Chakim & Andrhea

Chakim & Andrhea
Pertemuan



Dengan langkah pelan dan mengendap endap seperti kucing yang hendak menerkam mangsanya , Chakim memasuki rumahnya , dia mengedarkan pandanganya keseluruh ruangan , dan tak mendapati siapapun di sana .


Chakim sekilas melihat gelang jam yg berada di pergelangan tanganya , waktu menunjukkan pukul 21: 00 .


Sejenak Chakim berfikir.


" Apa Ayah dan Mama masih belum pulang ? " . Gumamnya dalam hati .


Chakim semakin memasuki kedalam rumah , saat tiba di ruang tengah , Chakim sayup-sayup mendengar suara orang sedang bersenandung .


Chakim berjalan pelan menghampiri asal suara senandung itu , Chakim melihat di dapur ada Mamanya sedang membuat sesuatu dengan bersenandung ria , menyanyikan lagu dangdut kesukaanya , saking asiknya bersenandung , Mama Maya tak menyadari ke datangan Chakim .


Chakim berdiri di depan pintu dapur dengan melipat kedua lengannya di depan dada dan memperhatikan apa yang sedang di kerjakan oleh mama Maya , Chakim cengar cengir geli mendengar nyanyian mamanya.


" goyang senggol - goyang senggol oohh asiknya , goyang senggol goyang senggol oohh syahdunya , pantat di goyang badan di senggol abaaaang "..... teriak mama Maya menyanyikan lagu dengan mengubah liriknya sesuka hati .


Tubuh Chakim bergetar hebat , bahkan dia sampai memegangi perutnya karena menahan tawanya .


" goyang mang azeek..... krungu suarane gendang tum mbok mu... tum mbok mu... jingkrak jingkrak goyang goyang ......"


Chakim sepertinya sudah menyerah , dia tidak dapat lagi menahan tawanya , dengan suara keras Chakim tertawa terbahak-bahak mendengar lagu yang di nyanyikan mamanya .


Tetapi Chakim begitu terkejut ketika mamanya tiba-tiba menghujaninya dengan pukulan menggunakan spatula yang di gunakannya untuk memasak .


" Aduh..duh..duh...mah , sakit mah ".


Seru Chakim saat tiba-tiba mama Maya memukulinya .


" Dasar kamu ya , bikin mamah jantungan aja , bagaimana kalo mama serangan jantung terus mamah gak ada jantung lagi , emang kamu mau ganti pakek jantung apa ? " . Sarkas mama Maya .


" Huuush,,,, mamah ngomongnya suka asal deh , ya nanti Chakim ganti pakek jantungnya ayam lah mah atau enggak jantung pisang ". Jawab Chakim dengan nada serius .


Mama Maya langsung memberikan tatapan membunuh untuk Chakim , Chakim hanya memamerkan deretan gigi putihnya sambil memegangi kedua telinganya . Tak berselang lama tiba-tiba mata mama Maya berkaca-kaca , ada tumpukan rindu di mata seorang ibu itu.


Langsung saja mama Maya menghambur kepelukan anak semata wayangnya itu , dengan penuh rasa kerinduan ,bagi mama Maya 2 tahun adalah waktu yang sangat lama Chakim pergi meninggalkan nya , serasa di hukum di penjara dalam kubangan rasa yang di sebut rindu . Kini mama Maya seperti memberikan protesnya pada putranya itu , pelukannya seperti mengatakan jangan pergi lagi melalui tangisnya , menumpahkan semua kerinduannya melalui dekapannya .


Chakim membuang nafasnya perlahan , dengan mengeratkan pelukanya , seolah Chakim menyalurkan rasa jika dia juga sama rindunya dengan mama dan papanya.


" kamu apa kabar nak , badan kamu kog kurusan ? enggak di kasih makan memangnya di sana ? " . Tanya mama Maya dengan merabai tubuh Chakim .


" Chakim baik kog mah , mama nggak usah khawatirin Chakim , Chakim kan belajar mandiri di sana dan itu juga keinginan Chakim sendirikan mah , jadi mama nggak usah khawatir ya sama Chakim " . jawab Chakim menenangkan ibunya .


Begitu kan harusnya orangtua , selalu merasa khawatir kepada putra dan putri nya jika mereka jauh dari pandangan mereka , rasa kasih sayang orang tua sejak kecil hingga kini dan selalu bersama namun tiba-tiba di tinggal pergi demi cita-cita seperti separuh jiwa nya ikut pergi .


