CELINE

CELINE
Ep 46



Setelah mematikan telfon dari opa nya, Aleena hanya duduk melihat Sean yang sedang main PS. Tiba tiba Aleena berteriak yang membuat Sean terkejut..


" Aaaaaa...!!! Gawat Sean."


" What's wrong Aleena?"


" Opa bilang Dinner nya lusa..."


" Ya terus?"


" Lusa itukan jadwal kita berangkat ke Tokyo. Gimana dong?"


" Ya kan jadwal kita berangkat malam Aleena. Selesai Dinner lo langsung ke bandara."


" Lo kira acara dinner tu sebentar."


" Sudah sudah, nanti aunty bantuin ngomong sama opa kamu."


" Yeyyy..!! Aunty emang yang paling best.."


Aleena langsung memeluk aunty nya.


****


Lusa pun tiba, Aleena akhir nya terjebak disini, dinner bersama dengan salah satu teman opa nya. Padahal pukul 23:30 pesawatnya akan berangkat. Padahal aunty nya sudah membantu Aleena memberikan alasan, tapi memang dasar opa nya terlalu keras kepala.


" Ada apa Aleena? Dari tadi opa lihat kamu hanya memandangi jam tangan terus."


" Iya ini udah jam 21:30 opa."


" Lalu kenapa? Bahkan ini belum jam 10 malam. Ini dinner pertama kita Aleena, sekalian opa akan mengenalkan kamu dengan calon tunangan kamu."


" Come on opa, kita udah punya kesepakatan. Kalau dari awal udah kayak gini, gimana kedepannya?"


" Percaya lah Aleena, kamu gak akan menolak lelaki ini. Dia adalah lelaki yang sangat cocok dengan kamu."


" Terserah, jika jam 22:00 tepat dia belum muncul, Aleena akan menyusul Sean ke bandara. Opa gak punya alasan buat nahan Aleena lebih lama lagi. Aleena benar benar harus pergi opa."


Aleena benar benar kesal, disaat seperti ini malah opa nya malah asik mengobrol dengan teman nya itu. Bahkan lelaki yang di maksud belum nampak tanda tanda dia akan datang.


" Maaf Aleena, kamu jadi menunggu cucu kakek terlalu lama, tapi kakek pastikan dia akan datang kemari."


" Iya... kek. Aleena masih bisa menunggu sebentar."


" Beruntung nya kamu Albert, Aleena adalah cucu yang sangat manis, dan juga penyabar. Saya rasa Aleena sangat cocok dengan karakter Javen yang berkebalikan."


" Ya aku rasa juga begitu, apalagi Javen sekarang tumbuh menjadi lelaki yang sangat tampan. Sangat pas jika di pasangkan dengan Aleena cucuku."


Aleena hanya mendengar pembicaraan para orang tua ini, dirinya benar benar kehabisan kesabaran, waktu sudah menunjukan pukul 10 malam, tapi lelaki itu benar benar tak muncul. Aleena benar benar tak suka dibuat menunggu.


" Maaf kakek, Aleena harus menyusul Sean ke bandara sekarang. Aleena benar benar menyesal gak bisa menunggu lebih lama lagi. Karena pesawat Aleena sebentar lagi akan berangkat."


" Baiklah Aleena, kakek juga minta maaf karena membuat kamu menunggu sangat lama. Kakek akan pastikan, Javen akan meminta maaf secara langsung kepada kamu."


" Gak perlu repot repot kek, seharusnya Aleena yang meminta maaf karena harus pergi padahal acara dinner kita belum selesai."


" Kakek paham Aleena, kamu memiliki pertemuan yang tak bisa di abaikan begitu saja."


" Terimakasih pengertiannya kakek. Opa, kakek, Aleena jalan dulu, jangan pulang terlalu larut. Bye."


Aleena berhasil meninggalkan opa nya disana, Aleena benar benar tak habis pikir, lelaki macam apa yang membuat seorang wanita menunggu terlalu lama. Ketika berjalan keluar, Aleena tak sengaja menabrak seorang lelaki.


" Sorry, sorry. Gue lagi buru buru."


" It's okey. Gue juga salah, jalan gak lihat lihat."


" Oke."


Setelah aksi kebut kebutan di jalanan menuju bandara, akhirnya Aleena sampai dengan selamat di bandara, waktunya benar benar mepet sekali. Setelah memasuki pesawat, Aleena mendapat ceramah dari Sean karena hampir ketinggalan pesawat.


" Oke Sean, yang terpenting gue gak ketinggalan pesawat oke? Gue capek mau istirahat."


" Jadi gimana bisa lo telat banget?"


" Gue nunggu tu cowok sampai jam 10, gila kali tu orang, bahkan dia gak nongol sama sekali. Fix gue gak akan mau di ajakin dinner lagi."


" Hahahaha, jadi lo cuma nemenin opa doang?"


Aleena tambah kesal melihat Sean yang menertawakan nya. Aleena memilih untuk beristirahat, karena diri nya benar benar lelah. Belum lagi dengan pakaiannya saat ini, Aleena benar benar tak ada waktu untuk sekedar mengganti pakaiannya.


