CELINE

CELINE
Ep 51



" Maaf nona, pada pesan yang ditinggalkan oleh beliau, beliau menyebutkan untuk tidak memberitahukan hal itu pada siapapun termasuk nona. Beliau ingin nona menjalani hidup yang bahagia tanpa harus tau masalah yang terjadi, beliau juga berpesan agar saya hanya menyampaikan tentang warisan saja. Saya minta maaf sekali lagi nona."


" Saya sarankan agar lebih baik bapak memberitahukan hal itu pada saya sekarang. Biar bagaimanapun, papa tetap papa saya. Saya ingin mengetahui hal yang sebenarnya terjadi. Jadi tolong pak.."


" Maafkan saya nona, memang lebih baik anda tidak mengetahui hal ini. Karena ini bisa jadi merupakan aib dari keluarga beliau."


" Baiklah, jika bapak tetap bersikeras untuk menutupi apa yang sebenarnya terjadi, saya akan memakai cara saya sendiri untuk mengetahuinya. Dan saya akan meminta maaf terlebih dahulu jika seandainya kedepannya saya akan mengganggu privasi bapak."


Gue benar benar meninggalkan pak Yohan diruang tamu rumah itu. Gue bakalan minta penjelasan dari aunty Riska adik papa, mungkin dia tau sesuatu atau apapun itu, dan pilihan terakhir gue ada pada Sean, gue bakalan minta Sean untuk mencari tahu hal apa yang sebenarnya disembunyikan oleh pak Yohan. Tak lama mami dan papi menyusul gue ke mobil bersama Sean. Kami pun pulang kerumah. Sesampainya dirumah, gue langsung mengunci diri di kamar, gue benar benar gak menyangka akan kehilangan papa begitu cepat, bahkan disaat terakhirnya gue bahkan gak bisa berada di sisinya untuk menemaninya.


" Papa, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa papa pergi dengan cepat, kenapa papa ninggalin Line? Line bahkan gak sempat untuk mengucapkan terimakasih sama papa, bahkan Line gak bisa menemani papa disaat terakhir papa.."


Kesedihan ini benar benar kesedihan yang luar biasa, bahkan untuk saat ini gue gak bisa berkata apa apa lagi selain menangis menumpahkan semua kesedihan yang ada di hati gue.


****


Sudah sebulan berlalu sejak papa meninggal, gue gak menunjukan kesedihan gue pada siapapun, termasuk mami dan papi. Bahkan mereka sempat mengkhawatirkan gue, setelah waktu itu gue menemui aunty Riska, aunty hanya mengatakan jika dirinya sama sekali tak mengetahui kronologis meninggalnya papa. Gue sempat putus asa, bagaimana bisa kematian papa begitu tiba tiba, dan bang Alfa bilang kalau racun yang menyebabkan kematian papa bukan racun yang langsung mematikan, racun itu adalah racun yang menggerogoti tubuh papa secara perlahan dan menyebabkan kematian jika di konsumsi sejak lama. Gue benar benar harus menemukan Damian terlebih dahulu, hanya dia yang bisa ngasih gue penjelasan.


" Aleena?"


" Eh, bang Alfa? Kapan masuk?"


" Baru aja, dari tadi abang ketuk pintunya, kamu gak jawab, makanya abang masuk. Abang kira kamu masih tidur."


" Maaf bang, Aleena gak tau abang ngetuk pintu, gak kedengaran. Hehehe."


" Kamu masih mikirin Keluarga Damian ya?"


" Hah? Enggak kok bang. Aleena.."


" Abang bakalan kasih tau kamu, tapi dengan syarat."


" Syarat?"


" Ya, syarat.. Ketika kamu tau apa yang sebenarnya terjadi, kamu harus tetap bersikap seolah olah kamu gak tau apa apa. Dan jangan pernah berfikir untuk balas dendam atau apapun."


" Abang tau kan gimana Aleena..."


" Abang tau, karena abang yang paling tau bagaimana kamu Aleena. Abang gak mau kamu hidup bersama dendam yang membuat kamu gak bahagia. Udah cukup selama ini kamu menderita Aleena, udah cukup kamu dikhianati, abang gak mau ngeliat kamu seperti itu terus."


