CELINE

CELINE
Ep 20



"Gue gak bisa. Lo tau, hubungan gue sama Celine bahkan lebih rumit."


" Rumit? Maksud lo?"


" Gue tau kalian bakalan nganggap gue gila. Tapi gue suka sama Celine.."


" Damian..!!"


" Gue tau, gue tau. Gue berusaha buat ngilangin rasa suka gue ke Celine. Tapi saat gue mikir kalau dia suka sama lo, gue emosi. Bahkan pagi sebelum lo sama Celine jalan, gue berantem sama Celine. Gue gak bisa ngendaliin diri gue sendiri."


" Damian, oke Fine gue jauhin Celine, tapi gue mau lo janji sama gue untuk gak pernah mengatakan hal itu ke Celine.."


" Guys, kalian berdua benar benar gila, hal ini cuma bisa nyakitin Celine, percaya sama gue, lebih baik kalian jujur sama Celine tentang hal sebenarnya."


" Gak bisa..!!" Kemal dan Damian menjawab bersamaan.


" Kenapa?"


" Celine menyayangi Damian sebagai abang dan saudaranya, gue gak mau dia kecewa sama Damian. Cukup gue aja yang buat Celine kecewa. Cukup dia kecewa dengan satu orang aja."


" Kalian berdua benar benar gila. Kalau udah kayak gini, gue gak bakalan ikut campur urusan kalian. Tapi saat kalian sadar kalau tindakan kalian ini salah, maka bakalan lebih banyak hati yang tersakiti. Ingat kata kata gue. Gue cabut dulu."


Setelah mengatakan hal itu, Fahrenza pergi meninggalkan mereka berdua di cafe tersebut.


****


Setelah selesai dengan makan siang nya, Line berencana untuk menemui Kemal. Line menebak jika jam segini Kemal dan abang nya Damian sedang bersama teman mereka di Cafe biasa mereka nongkrong.


" Miss, apakah anda akan keluar?"


" Ya, ada apa?"


" Tidak, saya hanya ingin mengingatkan, kalau Miss ada meeting dengan klien jam 3 sore ini."


" Baiklah. Saya hanya akan keluar sebentar. Nanti saya kembali."


" Baiklah Miss. Hati hati di jalan."


Line pergi keluar, Line sangat senang saat melihat mobil Kemal yang terparkir rapi di parkiran, tebakan nya benar jika Kemal dan Damian sedang berada di Cafe itu. Celine berniat untuk mengejutkan Kemal, dan berbaikan dengan Damian.


Line masuk ke dalam cafe dengan sangat hati hati agar mereka tak menyadari kehadiran Line. Saat dekat dengan meja mereka, Line mendengar percakapan mereka berdua..


" Jauhin adek gue.! Lo tau kan kalau gue suka sama Celine."


" Damian..!!"


Damian kali ini benar benar keterlaluan, Damian sudah mengusik kehidupan pribadi Line. Line marah, Line kecewa, Line benar benar kecewa karena mendengar bahwa Damian, abang nya sendiri menyuruh orang yang disukainya untuk menjauhinya.


Ketika melihat Damian yang mendekat, Line lari meninggalkan cafe itu dan bergegas melajukan mobilnya. Line gak mau mendengar apa pun dari Damian, Line benar benar marah. Damian selalu memperlakukan Line seperti anak kecil.


Line menghentikan mobilnya disebuah danau yang sepi dan tenang. Tak banyak orang disana, tempat ini benar benar cocok untuk menenangkan diri. Line keluar dan duduk di tepi jembatan yang ada di tengah danau tersebut. Line menangis sejadi jadinya, Line berusaha menghentikan air matanya, tapi bukannya berhenti, air mata nya seakan tak bisa di kontrol oleh nya. Air mata semakin deras mengalir.


Tak lama, hujan pun mulai turun dengan deras nya, seakan langit menjawab doa Line untuk menyembunyikan kesedihan nya. Line tak berniat untuk beranjak sedikit pun dari sana, Line membiarkan tubuhnya basah oleh air hujan ini.


Samar samar Line mendengar suara seseorang berteriak ke arah nya, Line berusaha melihat siapa orang yang sedang meneriaki nya, tapi percuma saja, Line tak bisa melihat siapa orang itu karena hujan yang deras.


" Hei...."


*****


Setelah meninggalkan Cafe, Fahrenza berkendara tanpa tujuan, dia benar benar kesal dengan dua lelaki bodoh itu. Mereka bahkan gak sadar sudah menyakiti diri mereka sendiri, Fahrenza benar benar penasaran dengan sosok Celine yang mereka bicarakan, sosok yang mampu menjadikan dua orang kuat dan berpengaruh itu menjadi seperti orang bodoh.


