CELINE

CELINE
Ep 18



Semua pun tertawa karena pembahasan yang bahkan gak penting sedikit pun. Selesai makan siang Line kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaan nya. Sesampainya di parkiran, Line kesal karena parkiran yang biasa untuk parkir mobilnya di isi oleh mobil lain. Karena kesal, Line menendang ban mobil itu.


" Hoi.."


Tiba tiba ada seorang lelaki yang keluar dari mobil itu dan membentak Celine. Celine yang kaget langsung terdiam dan melihat lelaki itu.


" Lo ngapain nendang nendang mobil gue?"


" Kok lo lagi sih? Ngapain lo kesini hah?"


" Suka suka gue lah. Lagian lo ngapain nendang mobil gue?"


" Lo yang ngapain parkir di tempat gue?"


" Tempat lo? Ini tempat parkir punya lo? Kok gue gak liat ada tulisan nya kalau ini tempat lo."


" Lo...!! Terserah lo deh. Gue gak mau mood gue rusak karena cowok kayak lo."


" Emang gue cowok kayak apa hah?"


" Lo pikir aja sendiri, cowok kayak apa yang ngelawan cewek."


" Woii..!!"


Setelah mengatakan hal itu Line pergi meninggalkan lelaki itu. Lelaki itu berteriak memanggil Line, tapi tak dihiraukan Line. Line cepat cepat masuk ke kantor nya sampai tak melihat ke depan sampai menabrak seseorang.


" Hei Line. Lo kenapa buru buru gitu?"


" Eh, Damian? Hai Kemal."


" Hei Line."


" Iya gue, kenapa? Ada yang gangguin lo?"


" Enggak, gue cuma ketemu orang gila itu lagi."


" Yang lo ceritain semalam?"


" Iya."


" Orang gila?"


" Biasa Mal. Si Celine kalau gak buat masalah gak senang dia."


" Sialan lo. Kapan gue buat masalah. Kalian baru mau keluar?"


" Iya Line. Gue tadi ada kerjaan. Ini baru selesai."


" Oh. Lanjut deh. Gue ke ruangan dulu ya. Bye, have fun."


Line berpisah dengan mereka dan langsung kembali keruangan nya untuk melanjutkan pekerjaan nya yang masih banyak.


****


- Basement Paradise Group -


" Yo Fahrenza. Apa kabar lo?"


" Damian? Ternyata lo yang di maksud Kemal. Baik baik. Lo apa kabar? Gue udah dengar masalah lo sama Bastian, gue ikut berduka."


" Santai Ren, gue udah gak papa. Cuma kayaknya adek gue belum bisa ngelupain hal itu. Gue sama Kemal terpaksa ngirim adik Bastian buat menjauh dari adek gue."


" Iya gue dengar dia menghabisi seluruh keluarga Neron dalam semalam."


" Nah, itu masalah nya, padahal dia perempuan. Bingung gue. Mau gue jodohin ke Kemal, ee buset ni anak udah mau tunangan."


" Haha, masih yang lama?"


" Iya gitu."


" Akhirnya tunangan juga lo?."


" Ya mama gue akhirnya luluh juga karena ngeliat perjuangan dia buat dapatin restu mama gue. Masih 3 bulan lagi sih tunangan nya."


" Lo ngapain tegak depan mobil? Jalan langsung kita."


" Tadi gue nunggu di dalam mobil, eh malah ada cewek resek nendang mobil gue. Ya keluar lah gue, gue marahin, eh malah dia marah balik ke gue."


" Lagian lo aneh, cewek di lawan."


" Itu cewek yang sama dengan yang gue bilang waktu itu Mal. Kesal gue."


" Hahaha, jangan jangan jodoh lo sama dia. Udah ketemu dua kali. Kalau sampai 3 kali lo gak sengaja ketemu dia, yakin gue jodoh lo."


" Ogah gue. Gila aja, sampai dia jodoh gue, bisa gila gue."


" Awas kemakan omongan lo Ren."


" Sialan lo Damian. Nah lo apa kabar? Masih jomblo lo?"


" Gimana mau pacaran, lah ni orang kalau mau pacaran gagal mulu gara gara adeknya."


" Kok bisa?"


" Ya cewek ceweknya pada minder sama adek nya. Cantik nya kelewatan. Sampai di kira pacar nya Damian."


" Hahaha, udah lah. Turun sana, udah sampai noh. Gue mau parkir dulu."


" Oke."


Damian dan Kemal masuk ke Cafe tersebut. Didalam mereka bertemu dengan Silviana Cs.


" Hei, Damian."


Silviana melambaikan tangan nya pada Damian dan Kemal.


" Oh, hai."


" Sini gabung."


" Lanjut, gue ke VIP."


" Bentar aja, tadi Celine juga dari sini."


Fahrenza tak lama masuk dan menghampiri mereka.


" Kata nya kita ke VIP, kok malah berhenti disini lo pada?"


" Teman adek gue."


" Eh, abang?"


" Lo Dista? Ngapain disini?"


" Ngumpul sama teman bang."


" Gak usah bang. Tadi udah di bayarin Celine."


" Celine?"


