CELINE

CELINE
Ep 7



" Anak seorang supir berlagak sebagai gue? Ini benar benar menyebalkan, apakah dia ingin merusak reputasi gue?"


Bastian hanya bisa diam mendengar Line yang sedang emosi.


" Lebih baik lo selesaikan masalah ini Bastian. Gue gak ingin melihat nya lagi besok di sekolah."


" Baiklah Line."


Line sangat kesal sekarang. Dan dia memutuskan untuk pergi ke Paradise Club.


" Halo Marissa?"


" Hey Crystal? Lo berubah pikiran?"


" Tidak. Gue pengen ngajak lo ke suatu tempat. Gue lagi butuh hiburan, sekarang gue sangat amat kesal."


" Kemana?"


" Lo bakalan tau. Gue akan sampai 30 menit lagi."


Line bersiap siap lalu melihat apakah papa dan mama nya sudah tidur, ternyata mereka sudah tidur. Line langsung menghubungi Bastian lagi.


" Bastian, gue bakalan ke club bersama teman teman gue. Jangan lupa urus semuanya sampai tuntas. Gue dengar dia sedang membuat party di Marriot Cafe. Selesaikan itu."


Setelah mengatakan itu, Line langsung pergi dengan menggunakan Mobil sport nya. Line menjemput Marissa. Mereka sudah berjanji dengan Silviana untuk bertemu di parkiran Club. Sesampainya di sana, Line langsung menemukan mobil Silviana. Ternyata dia datang bersama dengan pacarnya.


" Hey Crystal. Sepertinya lo benar benar kesal hari ini. Bahkan lo gak pernah mau kalau gue ajak kemari."


" Ya gue sangat kesal sekarang."


" Baiklah, gue akan mengenalkan kalian dengan teman teman pacar gue, tenang saja, mereka tampan tampan. Dan lagi mereka semua satu kelas dengan kita."


" Hah? Kok gue gak tau ada yang ganteng di kelas kita?"


" Lo baru masuk seminggu Crystal, dan mereka memang jarang masuk. Apalagi kalau Damian gak ada di sekolah."


" Memang nya mereka teman Damian?"


" Bukan lah, Damian sama mereka beda kelas. Ya pokoknya nanti kalian bakalan tau deh."


Line dan teman teman nya masuk ke Club dan menggunakan ruangan Platinum.


" Hey Crystal, lo bercanda? Bagaimana bisa lo mendapat akses ruang Platinum disini? Berapa banyak yang lo habis kan hanya untuk ruangan ini?"


" Bisakah lo melupakan hal itu Silviana? Gue hanya ingin minum sekarang."


" Lo benar benar gila Crystal."


" Apa maksudnya Silvi?"


" Marissa sayang, ruangan ini sekali pakai bisa menghabiskan uang 1.000 USD. Gue gak akan menyia-nyiakan uang gue hanya untuk ruangan ini. Baiklah lupakan saja. Itu teman teman pacar gue udah datang."


Line melihat ada 3 orang lelaki yang memasuki ruangan mereka, salah satu nya adalah Arnold Fold pacar Silviana.


" Kenalkan mereka adalah teman teman gue. Ini adalah Reinhard Yukata. Dia adalah Ahli waris Yukata Group."


" Hai, Reinhard."


Line melihat Marissa sangat antusias berkenalan dengan Reinhard.


" Dan ini adalah Abercio Neron. Dia sudah menjalankan bisnis orang tua nya sejak tahun lalu. Mereka adalah Crystal dan Marissa."


Marissa terlihat bersemangat, tetapi fokusnya hanya pada Reinhard. Sedangkan Line tampak biasa saja menanggapi mereka.


Mereka saling bertukar nomor hp, begitupun dengan Crystal dan Abercio. Biarpun mereka melakukannya karena di paksa oleh Silviana. Setelah itu mereka pulang ke rumah masing karena jam sudah menunjukkan pukul 2 pagi. Marissa menginap di rumah Silviana.


****


Ini sudah seminggu berlalu sejak kejadian itu. Dan hal yang menyebalkan menurut Line adalah Selina. Dia masih tetap berani masuk sekolah menggunakan identitas Line. Selama seminggu ini Line hanya membiarkan Selina bertindak sesuka hati nya.


Damian berjanji akan mengurus hal ini sampai tuntas ketika dia pulang, Damian akan pulang dalam beberapa hari ini. Line hanya perlu bersabar beberapa hari ini.


Saat ini Line sedang makan bersama Silvi dan Marissa di cafe yang ada di sekolah.


" Lo hutang penjelasan pada kami Marissa?"


" Apa maksudnya?"


" Lo gak tau Crystal? Marissa jadian dengan Reinhard. Gue juga tau dari Arnold. Bagaimana bisa dia tak menceritakan apapun pada kita."


