhea duduk di toko kue tadi setelah insiden tadi yang mengakibatkan jempol kaki Rhea terasa ngilu bila untuk berjalan .
Orang yang tak sengaja di tabrak Rhea tadi adalah Irvan . Irvan awalnya sempat terkejut saat dia mengetahui Rhea berada di toko kue langganannya tersebut .
Namun setelah Rhea menjelaskan , kalau dirinya baru saja dari tempat latihannya ngedance dan mampir untuk membelikan rainbow cake untuk bundanya Irvan mengajaknya sekalian menikmati kue di toko tersebut yang sudah menjadi langganannya .
" Emmm...Iya , tadi setelah jemput kak Andra aku langsung ke tempat latihan , jadi enggak sempet hubungin kamu karena aku buru-buru tadi , maaf ya ". Jawab Rhea dengan memelas.
" Hemm...Ya udah , habisin gih kue nya , setelah ini aku antar kamu pulang ya ". Tanya Irvan . Rhea pun hanya mengangguk pasrah .
Tentu saja Rhea mau di antar pulang oleh Irvan , sekalian malam mingguan pikirnya , bisa romantisan di atas motor sambil teriak-teriak apa ? nggak denger ? karena memakai helm akhirnya duduknya semakin maju dan maju dan akhirnya mepet deh . Baru membayangkannya saja Rhea sudah senyum-senyum sendiri .
" kenapa kamu senyum-senyum gitu ? " . tanya Irvan .
" nggak papa , seneng aja ketemu kamu di sini , jodoh mungkin ya " . Jawab Rhea dengan nada imutnya . Irvan hanya tersenyum dan mengacak puncak kepala Rhea .
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 15 menit , Motor yang di kendarai Rhea dan Irvan sudah memasuki gerbang komplek perumahan , setelah menyapa satpam yang bertugas di depan pintu masuk , Irvan melajukan kembali motor yang dia kendarainya bersama Rhea .
Bruuuuakk.......
Tiba-tiba terdengar suara benturan yang cukup keras , dan Rhea terpelanting jauh dan langsung tak sadarkan diri .
Sedangkan Irvan , dia berusaha mencari keberadaan Rhea dengan kondisi pelipis kanan yang terus mengeluarkan darah .
Sedangkan mobil yang tak sengaja meyerempet motor yang di kendarai Irvan dan Rhea pun berhenti , sang pengendara mobil pun turun dan menolong Irvan yang sudah mulai lemah dan menuntunnya ke arah pinggir jalan .
" Mas tolongin Andrhea , dia tidak sadarkan diri mas , cepat tolong dia mas ". Seru Irvan di setengah kesadarannya yang mulai hilang .
" Astagfirullahal'adzim.....". Seru orang tersebut saat melihat Rhea yang sudah tergeletak tak sadarkan diri .
Orang tersebut langsung menggendong Rhea dan membawanya masuk ke dalam mobil dan di letakkannya duduk di depan di sebelah kursi pengemudi .
" Mas , mas ". Ucap orang pengendara mobil itu memanggil-manggil Irvan , namun sayang Irvan sudah tak sadarkan diri .
Tak menunggu lama si pengendara mobil itu membawa Irvan ke mobil dan membawanya ke Rumah Sakit terdekat .
.
.
.
deeeeeert....deeeeeert....deeeeeert
Getar phonsel mama Maya menghentikan perbincangannya dengan papa Yudha saat sedang bersantai di depan Televisi .
" Ya..Hallo Kim ". Sapa mama Maya.
" Hallo ma , ini Chakim mah ".
" Iya Mamah tau , kenapa ? Nggak dapet somay nya ? ". Tanya mamah Maya.
" Bukan ma , Chakim sekarang di Rumah Sakit , mamah sama papah segera kemari ya ".
" Eh...kog di Rumah Sakit ? ". Tanya Mama Maya heran , Belom selesai bertanya sambungan telfon sudah diputus secara sepihak oleh Chakim .
Papa Yudha yang mendengar percakapan istrinya dan putranya langsung berjingkat terkejut .
" Mah , Chakim kenapa mah ? " . Tanya papa Yudha khawatir.
" Nggak tau pah , tadi Chakim bilang kita di suruh ke Rumah Sakit segera ". Jawab Mama Maya .
