
Shanti menginap semalam di rumah Chakim , saat pagi menjelang Chakim mengatakan kepada mama dan papanya jika dirinya akan menemui orang tua Shanti setelah sarapan nanti .
Mama Maya sangat antusias saat mendengar ucapan Chakim , mama Maya terus saja berdoa jika nanti Chakim menemui orang tua Shanti dan pulang akan membawa kabar bahagia .
Shanti sendiri masih bimbang akan keputusannya nanti , tapi dia juga merasa harus memberikan Chakim kesempatan , dan setelah itu dia akan mengikuti saja alur cerita takdirnya .
Jika kedua orang tuanya menyetujui dan merestui Chakim , maka dia akan mengikuti keinginan kedua orang tuanya . Meski masih banyak impian yang harus dia kejar dan di raihnya , namun mengingat usianya yang sudah pantas untuk membina rumah tangga membuatnya berfikir ulang .
Shanti hanya berharap jika nanti setelah menikah dengan Chakim , dia akan tetap di izinkan untuk menjadi dokter dan menjadi tim anggota medis jika di tugaskan di luar rumah sakit .
Seusai sarapan , Chakim dan Shanti bersiap untuk pergi kerumah orang tua Shanti . Mama Maya menyiapkan buah tangan berupa kue brownies coklat untuk kedua orang tua Shanti .
Selama dalam perjalanan Chakim tidak terlalu terlihat tegang , dia menyanyi menirukan alunan musik dari radio yang terputar di dalam mobilnya .
" kamu enggak deg deg gan ?". tanya shanti yang melihat Chakim seperti biasa saja . Biasanya seseorang akan terlihat tegang saat akan menemui orang yang akan di mintainya restu untuk meminang putrinya .
Tapi Chakim terlihat begitu tenang, hingga Shanti melihat senyum bahagia yang tak pernah pudar dari bibir Chakim .
" tegang sih , bingung juga ". jawab Chakim tersenyum melihat sekilas ke arah Shanti .
" masa ?". tanya shanti dengan mata memicing curiga .
" iya bener , niih buktinya". balas Chakim dengan menarik tangan Shanti yang ada di pangkuan untuk menyentuh dadanya tepat di jantung untuk merasakan detak jantung Chakim yang memang berdetak lebih cepat dan tidak seperti umunya .
" tapi kamu keliatan baiasa-biasa aja gitu ?". tanya shanti yang masih meragukan sikap Chakim yang biasa saja .
Chakim menghela nafasnya kasar , melirik Shanti sebentar kemudian kembali fokus pada jalan yang di laluinya .
" jawab Chakim ". ucap Shanti lagi saat tidak ada jawaban dari kekasihnya yang malah seakan cuek dengan rasa penasarannya.
" aku udah jawabkan tadi , kamunya enggak percaya , udah aku kasih pegang dada aku , kalau aku beneran deg degan , kamu tetep gak percaya , terus aku harus gimana sayang ". jawab Chakim yang bingung dengan sikap Shanti , meski begitu nada bicaranya masih lembut , tidak ada nada kesal saat Chakim mengatakannya .
Shanti yang sadar jika sikapnya memang seperti orang plin plan itu hanya tersenyum manis dengan rasa sedikit bersalah .
" habisnya perkataan kamu sama sikap kamu itu enggak sama , maafin aku ya ". ucap Shanti yang merasa bersalah .
Chakim mengangguk dan membelai rambut Shanti pelan nenjawab permintaan maaf Shanti .
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih satu setengah jam , akhirnya mobil Chakim memasuki pekarangan rumah Shanti .
Rumah mewah dangan satu lantai , rumah yang di dominasi dengan cat warna biru muda itu terlihat sangat asri , dengan beberapa pohon buah mangga apel yang sudah berbuah lebat di depan dan di samping rumah itu , ada perempuan paruh baya yang sedang memetik mangga di samping rumah .
Saat melihat mobil Chakim memasuki area pekarangan rumah tuannya, perempuan paruh baya itu mendekat , dengan langkah pelan dan celingukan mengintip siapakah penumpang di dalam mobil itu yang baru pertama kali ini dia melihatnya.
" mbok ". seru Shanti pada perempuan paruh baya itu .
" eh neng Shanti , mashalloh neng , mbok kira siapa ". ucap perempuan paruh baya itu mendekap Shanti dalam pelukannya saat Shanti sudah dekat dengannya .
" iya mbok , bareng sama temen ". jawab Shanti .
" temen neng ?". tanya perempuan paruh baya itu .
" heem mbok , ganteng lagi ". jawab Shanti berbisik di telinga perempuan itu .
Perempuan paruh baya itu sedikit terkejut dan melengok Chakim yang berdiri di dekat mobil dan sedang menatap kearahnya.
" siapa neng ?". tanya perempuan paruh baya itu , setelah melihat Chakim berulang kali .
" aku kenalin ya mbok sama dia ". ucap Shanti yang dengan perlahan menggandeng perempuan paruh baya itu berjalan mendekati Chakim .
Chakim yang melihat dua perempuan berbeda usia itu berjalan kearahnya , dengan segera Chakim juga berjalan mendekat kearah dua perempuan itu .
Belum sampai Shanti mengenalkan Chakim pada perempuan paruh baya itu , Chakim terlebih dahulu mengulurkan tangannya menarik tangan kanan perempuan paruh baya itu .
" saya Chakim mbok , temennya dokter Shanti ". ucap Chakim setelah mencium punggung tangan perempuan paruh baya itu .
" ganteng kamu nak , ayok silakan masuk biar si mbok siapin minuman ". ucap perempuan paruh baya itu yang terlihat sangat senang bertemu dengan Chakim.
Shanti mengajak Chakim masuk kerumahnya untuk menemui orang tuanya .
Sebelum masuk kedalam rumah , Chakim mengehela nafas kasar membuang kegugupannya .
Shanti dan Chakim mengucapkan salam . Tak lama keluar perempuan berhijab yang masih terlihat bugar di usianya , dan terlihat sangat anggun dan cantik dengan gamis yang di pakainya .
Di lihat dari paras wajahnya terlihat persis seperti Shanti , Chakim sudah dapat menebak jika perempuan itu adalah ibunya Shanti .
" wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarokatuhu , nak ". seru perempuan itu dan berpelukan sebentar dengan Shanti .
" mama baik ?". tanya Shanti pada mamanya sambil berjalan keruang tamu , dan Chakim berjalan mengekori kedua perempuan itu .
" Alhamdulillah mama , papa , Reyhan baik semua nak , bagaimana denganmu ?". tanya balik mamanya Shanti .
" Alhamdulillah ma Shanti baik juga , makasih ma do'anya ". jawab Shanti memeluk mamanya dari samping .
" oh iya ma , Shanti bawa temen ". ujar Shanti mengehntikan langkahnya , dan berbalik kebelakang meminta Chakim memperkenalkan dirinya pada mamanya .
" saya Chakim tante". ucap Chakim menyalami mamanya Shanti .
" hemm iya salam kenal ya nak Chakim , mari silahkan duduk ". jawab mamanya Shanti mempersilahkan Chakim duduk saat sudah sampai di ruang tamu .
" kalian duduk sebentar ya , saya panggil papanya Shanti dulu ". ucap mamanya Shanti .
" ma , biar Shanti aja yang manggil , mama temenin Chakim di sini aja ya ". tawar Shanti .
" ya udah kamu panggil gih papa kamu di ruang kerja ". perintah mamanya Shanti .
Shanti berjalan cepat meninggalkan Chakim dan mamanya di ruang tamu .