Chakim & Andrhea

Chakim & Andrhea
Berkunjung Kerumah Andrhea



Usai makan malam , Andra bersiap untuk pergi ke bandara , karena nanti pukul sembilan dianharus terbang ke Singapura karena ada yang harus dia selesaikan di sana . Tidak banyak yang Andra kemas , karena sebagian barangnya masih ada di apartemen miliknya yang berada di sana , selain itu Andra tidak akan lama-lama berada di sana .



Sedangkan Rhea duduk santai di teras belakang rumahnya menikmati dinginnya angin malam , membiarkan kulitnya yang terlapis switer abu-abu kedinginan tertuip angin malam .



Mbak Ida datang dengan membawakan secangkir cokelat panas dan beberapa camilan , mbak Ida menawarkan dirinya untuk menemani Rhea , namun di tolaknya karena Rhea sedang ingin sendirian saja saat ini , Rhea hanya membutuhkan ketenangan .



Bunda Anjani datang , mencoba menghibur sang putri . Setelah makan malam tadi Andra menceritakan perihal yang membuat Rhea bersedih dan bunda Anjani pergi untuk menyadarkan Rhea agar putrinya tidak terlarut dalam kesedihan , memberinya beberapa wejangan agar tidak mudah menaruh hati kepada sembarang pria dan lebih berhati-hati lagi .



" bunda berharap apa yang sudah Irvan lakukan ke kamu bisa menjadikan kamu wanita yang lebih tangguh lagi nak , kamu harus bersyukur karena belum terlanjur jauh hubungan kalian ". ucap bunda Anjani menenangkan .



" aku enggak nyangka aja bunda , Irvan bisa setega ini ke Rhea , apa salah Rhea sampai dia nyakitin aku bunda ". ucap Rhea dengan sendu .



Bunda Anjani menatap iba putrinya . Ada perasaan bergemuruh geram di hatinya pada pemuda yang sudah berani menyakiti hati putri satu-satunya itu .


" sabar ya sayang , Tuhan masih sayang sama kamu nak , makanya Tuhan membuka semua keburukan Irvan supaya kamu enggak terlalu jauh dalam berhubungan sama dia " . tutur bunda Anjani .


" iya bund ". jawab Rhea sendu


Tak berapa lama , salah seorang pembantu datang dan memberi tahu jika ada tamu untuk nona mudanya , bunda Anjani menatap Rhea , bertanya dengan sorot matanya , Rhea mengangkat kedua bahunya tanda tidak mengerti .



Rhea awalnya tidak ingin menemui siapapun saat ini , namun ketika pembantu itu mengatakan jika tamunya adalah Irvan , Rhea berinisiatif untuk menemuinya , dia akan menyelesaikan masalahnya sekarang dan memutuskan hubungannya secara langsung , dan selain itu Rhea ingin mendengar penjelasan Irvan , kenapa Irvan bisa sampai setega itu padanya .



Bunda Anjani keberatan akan sikap Rhea pada Irvan yang terlalu baik masih memberinya kesempatan untuk bertemu apalagi mendengar penjelasannya , bagi bunda Anjani apa yang sudah di lakukan Irvan sudah tidak bisa di maafkan apalagi untuk mendengar apapun penjelasannya .



Namun disini Rhea berfikir jika dirinya harus bisa bersikap dewasa , dan berani menyelesaikan masalahnya sendiri , karena sejak saat terungkapnya Irvan yang bermain belakang dengan gadis lain mereka belum pernah bertemu kembali dan sekaranglah saatnya .



Rhea memohon kepada bundanya untuk membiarkan Irvan masuk , setelah mendapat izin dari bundanya Rhea meminta pembatunya untuk mengantarkan Irvan ketempatnya sekarang dan berbicara berdua tanpa adanya bunda Anjani dan orang lain .


Rhea menatap lamat Irvan yang duduk di sebelahnya , sedangkan yang di pandang tak berani sedikitpun menatap balik Rhea , tak ada keberanian Irvan untuk menatap Rhea , kumpulan kata-kata yang dia rangkai selama di perjalanan yang sudah dia siapkan dan keberanian yang dia kumpulkan runtuh seketika saat bertemu langsung dengan Rhea .



Irvan bingung memulai dari mana , dia ingin meminta maaf , dan menjelaskan semuanya , namun hatinya tak ingin berpisah dengan Rhea , cinta palsu yang dia berikan pada Rhea terus tumbuh menjadi rasa sayang yang sebenarnya hingga mengakar di hatinya dan menjadi perasaan nyaman dan tulus ketika selalu bersama Rhea .



Hanya helaan nafas dari keduanya yang terdengar ,Irvan maupun Rhea tak ada niatan dari keduanya untuk memulai percakapan .



Hawa dingin yang menerpa kulit mereka tiba-tiba menjadi panas dan gerah , sudah hampir tiga puluh menit mereka hanya saling diam .



Rhea dengan enggan bertanya mengawali percakapan keduanya , dia tidak mau terlalu lama dalam situasi seperti ini , ada rasa benci ketika melihat Irvan , " *aku harus segera menyudahi pertemuan ini* " , begitu fikir Rhea .



" sebenarnya aku sudah tahu semuanya sejak setahun yang lalu ". ungkap Rhea jujur , memang benar adanya , jika Rhea sudah hampir setahun yang lalu mengetahui jika Irvan tidak sungguh-sungguh padanya , Irvan bermain api di belakangnya .


Namun Rhea masih diam karena mencari bukti perselingkuhan Irvan , awalnya Rhea tidak pernah percaya dan menyangka jika Irvan akan setega itu padanya , namun setelah dia melihat sendiri secara langsung bagaimana sikap Irvan pada selingkuhannya yang begitu manis di sertai tatapan memuja itu membuat Rhea yakin jika di hati Irvan Rhea tidaklah berarti apa-apa .



Irvan terperanjat terkejut mendengar ucapan Rhea , tubuhnya semakin tergunjang dengan kata-kata Rhea , bagaimana bisa Rhea mengetahui semuanya ? apa yang sudah Rhea ketahui ? begitulah isi dari fikiran Irvan , Irvan sendiri tak pernah menyangka jika Rhea akan mengetahui keburukannya .



" maaf rhe , maaf ". dari sekian banyak kata yang di rangkai Irvan hanya kata maaf yang keluar dari bibirnya .


Rhea begitu terkejut melihat Irvan yang tiba-tiba bersimpuh di bawah kakinya dengan mengucapkan kata maaf berulang kali .


.Rhea berulang kali mendorong Irvan agar menjauh darinya . Namun dia tidak mempunyai cukup kekuatan karena hanya dengan satu tangan .