" Adek gue. Mereka teman teman adek gue, tadi dia makan siang disini. Baru tau gue kalau adek lo temanan sama adek gue."


" Oh, yaudah deh. Kamu pulang hati hati nanti Dis."


" Iya bang."


Damian, Kemal, dan Fahrenza meninggalkan mereka dan menuju ruang VIP.


" Itu abang lo Dis?"


" Iya."


" Gila ganteng banget."


" Siapa yang ganteng sayang?"


" Eh, hehe. Itu loh sayang. Aku kan niatnya mau ngenalin ke Celine. Kan cocok sama Celine kan sayang. Tenang aja, aku gak akan berpaling kok sayang."


" Bagus."


" Iya juga. Apalagi pas banget kan, abang gue temenan sama abang nya Celine. Tapi Celine mau gak ya nerima abang gue apa ada nya?"


" Maksud lo?"


" Abang gue gak sesempurna yang kalian liat."


" Orang kayak gitu masih ada kurang nya?"


" Iya, dia kurang pandai nyari pacar. Soalnya mantan nya semua mata duitan. Hahaha."


" Gila lo Dis, kalau kedengaran abang lo, ngamuk ntar dia."


" Haha, ya jangan sampai dengar dong."


" Kayak nya kita udah kelamaan deh disini, balik yuk."


" Oke."


****


Celine pulang dari kantor sekitar jam setengah 5. Sesampainya dirumah, jam sudah menunjukan pukul 6. Celine langsung mandi dan bersih bersih di kamarnya, lalu turun kebawah untuk makan malam bersama.


" Hei Line, kamu pulang jam berapa tadi?"


" Jam 6 kayaknya ma."


" Aduh sayang, kamu jangan fokus di kantor aja dong. Kuliah kamu gimana?"


" Tenang ma. Line udah ngurus semuanya kok, jadi tinggal masuk aja. Lagian sekarang juga masih libur kan ma."


" Yang penting kamu bisa bagi waktu antara kerja, kuliah dan waktu istirahat."


" Iya pa. Lagian mulai kuliahnya juga masih lama pa."


Setelah selesai makan malam, Celine langsung masuk ke kamar dan seperti biasa, Line akan menghabiskan waktu nya duduk di balkon sambil mengerjakan pekerjaan nya yang tertunda.


Diseberang sana, Line melihat lampu kamar Kemal yang mati, Line berfikir mungkin Kemal belum pulang. Beberapa bulan ini, pikiran Line selalu tertuju pada Kemal, Line menyadari bahwa dirinya menyukai sosok Kemal yang lembut dan pandai menghargai wanita.


Pikiran Line terus melayang memikirkan Kemal sampai Line di kejutkan dengan suara dering hp nya.


" Malam bos. Kapan lo main main lagi ke sini? Udah lama ni gue gak liat lo datang."


" Gue masih sibuk Skoci."


" Tapi lo kan udah libur bos, come on bos."


" Lo tau gue libur tapi tetap aja perusahaan gue gak pakai acara libur. Ntar kalau ada waktu gue kesana."


" Okedeh bos."


Line mematikan hp nya dan melihat ke layar laptopnya kembali, disana banyak sekali data data yang harus di periksa nya. Tak lama hp Line berdering kembali, Line mengira itu panggilan dari Skoci lagi.


" Apalagi? Gue kan udah bilang kalau gue lagi sibuk."


" Hei Line, gue gak tau kalau lo lagi sibuk. Sorry."


Line kaget mendengar suara diseberang telfon, ternyata itu adalah Kemal, rasanya Line malu sekali.


" Eh, sorry. Gue kira teman gue."


" Haha, iya santai. Sibuk banget Line?"


" Enggak. Cuman ngecek laporan aja."


" Oh, kirain. Besok lo sibuk gak?"


" Besok? Kayaknya sih enggak deh, kenapa?"


" Temenin gue jalan yuk. Gue mau nyari kado buat nyokap ulang tahun."


" Oh, tante ulang tahun? Yaudah jam berapa?"


" Sebelum makan siang gimana? Sekalian kita makan siang di luar."


" Oke."


" Oke see you Line. Good Night."


" Night too."


Betapa bahagia nya Line ketika mendengar ajakan Kemal, walau hanya untuk mencari kado ulang tahun untuk mama nya Kemal, tetapi Line sangat bahagia bisa jalan bersama dengan Kemal. Bahkan Line sekarang sudah sibuk memilih baju untuk di pakai nya besok. Line benar benar menyukai Kemal. Line memutuskan untuk beristirahat lebih cepat.


****


Paginya Line bangun sedikit awal, Line memutuskan untuk joging di sekitaran komplek. Setelah menghabiskan waktu satu jam untuk joging, Line pulang kerumah. Ternyata mama nya sedang menyiapkan sarapan di meja makan. Setelah menyapa mama nya, Line langsung ke kamar dan bersih bersih.


Setelah selesai mandi, Line menyusul ke meja makan, disana sudah ada papa nya yang sedang melihat berita pagi. Tak lama Damian menyusul turun ke meja makan.


" Loh, tumben lo belum siap siap Line?"


" Iya, hari ini gue ke kantor agak siangan."


" Kenapa?"


" ........"


****