Chakim & Andrhea

Chakim & Andrhea
Pertemun tak terduga



Rhea dan Irvan masih belum juga sadarkan diri , dan belom ada keluarga dari Andrhea maupun keluarga Irvan yang datang . Waktu sudah menunjukkan tengah malam , Chakim melihat beberapa kali mamanya menguap .


" Ma , mama istirahat aja di kursi , nanti kalau ada apa-apa Chakim bangunin " . Ucap Chakim.


Mama Maya mengangguk dan berjalan ke arah sofa yang berukuran sedang yang ada dalam ruangan . Setelah memposisikan tubuhnya dengan nyaman dalam waktu sekejap mama Maya sudah terlelap dalam tidurnya . Beliau begitu lelah dan letih , setelah seharian bekerja di butik dan lanjut mengurus rumah , dan tiba-tiba mendengar kabar Chakim di Rumah Sakit buru-buru mama Maya datang , hingga sampai sekarang beliau baru bisa istirahat .


" pah , istirahat juga , papa pasti juga capek kan ? " . Tanya Chakim .


" papah nggak papa kog nak , papah tau kamu sedang khawatir sekarang ini , kamu tenangin diri kamu dulu , cari kopi di bawah sana , sekalian sama papah juga ya tolong , nanti kalau mereka sadar papah hubungi kamu " . perintah papah Yudha .


" hemm baiklah , papah mau sekalian di bawak in makanan nggak ? " . Tanya Chakim lagi .


" makanan ringan aja , papah udah makan tadi di rumah , camilan aja biar nggak ngantuk " . Jawab papah Yudha.


Chakim keluar dari kamar dan pergi ke kantin , saat tiba di kantin sialnya kantinnya tidak buka 24 jam , jadi sekarang kantinnya tutup. Akhirnya Chakim pergi keluar dari area Rumah Sakit dengan berjalan kaki menelusuri jalan , mencari warung atau minimarket terdekat yang masih buka .


tak jauh Chakim berjalan di melihat ada warung yang bertendakan kain spanduk produk mie instan yang cukup populer , sepertinya spanduk itu sudah cukup lama di buat oleh tukang warung untuk melindungi warungnya dari teriknya panas matahari dan derasnya hujan , terlihat spanduk itu sudah tidak berwarna dan terlihat kotor , namun area sekitar warung sangat bersih , tempatnya juga adem karena terletak di bawah pohon besar yang cukup rindang .


Chakim berjalan cepat melihat warung itu masih buka atau sudah tutup , dan ternyata warung itu masih buka " syukurlah " batin Chakim , ada seorang lelaki yang sedang menonton pertandingan sepak bola di televisi yang ada di warung tersebut .


" mas ada kopi ? " . Tanya Chakim kepada lelaki itu .


" iya , ada mas sebentar ya saya buatkan " . ucap pemilik warung .


" iya mas , sama tolong di bungkusin satu bisa mas ? " . tanya Chakim .


" iya mas bisa , pakek ini ya mas ? " . tanya pemilik warung dengan menunjukkan cup kecil yang terbuat dari mika plastik dan sudah ada tutupnya .


" iya mas nggak papa " . jawab Chakim .


Chakim duduk santai di warung itu sambil menyeruput dikit demi sedikit kopinya , mengecap ngecap merasakan kopinya . mengecap lagi , kepalanya mengangguk-angguk , kemudian mengecap lagi .


Ternyata pemilik warung melihat apa yang di lakukan Chakim . " kenapa mas ? " . tanya si pemilik warung .


" kopinya enak mas " . jawab Chakim tanpa dusta , menurutnya ini kopi ternikmat yang pernah dia rasakan .


" aaah mas baru tahu ya . mas orang baru di sini ? " . tanya si pemilik warung.


" iya mas , saya nunggu saudara yang sakit di Rumah Sakit , lagi nyari kopi ke kantin eeh ternyata kantinnya tutup mas , akhirnya saya berjalan dan nemuin warungnya mas , dan ternyata kopinya enak , mantap mas " . ujar Chakim panjang lebar menjelaskan .


" owalah gitu toh , coba mas sambil makan itu singkong gorengnya , pasti tambah mantep mas " . ujar si pemilik warung dengan mempromosikan jajanannya yang tersedia di warungnya .


Dengan patuh Chakim mengambil satu singkong yang ada di meja , melahap hemm enak batinnya berucap , melahap lagi dan lagi di iringi anggukan kepala yang menandai bahwa dia menikmati singkongnya


" gi mana mas rasanya ?". tanya si pemilik warung.


Chakim mengangkat kedua jempolnya untuk si pemilik warung tersebut .


