Chakim & Andrhea

Chakim & Andrhea
Bertemu Mantan



Setelah mendapat izin dari ayahnya Rhea segera meminta kakaknya untuk menjemputnya pagi-pagi . Karena Rhea tidak akan sendiri , dia mengajak teman-temannya .



Sudah sejak pukul enam pagi teman-teman Rhea sudah membuat rumah bibi yuan ramai dengan tingkah lucu mereka , Rhea memang meminta mereka datang pagi tapi mereka masih terlalu pagi ini masih pukul enam dan biasanya Rhea masih bermalas malasan di atas kasur ," *apa mereka kemari sepagi ini mau numpang sarapan* ? ". setelah berfikir begitu Rhea tergelak sendiri dengan fikiranya membuat teman-temannya menatapnya aneh .



" kenapa rhe ? ". Aldita yang paling takut melihat Rhea yang tertawa sendiri hingga dia berfikir jika Rhea telah kerasukan. Yang di tanyapun masih tertawa entah apa yang membuat Rhea bisa tertawa seperti itu .



Fiza mendekati Rhea yang duduk di atas kasur dan menempelkan punggung tangannya menyentuh kening Rhea , fiza nampak seperti berfikir dan entah apa yang dia rasakan saat menyentuh kening Rhea .



Teman-temannya yang lain bertanya tanpa suara fiza mengangkat bahu dengan bibir menjebik membuat teman-temannya lemas di tempat . Mala yang dari tadi cekikikan akhirnya mengambil alih tempat fiza dan mengusirnya dari sana.



Kini bergantian tangan mala menyentuh kening Rhea , seketika Rhea menghentikan tawanya dia tatap mala dengan tanpa ekspresi membuat mala tertawa canggung .



" ngapain kamu ? " . ternyata Rhea belum sadar jika dirinya sedari tadi menjadi pusat dari teman-temannya , " kok liatin aku kayak gitu ? ".



" kamu tuh yang aneh ". Aldita menjelaskan kenapa semua menatap aneh Rhea , Rhea baru sadar sekarang dan dia mengingat kembali apa yang membuatnya tertawa tadi .



" owh tadi aku berfikir kalian tuh kesini pagi-pagi mau minta sarapan ". ucapnya dengan di selingi tawa .



Candaan mereka berakhir setelah pelayan mengatakan jika andra sudah datang , mereka semua bersiap dan membawa barang bawaan mereka turun ke lantai bawah.



Setelah berpamitan dengan bibi yuan dan paman stive , Andra melajukan mobilnya meninggalkan kediaman bibi yuan .



Sepanjang perjalanan Aldita yang tampak begitu menikmati perjalanan dengan banyak berbicara ini dan itu sedang yang lain tertidur tak menghiraukan celotehan Aldita .



Setelah menjelang hari gelap , mobil Andra memasuki area perumahan , saat melewati di depan rumah Irvan Rhea melirik sebentar , terlihat ada beberapa sepeda motor di depan rumah mantannya itu , dan Rhea tahu itu sepeda motor dari teman-teman Irvan , " *mungkin mereka semua jenguk Irvan , aach jadi pengen lihat keadan Irvan* ". Rhea bergumam dalam hati kemudian melirik kakaknya yang sedang menyetir .



" ini rumah kamu rhe ? ". tanya ayu ketika Andra membelokkan mobilnya keteras rumah mewah yang bernuansa warna serba putih .



" welcome in my house " .



Mobil Andra berhenti tepat di depan pintu utama di sana sudah ada tiga pelayan lelaki yang bersiap menyambut kedatangan mereka .



Teman-teman Rhea nampak takjub saat memasuki rumah Rhea yang bak istana . Rhea mengajak teman-temannya untuk keruang kelurga setelah pelayan mengatakan kedatangan mereka semua sudah di tunggu tuan dan nyonya di ruang keluarga .



Bunda Anjani memeluk putri satu-satunya dengan keharuan , setelah beberapa minggu mereka tidak bertemu kini mereka saling melepas rindu begitupun juga Rhea .



bbSetelah Rhea memperkenalkan semua teman-temannya kepada ayah dan bundanya , mereka makan malam bersama , hidangan hari ini sangat spesial , bunda Anjani memasak begitu banyak makanan.



Hari ini bunda Anjani turun tangan sendiri kedapur meski masih dengan bantuan beberapa pelayan .



