
Setelah di bujuk oleh Andra , akhirnya Rhea mau masuk sekolah , dan hari ini hari pertama Rhea masuk sekolah .
Bibi Yuan begitu senang , seakan dia mempunyai anak sendiri , sejak bagi bibi Yuan di sibukkan dengan membuat sarapan untuk Rhea dan bekal makan siang Rhea nanti di sekolah .
Dengan senyuman bahagia yang tak pernah pudar dari wajahnya bibi Yuan membuat begitu banyak menu sarapan pagi ini , membuat suaminya terheran .
" sayang ada apa ini , kenapa masak banyak sekali ?". tanya suami bibi Yuan yang baru datang ke meja makan , dan melihat begitu banyak lauk di atas meja .
" iya sayang , kan hari ini Rhea mau masuk sekolah , jadi aku siapain banyak makanan biar Rhea semangat sekolahnya ". jawab bibi Yuan dengan gembira .
" owh baguslah kalau begitu , nanti Rhea bisa bareng aku sekalian ke kantor ". ucap suami bibi Yuan .
" terimakasih sayang , tapi untuk hari ini aku yang akan anter Rhea langsung kesekolah , aku mau kayak orang-orang sayang yang nganter anaknya kesekolah ". jawab bibi Yuan dengan senyuman , namun senyuman itu di sertai rasa kesedihan .
Tidak memiliki keturunan bukanlah keinginan dan pilihannya , itu semua sudah takdir dari sang maha pencipta , kesedihan selalu menghampirinya jika teringat masa-masa sulit saat dirinya mengharuskan menjalani operasi penganggkatan rahim , namun kasih sayang dan dorongan semangat menjalani hidup dari suaminya membuat bibi Yuan bisa menghadapi semua ujian itu , kasih sayang dari suaminya yang tetap mau menerima dirinya meski tahu jika dirinya tidak akan pernah bisa memberinya keturunan adalah suatu hal yang cukup mahal yang saat ini dia miliki .
Tak lama Rhea turun dari tangga dengan sudah memakai seragam lengkap . Senyum di bibir bibi yuan semakin merekah saat melihat Rhea yang sudah siap untuk kesekolah . Salah satu impiannya kini terwujud .
" pagi sayang , cantik banget sih ponakan bibi ". sapa bibi Yuan dengan girang .
" pagi bibi , pagi paman " . Rhea menyapa bibi dan pamannya .
" ayok sayang kita sarapan , kamu harus sarapan yang banyak ya , bibi udah siapin banyak lauk buat kamu " . heboh bibi Yuan dengan menarik kursi untuk Rhea .
" iya bi , makasih ya udah bekerja keras buat Rhea ". ucap Rhea dengan tulus .
" iya sayang , bibi seneng banget kok bisa nyiapin sarapan buat kamu , nanti kamu mau makan apa bilang bibi ya , nanti bibi buatin ". ucap bibi dengan mengambilkan nasi dan beberapa lauk kepiring dan menyerahkannya pada Rhea .
Rhea merasa beruntung , dia di kelilingi orang-orang yang baik dan sayang kepadanya . Rhea akan selalu bersyukur karena dia selalu di bahagiakan oleh orang lain yang ada di sekitarnya .
Bibi Yuan dengan semangat mengantar Rhea ke sekolah baru Rhea , Rhea awalnya sedikit risih dengan tatapan para siswa siswi lainsaat dirinya memasuki area sekolah .
Bibi Yuan yang melihat raut wajah Rhea yang tidak nyaman dengan sikap anak-anak lainnya padanya memberi ketenangan dan semangat dengan merngkul bahu Rhea .
" enggak papa kok sayang , namanya juga anak baru , ya pasti jadi sorotan " . begitulah ucap bibi Yuan menenangkan .
Rhea mengangguk dan tersenyum pada bibinya .
Sampai di depan kantor kepala sekolah , bibi menyerahkan dan menitipkan Rhea kepada pihak sekolah , setelah selesai bibi Yuan berpamitan pulang .
Rhea berdiri di depan kelas saat guru wali kelas mengenalkannya pada calon teman-temannya .
Sambutan dari beberapa teman sekelasnya begitu baik , namun Rhea masih canggung tetapi hal itu sudah biasa . Rhea akan belajar dan beradaptasi dengan cepat dengan mereka .
Setelah mengenalkan Rhea , guru wali kelas pergi dan di gantikan oleh guru pengajar di jam tersebut .
" Hay , aku aldita ". sapa teman sebangku Rhea .
" Hay aldita , aku Rhea ". jawab sapaan Rhea dengan menyambut uluran tangan aldita .