" Tapi kamu kurusan loh nak , bener kamu nggak papa ? jangan bohongin mama ya ? " .



" Bener mamaku sayang , niih buktinya Chakim baik-baik aja kan sekarang , ada yang aneh nggak sama Chakim ? ada yang berubah nggak sama Chakim ? " .



Mama Maya menghela nafas dan tersenyum hangat mendengar jawaban putranya tersebut . Dan mereka melepas rindu dengan mengobrol dan bercerita tentang keseharian mereka masing-masing sambil menunggu kepulangan papa Yudha .


.


Rhea baru saja tiba di tempat latihannya , setelah menjemput kakaknya di Bandara dan lanjut mengantarkannya pulang terlebih kerumah terlebih dahulu tadi .


Di ruangan yang luas dan di kelilingi dinding kaca besar , disana sudah ada beberapa orang tengah lincah menari , meliuk- liukkan tubuh mereka kekanan dan kekiri .


.


" Kak...sorry gue telat , tadi masih jemput kakak gue ". Seru Rhea dengan nafas yang masih tersengal-sengal .


" Hemm...ya udah sana gabung dengan yang lain ". Ucap pelatih Rhea datar .


Rhea pun melemparkan tas ranselnya ke sembarang arah begitu saja , dan dengan segera Rhea bergabung dengan teman-temannya yang lain yang sudah melakukan latihan menari sambil menyapa beberapa temannya .


Dengan lincah Andrhea menari , mengangkat kedua tangan bergantian dengan kepala menengok Kekanan dan kekiri , setelah itu langsung dengan gerakan seperti ulat yang menggeliat , tubuh Rhea sangat lentur , hingga mudah sekali dia bergerak lincah kesana kemari , melompat , gaya slengdam floumotion , dan gaya-gaya yang lainnya .


.


.


.


Sudah 3 jam lamanya Rhea berada di tempat latihan , waktu sudah menunjukkan pukul 21 : 45. Latihan hari ini selesai dan lusa mereka akan latihan kembali . Mereka terus giat berlatih demi bisa mengikuti ajang bergengsi ngedance setingkat Provinsi yang akan di laksanakan dua Minggu lagi .


Dengan mengendarai motornya , Rhea membelah jalanan yang cukup ramai , ini adalah akhir pekan , banyak muda-mudi yang keluar untuk makan dan mencari kesenangan , handphone Rhea di ransel berdering berulang kali , namun Rhea tak mendengar . Rhea tetap mamacu motornya membelah jalanan ibukota .


.


sampai di persimpangan , Rhea melihat sebuah toko kue yang tidak begitu ramai , hanya ada beberapa orang di sana yang membeli kue dan ada juga yang menikmati kue di tempat tersebut .


Rhea pun teringat dengan sang Bunda , yang sangat menyukai Rainbow cake , Rhea membelokkan motornya ke toko kue tersebut . Berharap cake di tempat ini tidak akan kalah enak dengan cake di tempat langganan sang bunda biasa membelinya .


Saat memasuki toko , aroma khas roti dan cake yang begitu manis langsung tercium oleh indra penciumannya .


Rhea berjalan ke arah kasir dan memesan satu rainbow cake ke sukaan Bundanya tersebut .


Sambil menunggu pesanannya di siapkan , Rhea duduk di tempat yang sudah di sediakan oleh pihak toko kue tersebut untuk fasilitas jika ada yang menikmati kuenya di sana , toko kue tersebut lebih terlihat seperti mini cafe .


Setelah beberapa saat menunggu , pesanan Rhea pun jadi , Rhea mengambil kotak yang berisi cake pesanannya , dan melakukan transaksi pembayaran .


Karena Rhea tidak fokus pada langkahnya , Rhea yang sibuk memainkan phonselnya , dia tak sengaja menabrak seseorang saat hendak keluar dari toko .


Bruuuuuk.


" Aw..." . Pekik Rhea kesakitan , saat phonsel yang di pegangnya terjatuh dan menimpa kakinya yang hanya memakai sendal gunung yang terbuka jari-jarinya .


" Maaf mbak , anda tidak apa-apa ? ".


Tanya orang yang ditabrak oleh Rhea .


" Maaf mas , saya yang salah , saya tidak melihat anda ada di depan saya tadi ". Ucap Rhea dengan menunduk dan memijit jempol kakinya tanpa melihat lawan bicaranya .


" Andrhea...? " . Seru orang tersebut saat mengenali suara perempuan yang menabrak dirinya .


.


.


.


~ Jangan lupa tinggalkan jejak semangat untuk Author ya . ~


.