Suasana makan malam begitu riuh penuh dengan candaan , apalagi saat mala yang biasanya menjadi anak yang paling pemalu di antara teman Rhea lainnya kini tanpa malu dan sungkan lagi secara terang-terangan menggoda Andra di meja makan .



Andra sendiri hanya menganggap teman Rhea sama seperti adiknya , Andra menanggapainyapun dengan candaan.



Seusai makan malam , Rhea meminta berbicara secara pribadi dengan kakaknya , ada beberapa hal yang perlu dia tanyakan dan ada yang harus dia lakukan .




" kakak enggak seharusnya buat Irvan kayak gitu kak ". Rhea begitu kesal dengan pernyataan kakaknya yang secara terang-terangan mengatakan jika memang orang suruhanya yang membuat Irvan babak belur.


" apa alasan kakak lakuin itu , apa salah Irvan kak ". masih belum mendapat jawaban dari kakaknya, Rhea masih saja terus menekan kakaknya agar mau mengatakan sebenarnya.


" kalau kakak gak mau kasih tau , aku mau cari tahu sendiri , aku tanya langsung sama Irvan ". karena geram akhirnya Rhea memutuskan untuk pergi menemui Irvan kerumahnya .



Belum sampai Rhea memasuki rumah langkah kakinya terlebih dahulu di hentikan Andra .



" mau kemana kamu ". dengan suara tegas Andra mencekal pergelangan tangan Rhea .



" lepas kak , aku mau nemuin Irvan ". sergahnya dengan berusaha melepas cekalan tangan kakaknya .



" tetap di rumah ". Andra masih bersikukuh melarang adiknya bertemu dengan Irvan .



" Andrhea gak peduli ". teriak rhea dengan menghempaskan tangan kakaknya pergi berlalu tanpa. menghiraukan tetiakan kakaknya .



Rhea memanggil teman-temannya yang sedang asik menonton film bersama bunda dan ayahnya , setelah berpamitan dengan ayah dan bundanya Rhea mengajak teman-temannya pergi kerumah Irvan dengan berjalan kaki .



karena memang jarak rumah antara Rhea dengan Irvan tidaklah terlalu jauh , masih satu komplek dan masih bisa di jangkau dengan berjalan kaki .



Beberapa menit berjalan akhirnya mereka sampai di depan rumah Irvan , tapi Rhea masih ragu untuk masuk kedalam .



" ini rumah siapa sih rhe ? " . Mala yang dari tadi penasaran akhirnya bertanya mewakili teman yang lainnya .



" rumah temen aku , dia lagi sakit kita jengukin dia bentar ya? ". Rhea tidak mau menceritakan yang sebenarnya , dia tidak mau teman-temannya tahu permasalahannya .



Rhea menekan bel , tak lama keluar perempuan berhijab yang di ketahui itu ibubya Irvan .



" malam tante ". Rhea menyapa ibunya Irvan dengan sungkan sebenarnya Rhea sedikit takut , takut jika ibunya Irvan akan sangat marah padanya karena ulah kakaknya Irvan kini sakit dengan penuh luka lebam.



" Andrhea ". ibunya Irvan sedikit terkejut melihat Rhea yang bertamu malam-malam .



" ya ampun sayang , mari masuk , masuk semua ". dengan ramah dan hangat ibunya Irvan mempersilahkan Rhea dan teman-temannya masuk .



" terimakasih ya Andrhea , kamu udah mau jenguk Irvan , tante juga mau meminta maaf tentang kesalahan Irvan sama kamu , tante bener-bener minta maaf ". ibunya Irvan merasa tak enak hati , karena putranya sudah mematahkan hati gadis baik seperti Andrhea .



" tante tahu ? ". Rhea yang lebih terkejut bagaimana bisa ibunya Irvan bisa tahu semuanya, padahal Rhea tidak memberitahu nya.



" iya rhe , Irvan udah cerita semua sama tante ".



Ibu Irvan mengantar Rhea dan teman-temannya bertemu dengan Irvan di kamarnya yang tengah berbincang dengan teman-teman Irvan yang kebetulan juga menjenguk Irvan .



" Andrhea " . Irvan yang terkejut melihat Rhea berada di rumahnya saat ini , hingga dia tak mampu menutupi keterkejutan nya itu .