" Ayo mah , kita langsung kesana saja , perasaan papa jadi nggak enak begini , papa khawatir terjadi sesuatu sama Chakim mah ." Seru papa Yudha dengan langsung berdiri dan mengambil kunci mobil .
.
.
.
Namun selama itu juga tak seorang pun keluar dari ruangan tersebut . Tak berselang lama datanglah mama Maya dan papa Yudha dengan wajah khawatir nya .
" Chakim , apa yang sebenarnya terjadi ? dan siapa yang sakit nak ? ". Tanya papa yudha .
" Tadi Chakim saat mau pulang , Chakim enggak sengaja nabrak sepeda motor pah ". Jawab Chakim
" Astagfirullohal'adzim ". Seru kedua orang tua Chakim .
" Mereka masih di rawat di dalam mah pah , Chakim nggak tau mau hubungi siapa , Makanya Chakim hubungi papa sama mama , siapa tau papa mama kenal orang yang Chakim tabrak , sepertinya mereka baru masuk ke komplek perumahan kita pa , ma ". Ucap Chakim menjelaskan .
" Tapi kamu nggak kenapa-napa kan nak ?" . Tanya mama Maya khawatir .
" Chakim enggak apa apa kog mah , mama lihat sendiri Chakim baik-baik aja kan ". Jawab Chakim meyakinkan mamanya .
Beberapa saat kemudian seorang Dokter keluar dari ruang UGD , keluarga Chakim pun mendekat dan bertanya kondisi korban yang tak sengaja dibtabrak oleh Chakim .
Dokter tersebut menjelaskan tentang kondisi Rhea dan Irvan , keduanya baik-baik saja , hanya saja Rhea mengalami tulang retak pada bagian bahu sebelah kanan , akibat terpental dan membentur aspal dengan sangat keras .
Setelah menjelaskan kondisi pasiennya , dokter itu pun pergi meninggalkan keluarga pak Yudha .
Tak lama setelah kepergian dokter tadi , Rhea dan Irvan dinpindahkan ke ruang perawatan .
Keluarga pak Yudha mengikuti suster yang membawa Rhea dan Irvan ke ruang perawatan .
" Seperti kenal , tapi siapa ya ". Gumam mama Maya dalam hati , saat mama Maya melihat sekilas wajah Rhea , namun tak begitu jelas karena ada perban yang melingkar di kepala Rhea yang menutupi sebagian keningnya .
" Mah , papa kayak nggak asing dengan wajah remaja ini , tapi siapa ya mah , papa lupa ? ". Tanya papa Yudha .
Mama Maya hanya mengangkat bahu tanda tak mengerti
kini Mama Maya , Chakim dan papa Yudha berada di ruang perawatan Rhea dan Irvan , keluarga pak Yudha
menempatkan mereka berdua satu ruangan agar dapat dengan mudah menjaga dan mengontrol kondisi Rhea dan Irvan .
" Iya pah , mama juga ngerasa kenal , nggak asing wajahnya , tapi siapa ya ? ". Ujar mama Maya.
" ada apa sih mah , pah ?". Tanya Chakim.
" Oh ya Kim , kamu hubungi keluarganya , kasih kabar tentang kondisi mereka , kasian pasti orang tua mereka sekarang khawatir menunggu mereka pulang Kim ". Ucap papa Yudha , tidak memberikan jawaban atas pertanyaan Chakim .
" Iya pah ,barusan suster kasih tas ini , sepertinya ini milik remaja perempuan itu deh pah , coba Chakim lihat , barangkali ada identitas pemiliknya ". Jawab Chakim sambil memperlihatkan tas yang di bawanya sejak tadi .
Setelah mendapat yang Chakim cari , dengan segera Chakim memberi kabar kabar kepada keluarga Andrhea dan juga Irvan .
" gi mana nak ? udah kamu kabarin keluarga mereka ? " . Tanya mama Maya dengan menujuk Andrhea dan Irvan dengan ekor matanya .
" udah mah , bentar lagi mereka kesini , semoga aja semuanya baik-baik aja ya mah , pah " . ujar Chakim khawatir .
" Kamu tenang aja nak , ada mama sama papa di sini , papa yakin keluarga mereka dapat memakluminya , kalau ini murni kecelakaan dan bukan kesengajaan " . tutur papa Yudha menenangkan .
" Semoga aja ya pa " .
.
.
.
~ Jangan lupa tinggalkan jejak semangat untuk Author ya . ~
.