" Jadi?"


" Kamu harus janji sama abang."


" Aleena akan cari tau sendiri."


" Silahkan, abang gak akan ngelarang kamu untuk mencari tau hal ini. Tapi ingat, Sean gak akan bantuin kamu. Dan sekarang, pak Yohan ada di bawah bersama dengan aunty Riska."


" Aleena gak mau ketemu pak Yohan, dia akan bersikeras untuk menyerahkan semua warisan itu. Aleena gak mau, bilang ke pak Yohan alihkan saja ke aunty Riska. Aleena gak akan menerima satu peser pun sebelum mengetahui semua hal yang menimpa papa."


" Baiklah, abang akan berbicara pada mereka."


Setelah percakapan itu bang Alfa keluar dan gue tetap berhadapan dengan Laptop di balkon kamar gue. Beberapa jam kemudian, gue lihat mobil pak Yohan dan aunty Riska mulai meninggalkan pekarangan rumah, dan tentu saja gue tetap gak menemui mereka. Kemudian mami masuk bersama dengan papi.


" Aleena sayang, kamu gak kedinginan sayang? Masuk yuk."


" Gak papa pi, Aleena kan udah biasa disini."


" Tapi sayang, kalau kamu sakit gimana?"


" Mami sayang, Aleena ini strong loh. Sakit itu takut tau dekat dekat sama Aleena, hehehe."


" Kamu ini ada ada saja."


" Bagaimana mi?"


" Apanya sayang?"


Gue menunjuk ke arah mobil pak Yohan keluar.


Mami melihat ke arah papi, kemudian papi yang menjawab.


" Semua properti Remos akan di lelang, lalu seluruh pendapatannya akan dijadikan modal untuk membangun sebuah Yayasan dan Sekolah, semua akan di tangani oleh Riska dan suaminya. Karena mereka gak mau melanjutkan bisnis keluarga Remos, makanya papa sarankan untuk mendirikan sebuah sekolah dan yayasan yang akan sangat bermanfaat untuk semua orang. Tapi mereka bersikeras untuk tetap menjadikan kamu sebagai pemilik seluruh kekayaan itu, mereka gak mau kamu menolak karena itu permintaan mereka secara pribadi. Selama kamu belum mau menerima, mereka yang akan mengelolah nya."


" Ya biarkan saja, apapun yang mereka lakukan terserah mereka saja."


" Lalu, ada undangan makan malam keluarga bersama Opa malam ini Aleena. Bagaimana?"


" Ya Aleena akan bersiap siap mi."


" Tapi sayang..."


" Aleena akan mengatakan dengan jelas ke Opa, bahwa Aleena akan menolak perjodohan dengan keluarga Curtis. Kalau enggak, opa akan terus mendesak Aleena."


" Baiklah sayang."


****


Makan malam keluarga pun di adakan, setelah makan malam, papi sibuk berbicara masalah bisnis dengan Uncle Haikal dan Opa, sedangkan mami juga sibuk membicarakan masalah restoran dengan aunty Ana. 15 menit kemudian Opa mengatakan jika ada hal yang ingin dikatakan.


" Baiklah Aleena, bagaimana kamu akan bertindak sekarang tentang cucu keluarga Curtis?"


" Opa, kali ini Aleena akan mengatakan dengan jelas, kalau Aleena MENOLAK perjodohan dengan Javendra."


" Jangan bertindak bodoh Aleena, opa melakukan ini semua demi kamu."


" Aleena gak peduli apa yang akan opa lakukan, tapi ini hidup Aleena, jangan pernah paksa Aleena untuk urusan ini lagi, jika opa masih bersikeras dengan perjodohan itu, Opa hanya akan Aleena anggap seperti orang asing yang kebetulan berhubungan darah."


" Aleena..!! Jangan kurang ajar kamu..!!"


" Aleena gak kurang ajar opa, Aleena hanya mengatakan fakta yang akan terjadi. Ini hidup Aleena, opa gak berhak mengatur kehidupan Aleena."