Setelah puas menikmati kopi dan gorengan di warung itu , Chakim kembali ke Rumah Sakit dengan membawa dua cup kopi yang masih panas dan sebungkus gorengan berbagai macam , ada singkong goreng , pisang goreng , risoles , tahu goreng dengan penuh isian sayur seperti kol dan tauge ada wortelnya juga , dan juga ada singkong yang di parut lembut kemudian di isi gula merah kemudian di goreng .


Sampai di ruangan Chakim melihat papa Yudha duduk bersandar dengan kepala menghadap ke atas .


" pah ini kopi , minum dulu pah biar seger " . ujar Chakim dengan menyerahkan dua cup kopi .


papah Yudha menerimanya dan langsung meminum dan makan apa yang sudah di belikan oleh Chakim tadi . Tanpa mereka sadari Irvan sudah sadar , dan berusaha untuk bangun dan duduk . Saat berusaha bangun tiba-tiba saja kepalanya berdenyut nyeri dan sakit yang dia rasa hingga Irvan mencengkeram kepalanya erat-erat .


"Saya tidak apa-apa om , saya mau duduk saja ". Sahut Irvan masih lemah .


Irvan pun duduk di bantu dengan Chakim. " Kamu baik-baik saja ? ". Tanya Chakim khawatir.


Irvan hanya menggangguk lemah , kemudian Irvan memandang brankar di sampingnya , dan nampak Rhea yang masih terlihat lemah dan belum sadarkan diri .


Chakim juga melihat arah pandang Irvan , Chakim memperhatikan dengan seksama wajah Rhea yang masih di tutupi perban di sebagian keningnya dan beberapa luka lebam pada pipi dan dagunya.


" Bagaimana dengan keadaan Rhea kak ? ". Tanya Irvan .


" Tulang punggung bagian belakangnya retak , selain itu tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi , dia baik-baik saja , saya benar benar meminta maaf atas segala kelalaian saya yang mengakibatkan kalian seperti ini ". Ucap Chakim bersalah .


" Ini musibah kak, tidak ada yang mampu menghindari segala sesuatu yang sudah di takdirkan oleh Alloh ". Jawab Irvan bijak .


Chakim pun tersenyum bangga mendengar jawaban Irvan .


Tak berselang lama pintu ruangan terbuka , dan masuklah beberapa orang yakni Ayah Amiru , bunda Anjani dan juga Andra beserta dokter .


Keluarga Ayah Amiru pun mendekat ke arah Irvan .


"Bagaimana ke adaan kamu van ? ". Tanya bunda Anjani dengan membelai kepala Irvan .


" Saya baik-baik saja bunda , tapi maaf, saya tidak bisa mejaga Andrhea dengan baik bunda ". Ujar Irvan sendu .


Seketika bunda Anjani , ayah Amiru dan Andra melihat ke arah Rhea yang masih tertidur pulas .


Bunda Anjani mendekat ke arah brankar Rhea di ikuti ayah Amiru dan juga Andra . Seketika bunda Anjani meneteskan air mata , Andra pun turut sedih melihat kondisi adiknya yang terbaring lemah dengan beberapa luka di wajahnya .


Andra membelai kepala adiknya dengan sayang , disaat yang bersamaan seorang dokter yang datang bersamanya memintanya minggir sebentar karena dia akan memeriksa Andrhea .


" Maaf mas Andra , saya periksa dulu nona Andrhea nya " . pinta dokter itu sopan .


Andra pun menggeser tubuhnya , dan membiarkan dokter itu memeriksa keadaan Andrhea .


Berbeda dengan yang lain , ketika semua orang khawatir dengan keadaan Andrhea , Chakim malah memegangi dadanya yang tiba-tiba kinerja jantungnya tidak normal , jantungnya berdetak lebih cepat . Chakim melihat dokter yang memeriksa keadaan Andrhea dengan seksama .


" itukan , wanita itu , takdir apa ya Tuhan , apa ini sebuah petunjuk darimu" . Hati Chakim membatin .


" bagaimana Shan keadaan adik gue ? " . tanya Andra setelah dokter tersebut selesai memeriksa Andrhea .


" nona Andrhea baik-baik saja mas , sepertinya dia terlelap tertidur karena pengaruh obat " . jelas dokter tersebut .


Semua orang tampak lega dengan kabar tersebut .


" ada apa ini kog ramai-ramai ? " . tanya mama Maya bingung saat bangun tiba-tiba di ruangan sudah banyak orang . Lantas saja pandangan semua orang tertuju pada mama Maya .


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak semangat buat Author ya .