Chakim & Andrhea

Chakim & Andrhea
Orang Suruhan



Ketika bangun tidur , Rhea kebingungan mencari phonselnya , dia ingat dia menaruhnya di atas meja di dekat tempat tidurnya , tapi dia sudah mencari - carinya tidak juga menemukan benda itu .



Andra yang baru saja keluar dari kamar mandi yang ada di dalam ruangan melihat adiknya yang clingak clinguk mencari sesuatu , namun Andra enggan bertanya karena sudah tahu apa.yang di cari oleh adiknya itu .



" kak liat phonsel aku enggak ?". tanya Rhea yang tak kunjung menemukan yang di carinya .



" enggak tahu ". jawab Andra singkat , Andra tidak akan memberi tahu Rhea di mana phonselnya berada , karena Andra sudah merusak phonsel Rhea dan membuangnya di tempat sampah .



Rhea masih terlihat kebingungan mencari-cari phonselnya , membuka dan membolak balik selimut di atas kasur , " masa gue lupa sih narohnya ". gumamnya pelan .



Remon masuk kedalam ruangan setelah mengetuk pintu terlebih dahulu , dan terlihat dia menenteng beberapa kantong , terlihat seperti makanan .



" nyari apaan sih ?" . tanya Remon keheranan yang melihat Rhea kebingungan mencari-cari sesuatu .



" phonsel gue kak , kok enggak ada sih , kakak umpetin ya ?". kesal Rhea yang tak kunjung menemukan phonselnya .



" cek , ngapain gue ngambil phonsel loe , enggak ada untung nya buat gue ". jawab Remon tak terima . Rhea mencebikkan bibirnya.



Andra terlihat sibuk dengan phonselnya , menjawab singkat dan setengah berbisik percakapannya dengan seseorang di seberang saluran telfonnya .



Remon mengeluarkan beberapa makanan yang baru di belinya dan manaruhnya di atas meja .



" makan dulu gaes , biar kenyang ". serunya satu tangannya mengambil ayam goreng crispy dan melahapnya tanpa menunggu Andra dan Rhea terlebih dahulu .


Andra menggeplak kepala Remon pelan yang sedang menikmati ayam crispynya , " enggak nungguin ". seru Andra . Remon hanya tertawa tanpa suara .


" rhe makan dulu ". perintah Andra , Rhea dengan lemah berjalan menuju tempat duduk kakaknya .



Andra menyerahkan bubur ayam yang masih terlihat ada kepulan asap di atasnya .



" entar beli lagi , beli yang keluaran terbaru rhe , yang itu bisa dilipat-lipat kayak makeup itu rhe , cocok tuh buat loe ". ucap Remon yang melihat Rhea masih sedih karena belum menemukan phonselnya .



Rhea menatap jengah Remon , " *katanya lagi patah hati , tapi ngomong gak henti-henti , lihat makannya lahap banget lagi* ". gerutu Rhea dalam hati .



Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari bibir Rhea , Andra memperhatikan adiknya yang murung , ada rasa sedikit kasihan di hatinya .


" maaf dek , ini semua demi kabaikan elo ". batin Andra


Phonsel Andra yang berada di atas meja berdering , tertera nama Ayah di sana , buru-buru Andra menerima panggilan tersebut .



Ayah Amir meminta Andra untuk mampir kekantor Pak Johan untuk mengambil berkas kontrak kerjasama antara Tamami produktion dengan dengan elang tekstil yang berada di Yogyakarta .



Sebenarnya ayah Amir bisa saja meminta pak Johan mengirim datanya melalui via email , namun ayah Amir ingin Andra sedikit banyak mengetahui bisnisnya dan bukan hanya fokus pada pekerjaannya sebagai dokter .



Karena bagaimanapun Andra yang nantinya yang akan meneruskan usahanya tersebut .


" baik yah , setelah ini Andra akan pergi ke kantor pak Johan ". jawab Andra patuh .


Setelah menyelesaikan sarapannya , Andra dengan buru-buru pergi , dan meminta Remon untuk menjaga Rhea selama dirinya pergi .


" serahin aja ke gue ". jawab Remon .


Saat Andra membuka pintu , seorang dokter sudah berdiri di depan pintu bersiap akan masuk kedalam .


" dokter ". seru Andra


" pagi pak Andra ". sapa dokter tersebut .