****


Tampak seorang lelaki tergesa gesa memasuki sebuah restoran Itali sambil terus melihat hp nya. Lelaki itu adalah Javendra Curtis, atau lebih dikenal sebagai Mr. Javen. Cucu dari seorang Michael Curtis, seorang pembisnis di bidang transportasi.


" Sorry, sorry. Gue lagi buru buru."


" It's okey. Gue juga salah, jalan gak lihat lihat."


" Oke."


Gadis itu benar benar langsung meninggalkan nya disana. Selama ini belum pernah sekali pun dirinya menerima perlakuan seperti itu, setiap gadis yang melihat nya maka akan betah berlama lama menatap nya.


Lelaki itu kemudian mengingat kembali tujuan nya datang ke restoran ini. Dirinya berjanji akan dinner dengan kakek dan teman kakek nya. Javen tau jika kakek nya akan mengenalkan dirinya lagi dengan seorang perempuan.


Tapi jujur saja, Javen benar benar bosan, diantara semua wanita yang di kenalkan opa nya, tak satupun yang dapat menarik perhatian nya. Malam ini Javen sengaja datang terlambat, karena benar benar malas untuk berlama lama berurusan dengan wanita yang akan dikenalkan kakek nya.


Sesampainya di meja kakek nya, Javen sama sekali tak melihat seorang wanita pun disana, Javen sangat senang melihat itu.


" Hai kakek, maafin Javen karena telat, jalanan macet parah. Javen juga banyak kerjaan di kantor tadi. Padahal udah di buru buru buat sampai disini."


" Sudahlah Javen, percuma saja kamu menjelaskan pada kakek, toh juga orang yang akan kakek kenalkan sama kamu baru saja pergi. Dan ini adalah Albert, teman kakek. Kamu pernah bertemu dengan nya saat kecil. Panggil Opa saja."


" Hallo opa, maafin Javen, Javen benar benar gak bermaksud buat opa lama nungguin Javen. Tadi benar benar sibuk banget di kantor, karena klien yang tiba tiba datang."


" Gak papa Javen, cucu opa saja yang sangat tidak sabar menunggu. Opa minta maaf karena cucu opa pergi duluan, karena memang dia harus pergi keluar negeri bersama kembaran nya."


" It's okey opa. Kita bisa bertemu lain waktu."


Javen sangat senang karena gak harus berurusan dengan type type wanita menyebalkan seperti biasanya. Lagipula Javen bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk menolak gadis yang akan di jodohkan dengan nya.


****


Sudah hampir sebulan Aleena dan Sean keliling dunia untuk meyakinkan beberapa calon investor mereka agar mau bekerja sama dengan perusahaan mereka. Aleena sudah berhasil menggait beberapa perusahaan besar untuk bekerja sama dengan perusahaan mereka. Aleena hanya tinggal bertemu dengan CEO dari JC Group untuk bekerjasama dengan mereka.


Menurut informasi dari Sean, CEO dari JC Group sedang berada di Indonesia. Sedangkan Aleena dan Sean masih berada di Sydney. Sean yang bertindak sebagai sekretaris pribadi Aleena berhasil membuat janji dengan CEO JC Group, dan mereka akan di jadwalkan bertemu 3 hari lagi.


Aleena berencana untuk langsung menuju Indonesia ketika urusan mereka di Sydney selesai. Aleena berencana untuk istirahat di Indonesia saja, sedangkan Sean memilih untuk tinggal 1 hari lebih lama.


Sesampainya di Indonesia, lebih tepatnya Jogjakarta, Aleena langsung menuju Villa yang sudah di pesan sebelumnya. Jogjakarta sedikit mengingatkan Aleena dengan kenangan masa lalu nya, kenangan pahit ketika seorang teman dekat nya mengkhianati nya.


" Seandainya ada sedikit saja kenangan yang benar benar indah disini, mungkin sekarang gue lagi hang out bareng teman teman gue. Salahnya, gue gak pernah bener bener punya teman di kota ini."


Aleena ingin menikmati suasana malam di kota ini, setidaknya untuk mencari sedikit kenangan indah sewaktu dirinya masih tinggal di kota ini, mengistirahatkan pikiran nya walau hanya sejenak. Aleena memutuskan untuk berjalan jalan sembari mencari makanan untuk makan malam nya.


Aleena berhenti di salah satu cafe outdoor dan memesan makanan, Aleena memutuskan untuk ke lantai dua sembari menikmati keindahan kota. Cafe ini benar benar ramai sekali, banyak mahasiswa mahasiswa yang berkumpul bersama teman teman nya sembari mengerjakan tugas. Ada pula yang datang bersama dengan kekasih nya.


Aleena hanya melihat sejenak, sampai pesanan nya datang. Aleena menikmati coklat panas yang di pesan nya sembari melihat keramaian yang ada. Kawasan di daerah ini lumayan ramai saat malam hari. Selagi menikmati keindahan kota, tiba tiba ada yang menyapa Aleena.


" Hai, excuse me? Sendirian?


" What?.."


****