Akhirnya Fahren berhenti di sebuah Danau tempat biasa dia menenangkan diri saat pikiran nya sedang kacau seperti sekarang. Tapi tiba tiba hujan turun dengan deras, saat berlari kembali ke dalam mobil, Fahren melihat seorang wanita sedang duduk di pinggir jembatan di tengah danau. Fahren terkejut saat dapat melihat dengan jelas siapa wanita itu, itu adalah wanita resek yang pernah di jumpai nya 2 kali sebelumnya.


Fahren langsung mengambil payung di mobilnya dan berlari ke arah wanita itu dan menariknya agar tak jatuh ke dalam danau itu.


Wanita itu kaget karena tiba tiba ditarik turun dari tepi jembatan itu. Alhasil wanita itu jatuh ke pelukan Fahren. Dia benar benar kaget dan reflek memukul Fahren, tapi pukulan nya dengan cepat di tangkis oleh Fahren dengan satu tangan. Wanita itu tampak terkejut melihat dirinya.


" Lo?"


" Iya gue, Lo gila ya? Hujan deras kayak gini bukan nya berteduh malah duduk sendirian disini."


" Kalau gue gak narik lo, mungkin lo udah nerusin niat lo buat nyebur ke tu danau. Lo tau gak sih kalau Danau ini dalam banget kalau lagi hujan kayak gini?"


" Hah?"


" Dan satu lagi, udah baik gue nyelamatin lo, dan lo malah mau mukul gue."


" Lo beneran gila kayak nya. Siapa yang bilang gue mau loncat ke danau itu? Gue cuma duduk disitu, paham lo?"


Ini cewek benar benar bergengsi tinggi. Bahkan udah ketauan sama gue kalau dia mau loncat, masih juga ngeles.


" Lo kira gue anak kecil ha? Mana ada orang duduk disana hujan deras kayak gini. Apa pun masalah lo, percaya sama gue semua itu pasti ada jalan keluar nya. Sekarang rumah lo dimana? Gue anter pulang."


" Gak, makasih. Gue bawa mobil sendiri."


Ternyata ni orang udah gengsian, sekarang keras kepala pula. Benar benar cewek ribet dan menyusahkan.


" Lo benar benar ya. Yaudah mana kunci mobil lo, biar gue bawa, lo gak mungkin bisa bawa mobil sekarang."


Wanita itu mulai berfikir, karena sekarang dia benar benar kedinginan dan matanya sangat sembab akibat terlalu lama menangis. Fahren tau itu, sepertinya masalahnya sangat lah berat. Wajahnya juga mulai pucat karena terlalu lama dibawah hujan deras.


" Lo tenang aja. Gue gak bakalan ngelakuin hal aneh ke lo. Gue cuma mau nganterin lo pulang."


Wanita itu memberikan kunci mobilnya pada Fahren, dan berjalan menuju mobilnya.


" Rumah lo dimana?"


" Paradise hotel."


" Hah?"


" Gue bakalan tinggal disana. Gue gak mau pulang."


" Oke fine. Gue anter kesana."


" Mobil lo gimana?"


" Orang gue yang bakalan ngambil mobil gue nanti."


Fahren mengantarkan wanita itu sampai ke hotel, niat awalnya setelah mengantar wanita itu, Fahren akan langsung kembali ke kantor nya karena dia ada meeting. Tapi tanpa disangka ketika sampai di hotel, wanita itu jatuh pingsan. Nampak seorang lelaki tinggi besar yang berdiri di pintu masuk hotel langsung menolong dan menunjukan kamar wanita itu.


Fahren penasaran, siapa lelaki ini? Kenapa dia nampak sangat berbahaya sekali.


Setelah mengantar wanita itu ke kamarnya, Lelaki itu mulai berbicara.


" Maaf, perkenalkan, saya Daniel. Pengawal pribadi nona Crystal. Dan anda adalah?"


Oh, ternyata nama wanita itu adalah Crystal dan lelaki ini bodyguard nya. Fahren langsung menjawab pertanyaan Daniel.


" Oh, saya Fahrenza DJ."


" Terimakasih sudah mengantarkan nona kami. Anda sudah bisa meninggalkan nya."


Fahren kesal karena di usir oleh seorang pengawal, Fahren memutuskan untuk menjaga Crystal dan menunggu sampai dia sadar.


" Saya akan menunggu nya sampai sadar."


Bukan apa apa, Fahrenza hanya merasa khawatir dengan Crystal. Takut gadis bodoh ini melakukan hal aneh lagi.


Daniel memanggil karyawan wanita untuk membantu mengganti pakaian Line yang basah. Tak lama Daniel datang bersama dengan seorang dokter.


" Bagaimana keadaan nona Dokter?"


" Ya nona baik baik saja. Nona hanya kecapean dan terlalu lama berada dibawah hujan. Setelah beristirahat, nona muda akan baik baik saja."


Tanpa sadar, Fahren ketiduran saat menunggu Crystal sadar. Entah kenapa, saat berada di dekat Crystal, Fahren merasa sangat nyaman. Fahren tidur sambil duduk di samping tempat tidur Crystal.


******