" Apa kamu gila? Keluarga Curtis bukan keluarga sembarangan, hanya mereka yang bisa disandingkan dengan kita. Tidak seperti pria pria yang dulu pernah dekat dengan kamu. Bahkan dengan sedikit tekanan, mereka langsung menjauhi kamu."


" Apa maksud opa?"


" Kamu ingat anak laki laki dari keluarga De Jongh? Opa hanya menemui nya sekali, dan dia sudah langsung mundur, lemah sekali. Bagaimana bisa dia ingin bergabung dengan kita. Nafsu makannya terlalu besar."


" Opa benar benar keterlaluan, jadi ini semua kerjaan opa? Terima kasih kalau begitu, dengan ini keyakinan Aleena untuk menolak jodoh yang opa pilihkan akan semakin kuat..!!"


" Kamu gak perlu repot repot menolak perjodohan ini, karena keangkuhan kamu itu, Javendra sudah membatalkan perjodohan ini, bagaimana bisa kamu bertindak bodoh dengan mengatakan hal yang tidak perlu di hadapan nya."


" Opa cukup..!! Aleena berhak memilih jalan hidup nya sendiri, bagaimana bisa Opa menjual Aleena pada keluarga Curtis, dan sekarang mereka benar benar menginjak harga diri Aleena, tapi opa masih tetap menyalahkan Aleena?"


" Memang apa yang bisa dibanggakan dari seorang Aleena, Alfa? Bahkan mempertahankan apa yang dia miliki saja dia tak mampu. Lalu apa yang bisa di bandingkan dengan Javendra?"


" Papa...!! Cukup..!!"


" Sepertinya kalian kompak sekali menyudutkan papa dan membela Aleena, kamu lihat Aleena kamu berhasil menyatukan mereka semua untuk membantah Opa, setidaknya itu adalah satu keahlian kamu."


" Dari awal Paradise Group bukan punya saya, saya hanya kebetulan mendapatkan nya. Lalu satu hal yang perlu anda ingat tuan Alberto Maxime Voodee, saya Aleena Fransisca Voodee akan melepas nama Voodee di belakang nama saya agar anda tidak merasa malu mempunyai cucu yang tidak bisa di banggakan seperti saya ini. Semua orang disini akan menjadi saksi jika saya Aleena Fransisca bisa berdiri dengan kaki saya sendiri seperti papi saya tanpa menggunakan nama keluarga. Dan tolong sampaikan pesan saya pada Javendra Curtis dari JC Group, saya akan membuat perusahaan saya layak untuk bersaing dengan perusahaan nya."


" Aleena sayang, kamu jangan bertindak gegabah sayang."


" Maaf mami, cukup sampai disini saja Aleena di rendahkan, cukup sampai disini saja harga diri Aleena di injak. Dan ini adalah jalan yang Aleena pilih. Aleena akan buktikan pada semuanya jika Aleena mampu.."


" Baiklah, silahkan kamu membuktikan. Opa akan memberikan kamu waktu 3 tahun, jika kamu berhasil, opa tidak akan mengatur kehidupan kamu lagi, dan seluruh bisnis Real Estate yang opa punya akan menjadi milik kamu, tapi jika dalam waktu 3 tahun kamu tidak bisa membuktikan ucapan kamu, maka kamu harus menuruti semua yang opa katakan. Dalam 3 tahun, kita akan berkumpul lagi disini untuk melihat siapa yang memenangkan pertaruhan ini. Bagaimana?"


" Opa akan menyesali apa yang telah opa katakan pada hari ini."


" Kita lihat saja."


Setelah selesai dengan acara taruhan yang membuat seluruh keluarga heboh, Aleena bisa beristirahat di kamarnya. Bagaimana tidak heboh, hal yang mengejutkan adalah, hal itu malah menjadi ajang semua ingin ikut bertaruh untuk siapa yang akan menang, bahkan mami dan papi juga ikut bertaruh. Mereka benar benar mempertaruhkan segala hal.


Aleena akhirnya terlelap mengistirahatkan semuanya. Mengistirahatkan mata, hati dan pikirannya. Karena hari esok adalah hari yang benar benar berbeda, Aleena akan benar benar sibuk untuk memenangkan pertarungan ini.


*** ### ***