Teman pertama Rhea , Aldita , cewek humoris , cerdas dan mudah sekali akrab dengan lingkungan dan orang-orang baru , mempermudah Rhea untuk memiliki seorang teman karena sifat aldita yang welcome .
Jam istirahat pertama berbunyi , Aldita mengajak Rhea ke kantin , stelah itu berkeliling memperlihatkan keunggulan yang di miliki sekolahnya .
Rhea dengan antusias mengikuti langkah Aldita , mereka bertukar cerita dan informasi dari masing-masing , dalam sekejap mereka sudah akrab .
Rhea bersyukur berteman dengan Aldita , Rhea bisa mengimbangi humoran yang di berikan Aldita .
Suara bergemuruh memenuhi ruangan saat si sekretaris kelas menyampaikan hal tersebut .
Ada beberapa anak yang langsung mengubah tempat duduknya , ada pula yang bersiap memainkan gitarnya .
Rhea melihat itu semua , terselip rasa rindu dengan teman-temannya di sekolahnya yang dulu .
" gak usah kaget rhe , anak-anak emang gitu kalau gak ada gurunya " . ucap Aldita tiba-tiba saat melihat Rhea yang melihat sekeliling teman-temannya .
" sama aja kok " . jawab Rhea singkat. .
Aldita mengangguk dan tersenyum membenarkan ucapan rhea .
" oh ya Al , di sini ada ekskul tarian enggak ?". tanya Rhea .
" ada , cuma ya gitu " . jawab Aldita menggantung .
" ya gitu gimana maksudnya ?". tanya Rhea tidak mengerti .
" ya gitu tarian tradisional ". jawab Aldita di sertai gelak tawa .
Rhea pun ikut tergelak . " kenapa ? kamu suka nari ?". tanya Aldita .
" iya , aku suka nar...".
Bruuuuuuaakkk
Jawaban Rhea menggantung karena sekelmpok pemuda yang berjumlah empat orang , dan salah satu dari mereka menggebrak meja mereka , sontak saja Rhea dan Aldita terkejut bukan main .
" hey cewek ibu kota " . ucap salah satu cowok dengan nada menggoda .
Rhea diam tak bergeming , meski dia tahu yang di maksud cowok tersebut itu dirinya .
" apaan sih loe Rik , gebrak-gebrak meja , kaget tau " . Aldita marah-marah pada anak yang menggebrak meja tadi yang di panggilnya Riko .
" udah diem loe dit , gue pengen kenalan sama anak baru " . ucap salah satu pemuda , yang bernama Heru dengan menunjuk Rhea .
Kemudian pemuda yang bernama Riko mengulurkan tangannya mengenalkan diri pada Rhea .
Rhea tidak terganggu dengan kedatangan mereka , tapi dia tidak suka dengan cara mereka yang menggebrak bangku . Apa gak bisa baik-baik ngajak kenalannya , begitu fikir Rhea .
Meski begitu Rhea tidak mau memberikan kesan buruk di sekolah barunya , Rhea menjabat tangan Riko dan mengenalkan dirinya .
Begitu satu persatu ke empat pemuda itu berkenalan dengan Rhea .
Setelah puas berbincang dan berkenalan dengan Rhea , ke empat pemuda itu pergi meninggalkan bangku Rhea dan Aldita .
" mereka bukan anak nakal kok rhe , apalagi anak geng " . ucap Aldita memberi tahu Rhea .
" keliatannya mereka baik Al " . ujar Rhea .
" iya mereka baik kok , tapi nanti kalo ada yang jailin loe , loe bilang aja ke gue ya " . ucap Aldita , Rhea mengangguk menanggapi ucapan Aldita .
Di depan pintu gerbang sekolah , bibi Yuan sudah berdiri di sana menanti Rhea keluar dari kelasnya . tak lama Rhea keluar dari kelasnya , Rhea melihat bibinya yang sudah menantinya di gerbang , Rhea melambaikan tangan pada bibi Yuan , dan di sambut senyuman hangat bibi Yuan .
" bagaimana sayang hari pertama kamu " . tanya bibi Yuan ketiaka mereka sudah ada di dalam mobil .
" Baik bi , anaknya baik-baik dan ramah-ramah juga " . jawab Rhea jujur , memang benar adanya , sejak Rhea masuk kelas dan duduk bersama Aldita , tidak ada teman yang memandangnya aneh , semua menyapa dan mengajaknya berkenalan .
" bagus deh kalau gitu , besok harus lebih semangat lagi ya " . ucap bibi Yuan dengan membelai kepala Rhea .