CELINE

CELINE
Ep 53



Setelah meninggalkan rumah, Aleena bertanya pada Jun.


" Loh, emang nya mami gue kenal sama orang tua lo?"


" Hah?...."


" Ah enggak, lupain aja, pertanyaan gue ngaco."


" Hahaha, apa sih lo."


Sesampainya di tempat yang di maksud Aleena terkejut.


" Loh tempat nya disini?"


" Iya, emang kenapa?"


" Bagus deh, berarti kita gak susah nanti. Opa gue juga makan malam disini."


" Serius lo?"


" Iya serius."


" Bagus deh."


Saat akan memasuki restoran, mereka bertemu dengan orang tua Jun.


" Loh, Aleena kan?"


" Hehe, iya. Malem om, tante."


" Malam juga, apa kabar kamu?"


" Baik tante. Tante gimana?"


" Sehat selalu. Kamu mau makan malam disini juga?"


" Iya tante."


" Yaudah bareng sama kita aja ya."


Setelah memasuki ruangan VVIP, mama Jun mulai mengobrol santai dengan Aleena, begitu pula dengan papanya Jun. Baru kali ini Aleena bertemu langsung dengan orang tua Jun, biasanya Aleena hanya menyapa mereka dalam acara acara yang Aleena hadiri.


" Begini Aleena, sebenarnya tante bermaksud untuk menjodohkan Jun dengan...."


Belum selesai mamanya Jun berbicara, Jun langsung menginterupsi.


" Mama, mama gak perlu repot repot menjodohkan Jun, karena Aleena sekarang pacar Jun.."


" Hah?!!"


Aleena benar benar kaget mendengar perkataan Jun, belum lagi yang membuat nya lebih kaget saat mendengar suara kaget lain nya. Saat melihat kearah pintu masuk ruang VVIP tersebut, disana berdiri Opa, mami, papi, Alfa dan Sean kembaran nya yang sedang terkejut. Aleena yang melihat hal itu langsung menarik Jun keluar.


" Lo gila Jun? Kan udah gue bilang, gak pake acara bohong."


" Gue gak bohong Aleena. Gue gak mau menyesal di kemudian hari. Gue bener bener mau lo jadi pacar gue."


" Gue gak mau bercanda Jun, ini gak kayak lo banget. Oke."


" Gue gak bercanda sama sekali. Aleena Fransisca. Gue Chen Ho Jun gak pernah sekali pun bercanda akan perasaan gue. Gue lebih baik mengejar lo yang benar benar gue sayang dari pada harus menikah dengan orang yang bahkan gue gak kenal."


" Tapi ini bukan suatu keputusan yang bisa di ambil dengan tergesa gesa Jun. Ini bukan soal perjodohan atau apa. Ini soal perasaan kita Jun."


" Aleena dengarin gue, gue ngomong kayak gini bukan karena desakan perjodohan. Gue ngomong kayak gini karena tau, kalau gue gak ngomong sekarang, kesempatan gue bakalan hilang. Gue lebih baik di tolak karena menyampaikan perasaan gue sebenarnya daripada harus menyesal karena gak pernah ngomong."


" Tapi Jun.."


" Gue bakalan nunggu jawaban dari lo Aleena. Sekarang kita masuk. Gak enak buat mereka semua nunggu kita."


Aleena hanya menurut, Aleena benar benar terkejut saat mengetahui bahwa Jun juga memiliki perasaan padanya. Wajah Aleena benar benar bersemu. Saat memasuki ruangan, semua melihat kearah mereka berdua untuk menunggu jawaban. Jun segera mengalihkan pembicaraan.


" Yeye apa kabar? Jun gak tau kalau yeye juga datang."


" Baik, yeye baru saja tiba bersama dengan keluarga Voodee."


" Malam opa, om, tante."


" Malam juga Jun. Ini benar benar kejutan."


" Hahaha, bagaimana bisa seperti ini?"


" Haha, keluarga kita memang berjodoh Albert."


Aleena makin bingung dengan yang terjadi di ruangan ini, ada apa sebenarnya. Jun yang mengerti situasi sekarang hanya menghela nafas lega. Dirinya lega karena ternyata orang yang akan di jodohkan dengan dirinya adalah Aleena.


" Baiklah mungkin Aleena disini masih bingung. Papi akan menjelaskan semua nya. Seperti yang kita tau, Aleena pernah membuat taruhan dengan opanya 3 tahun lalu, taruhannya adalah, Aleena harus bisa mengembangkan perusahaan nya dalam waktu 3 tahun untuk menyaingi JC Group yang merupakan perusahaan Game no 1. Sebagai bahan taruhan nya, apabila Aleena menang, maka seluruh bisnis Real Estate yang dipegang oleh Papa saya akan di serahkan kepada Aleena dan papa saya akan berhenti mengatur hidup Aleena. Tetapi, apabila Aleena gagal maka Aleena harus menerima keputusan dari papa saya."