" mau melanjutkan pemeriksaan dok ?". tanya Andra


" tidak pak Andra , cuma mau memasang gips pada nona Andrhea , karena sangat di perlukan agar supaya tidak terlalu banyak pergerakan yang mengakibatkan cederanya semakin parah pak ". jelas dokter tersebut .


" oh ya dok silahkan , lakukan yang terbaik untuk adik saya ".


" iya pak Andra , samampu kami , nanti nona Andrhea sudah di izinkan untuk istirahat di rumah pak ".


Andra melihat ke arah Remon yang berdiri di tengah-tengah pintu mendengar percakapan Andra dan dokter tersebut .


" tenang biar gue yang urus ". ucap Remon yang seakan tahu arti pandangan Andra .


" emang bisa di andelin loe ". ucap Andra dengan menepuk bahu Remon pelan , " kalau gitu gue permisi ". tambahnya dan berlalu pergi dengan sedikit berlari kecil .



Remon masih memantau Rhea yang sedang di pasangkan gips oleh dokter , wajah Rhea masih begitu muram .


Remon menghela nafas dalam , " susah emang bujuk tuan putri , apa susahnya sih tinggal beli phonsel baru , kan dia anak sultan " , gumam Remon dalam hatinya .


Dokter telah selesai memasang gips di bahu Rhea , dan menjadwalkan pukul 15:00 nanti Rhea sudah di perbolehkan untuk pulang .



Remon berjalan mendekati Rhea yang beristirahat di atas tempat tidur .


" Laeau pinjem phonsel gue ?". tanya tiba-tiba Remon .


Rhea masih terdiam , enggan menjawab pertanyaan Remon .


" loe kenapa sih sedih kayak gitu , duit bokap loe kan banyak rhe , tinggal loe nunjuk mau phonsel yang kayak gimanapun bisa rhe ". ucap panjang lebar Remon yang kesal melihat Rhea yang masih sedih karena tidak menemukan phonselnya .


" ssst cek ...kak , gue bisa beli phonsel baru lagi , tapi bukan itu masalahnya kak rem ". jawab Rhea sedih .



" terus ?". ucap Remon


" hari ini temen-temen gue mau tampil ngedance kak , dan gue enggak bisa dukung mereka , gue pengen liat mereka menangin event itu kak , kayak setiap tahunnya ". jelas Rhea dengan sedih .


Remon menganggukkan kepalanya , kini dia mengerti apa yang membuat Rhea sedih .


Suara deringan phonsel di atas meja terdengar nyaring , mengejutkan Rhea dan juga Remon .


" itukan phonselnya Andra ". ujar Remon


Remon mengambil phonsel Andra yang yang masih terus berdering dengan nama id Deni yang tertera di layar phonsel Andra .


" gue enggak pernah kenal temen Andra yang namanya Deni ". seru Remon dengan nada bertanya pada Rhea .


Rhea menganggkat bahu tidak tahu , lalu meminta phonsel Andra yang dipegang Remon , dan menerima panggilan tersebut .


" pagi bos , semua sudah beres seperti yang bos perintahkan semalam ". jawab seseorang yang diketahui bernama Deni dari seberang panggilan sana .



Rhea yang belum mengeluarkan sepatah katapun sedikit terganggu dengan ucapan orang tersebut yang memanggil kakaknya dengan sebutan bos .



" pemuda itu tidak akan lagi menganggu nona muda sekarang ". ucap lagi orang yang bernama Deni itu .


Rhea membelalakkan kedua matanya mendengar ucapan Deni . Remon dibuat penasaran dengan melihat ekspresi wajah Rhea .


Rhea mengakhiri panggilan tersebut , dan tak berapa lama sebuah pesan masuk kedalam phonsel Andra .


Orang yang bernama Deni mengirim sebuah foto , Rhea membuka foto tersebut .


" inikan Irfan ". ucap Rhea yang begitu terkejut melihat Irfan yang sudah terkapar di tanah dengan beberapa luka lebam di wajahnya .


Remon dengan cepat menyambar phonsel Andra yang dipegang Rhea . Remon tak kalah terkejutnya dengan Rhea .


Kemudian mereka berdua saling pandang , Rhea mengumpat dalam hatinya .


" **** , ternyata kak Andra aaaaachk ". teriak frustasi Rhea dalam hatinya .