Selagi Marissa menceritakan bagaimana ia bisa jadian dengan Reinhard, Line hanya menanggapi seperlunya.


" Bagaimana dengan lo Crystal?"


" Lo sama Abercio?"


" Ada apa memang nya?"


" Hey Crystal, Cio itu cukup tampan, apa lagi yang lo cari? Cio adalah pacar idaman setiap wanita."


" Terserah, gue hanya merasa dia terlalu baik."


" Alasan macam apa itu? Jangan bercanda Crystal."


" Terserah lah."


" Bagaimana kalau nanti malam kita bikin party? Buat ngerayain Hari jadiannya Marissa?"


" Terserah kalian, gue ikut aja."


Silviana dan Marissa merencanakan untuk merayakan nya dengan makan makan di sebuah restauran. Mereka ingin mencoba makanan dari Paradise, akan tetapi Paradise selalu ramai setiap malam nya, dan sangat sulit untuk memesan tempat.


" Kalian tenang saja. Gue akan memesan tempat untuk kita."


" Benarkah?"


" Ya. Kita ketemu langsung disana oke?"


Setelah pulang ke rumah Line melihat orang tuanya sedang menonton Tv. Line hanya menyapa dan langsung masuk ke kamar kemudian menelfon Bastian.


" Bastian, bisa gak lo siapin tempat untuk gue dan teman teman gue malam ini di Paradise Restauran? Kami berenam."


" Tumben sekali, biasa nya lo main nya ke club bersama teman teman lo itu?"


" Mereka ingin makan di Paradise, mereka bilang bahwa mereka sudah beberapa kali memesan tempat tapi selalu full."


" Baiklah, ada lagi Line?"


" Oh, gue cuma pengen tempat yang biasa gue gunakan. Jangan lupa pakai nama Crystaline."


" Baiklah, gue akan ke restoran sekarang."


" Terimakasih Bastian."


" Sama sama Line."


****


Line sampai di restauran terlambat karena ketiduran, ternyata teman teman nya sudah sampai duluan.


" Sorry, gue telat. Gue benar benar ketiduran."


" Kami maafkan, karena lo berhasil mendapatkan tempat terbaik Crystal. Tapi kenapa hanya ada beberapa orang? Apa lo memesan seluruh restauran ini Crystal?"


" Enggak, seingat gue, gue cuma memesan meja untuk kita. Dan kenapa hanya kita? Dimana Cio?"


" Disana."


Mereka kompak menunjuk arah spot live music.


" Apa yang dilakukannya disana?"


" Tentu saja dia ingin bernyanyi. Menurut lo apalagi memang nya?"


Benar saja, tak lama Cio mulai bernyanyi. Suara nya sangat merdu, dan apa ini hanya perasaan gue aja? Kenapa dia bernyanyi selali melihat kearah gue? Setelah selesai bernyanyi, Cio turun dan langsung menuju meja kami. Ternyata memang hanya perasaan gue saja. Apa apaan pikiran bodoh ini.


" Kenapa kalian melihat gue kayak gitu?"


" Tidak ada, kami hanya ingin memberikan hadiah kecil buat lo, sebagai ucapan terimakasih. Tapi mata nya harus di tutup dulu."


Gue bingung, Silviana langsung menutup mata gue dengan kain hitam. Tak beberapa lama, Silviana melepaskan kain tersebut, gue kaget melihat Damian sedang berjongkok dengan sebelah kaki di hadapanku sambil memegang Kotak yang berisikan kalung.


" Crystal, mungkin menurut mu aku kurang romantis, ya aku akui itu. Aku tak bisa mengungkapkan perasaan ku dengan kata kata romantis, bahkan semua ini dipersiapkan oleh mereka. Aku tak bisa membohongi perasaan ku, aku jatuh hati kepada mu, sejak pertama bertemu, kamu adalah orang pertama yang tak memandang ku dengan tatapan memuja, kamu adalah wanita pertama yang bisa menarik perhatian ku. Sikap mu yang berbeda dengan wanita yang pernah aku jumpai, kamu sangat amat berbeda dari wanita yang hanya mengincar harta kekayaanku."


" Hey Cio, bisakah lo to the point? Lo kebanyakan berbicara, bahkan Crystal bosan menunggu lo ngomong yang seakan membacakan pidato itu."


" Maaf Crystal, aku sangat gugup. Bahkan ini pertama kali nya aku melakukan ini. Ya inti nya kamu berbeda dengan wanita wanita lain yang pernah aku jumpai. Crystal, would you be mine?"


Belum sempat Line menjawab pertanyaan Cio, ada seseorang yang menginterupsi mereka.


" Tentu saja dia adalah wanita yang berbeda. Bahkan lo akan terkejut jika mengetahui siapa dia sebenarnya."


****