Semua nya diam dan mendengarkan dengan seksama penjelasan Papi, Jun bahkan sempat melemparkan pandangan tak percaya pada Aleena.


" Selanjutnya, tanpa di duga karena taruhan ini, seluruh keluarga ikut bertaruh. Mereka mempertaruhkan beberapa toko yang mereka miliki. Anna dan Jodi mempertaruhkan 2 toko mereka yang terletak di Manhattan, mereka yakin bahwa Aleena tidak akan berhasil. Sedangkan saya dan istri saya mempertaruhkan salah satu yayasan yang kami miliki, dengan keyakinan Aleena akan berhasil."


Keluarga Jun benar benar kaget saat mendengar taruhan ini, mereka benar benar tak percaya kalau keluarga Aleena mempertaruhkan begitu banyak hal sekaligus hanya untuk Aleena.


" Lalu hasilnya, perusahaan yang Aleena kembangkan berhasil melampaui JC Group."


Aleena benar benar puas dengan semua itu, karena dirinya berhasil membuktikan dirinya layak menyandang nama Voodee di namanya. Belum selesai kebahagian Aleena, papi nya melanjutkan.


" Tapi... karena Alfa dan Sean bergabung untuk mengembangkan perusahaan ini, pertaruhan ini dibatalkan."


" Haaaaahhh??!!!!!!"


Bukan hanya Aleena, bahkan Sean dan Alfa sama sama kaget mendengarnya. Bagaimana bisa taruhannya menjadi batal.


" Gak bisa kayak gitu dong pi, kok tiba tiba jadi batal?"


" Iya kok malah di batalkan sih pi? Sean udah bekerja keras sepanjang tahun."


" Kamu curang Aleena, aunty sama uncle gak akan terima dong."


" Curang gimana?"


" Kamu di bantu oleh Alfa dan Sean."


" Aunty, maaf ya Aleena gak curang. Kita hanya membuat pertaruhan menang atau kalah, aturan nya hanya dalam waktu 3 tahun, Aleena bisa melampaui JC. Gak ada larangan untuk Bang Alfa dan Sean membantu Aleena. Jadi pertaruhan ini Sah..!!"


" Bener tu aunty."


" Hahaha. Ini baru cucu cucu ku, kau lihat Xiusheng, bagaimana mereka bernegosiasi tanpa merugi. Mereka benar benar pandai memanfaatkan celah dalam pertaruhan ini. Beginilah caranya aku mengajarkan mereka."


" Maksud opa?"


" Sebenarnya opa sangat marah saat melihat kamu hanya selalu terpuruk dalam kubangan masa lalu, maka dari itu opa dan mami papi kamu memikirkan cara ini untuk membuat kamu menjadi lebih siap menyandang nama Voodee. Hahaha."


" Lalu apa hubungan nya dengan Jun?"


" Opa dan Xiusheng sudah sepakat untuk menjodohkan kamu dengan Jun. Apalagi saat Jun mengatakan jika kalian sudah berpacaran, kami semakin yakin pilihan kami adalah yang terbaik."


" Maaf opa, tapi sebenarnya Aleena belum resmi menjadi pacar Jun."


" Maksudnya?"


" Aleena belum menjawab pertanyaan Jun perihal perasaan Jun opa. Jun gak mau memaksa Aleena, Jun akan menunggu sampai Aleena siap."


Aleena benar benar bahagia, Jun benar benar sangat pengertian. Aleena semakin yakin dengan perasaan nya.


" Jadi bagaimana Aleena? Apakah kamu mau menerima cucu yeye ini?"


" Itu... sebenarnya... Aleena..."


Semua orang menunggu jawaban Aleena, bahkan Jun sepertinya juga menunggu jawaban Aleena. Aleena yang gak tau harus ngomong apa hanya bisa mengangguk.


" Serius?"


" Iya."


" Terimakasih Aleena. Akhirnyaaaa...."


Semua sangat bahagia ketika mendengar jawaban Aleena. Aleena tumbuh menjadi wanita yang benar benar hebat, mandiri dan juga kuat. Semua menikmati makan malam dengan bahagia, semua nya sedang berbahagia..


Setelah semua pembicaraan selesai akhirnya semua memutuskan untuk pulang.


*


" Jadi gimana akting aku tadi? Hebat kan? Wah meyakinkan sekali..."


" Hah? Jadi tadi itu semuanya cuma akting doang? Juuuuunnnnnnnnnnn...!!!!!!!!!!!!!!!!!!"


" Hahaha, bercanda sayang..."


- End -