CELINE

CELINE
Ep 34



Keesokan harinya Aleena tidak masuk kuliah, Alfa sudah mengajukan cuti seminggu untuknya dengan alasan sakit. Saat sedang menonton TV, hp Aleena berbunyi, ada panggilan masuk dari Daniel.


" Bos...!! Gawat...!! Ini Emergency."


" Daniel, gue gak tuli, lo gak perlu teriak idiot."


" Tapi ini gawat bos... Perusahaan kita bos.."


" To the point Daniel..!"


" Pagi ini tiba tiba di parkiran Basement terjadi kebakaran. Padahal selama ini gak pernah ada kejadian ini. Banyak wartawan yang ngeliput di depan gedung perusahaan kita sekarang, ada juga wartawan majalah gosip, kayak nya ada yang bocorin identitas lo. Belum lagi Club kita tadi malam di serang oleh orang orang gak di kenal."


" Oke santai. jelasin pelan pelan oke. Ini gue siap siap buat ke kantor sekarang."


" Jangan bos. Takutnya ini jebakan untuk ngebuat lo muncul. Gue yakin ini pasti ulah Damian."


" Gak mungkin. Buat apa Damian ngelakuin semua hal ini?"


" Apapun alasan nya pokoknya lo jangan kemana mana bos. Gue yakin Damian udah ngutus orang buat mata matain rumah lo. Gue cuma ngabarin supaya lo gak bertindak sembarangan."


" Oke thank's Daniel. Gue bakal urus masalah ini."


" Oke bos."


Aleena menghampiri mami dan papi nya di meja makan yang sedang sarapan. Aleena menceritakan hal itu pada mami dan papinya. Papi nya langsung menghubungi teman nya dari pihak kepolisian untuk mencari tahu tentang masalah ini sampai selesai. Mami juga mengirim beberapa orang untuk membantu disana. Tiba tiba Alfa datang dan bergabung untuk sarapan.


" Ada apaan ni kok kayak nya rame banget pagi pagi?"


" Ada masalah sama perusahaan bang."


" Masalah apa?"


" Kayak nya ada yang ngeboikot perusahaan. Gue juga gak yakin siapa dalang nya. Tapi Daniel curiga banget sama Damian. Terus katanya identitas Aleena juga kebongkar."


" Kebongkar gimana?"


" Aleena juga gak tau kondisinya. Tapi Daniel bilang ada Wartawan majalah gosip juga disana. Daniel curiga ini kerjaan Damian supaya Aleena muncul."


" Gak mungkin lah."


" Kenapa?"


" Biarpun abang gak suka sama Damian, tapi abang tau Damian bukan pengecut yang bakalan ngelakuin hal itu."


" Ya, Aleena setuju kalau itu."


" Jadi gimana? Kamu mau ke kantor?"


" Iyap. Kasian Daniel kalau Aleena jadiin tameng terus. Daniel udah banyak bantu Aleena selama setahun ini ngurus perusahaan."


" Yaudah bareng abang aja."


" Abang gak ke rumah sakit emang?"


" Abang libur."


" Oh. Yaudah."


Setelah selesai sarapan, Aleena dan Alfa berpamitan pada orang tuanya. Mami nya juga mengatakan kalau mereka akan berangkat ke Dubai untuk urusan bisnis selama beberapa hari dan berpesan pada Alfa untuk menjaga Aleena.


Sesampai nya di kantor, benar saja, banyak sekali orang orang yang berdesakan di depan kantor, dan juga ada beberapa polisi yang sedang memeriksa soal kebakaran itu.


" Kita masuk lewat mana kalau kayak gini bang?"


" Kamu nanya abang?"


" Iyalah."


" Kalau gitu abang tanya siapa dong?"


" Iiiiihh, Serius bang."


" Nih pakai."


Alvaro memberikan Aleena kacamata dan topi. Alvaro juga meminta bantuan polisi yang dikenalnya untuk menolong mencarikan jalan masuk supaya wartawan gak sadar. Setelah berhasil memasuki gedung perusahaan, Aleena dan Alvaro langsung ke ruangan Aleena. Di sana Daniel dan Skoci sudah menunggu.


" Skoci? Lo disini juga?"


" Yap, club kita merugi cukup banyak Aleena. Gue gak tau ******** mana yang udah ngirim anak buah nya buat ngerusuh di club kita."


" Sialll...!! Apa apaan semua ini?"


" Your language, Aleena..!"


" Maaf bang."


" Kamu perempuan, perhatikan bahasa kamu. Abang gak mau dengar perkataan kasar keluar dari mulut kamu. Semarah apapun kamu, paham?"


" Paham bang."


" Baru kali ini gue liat lo takut sama orang Aleena. Pengen ngakak gue. Hahaha."


Alfa langsung menatap Skoci, Skoci yang mendapat tatapan langsung dari Alfa berhenti ketawa.


" Kalian juga, sebagai teman Aleena, setidaknya jaga bahasa kalian. Karena lewat perkataan, kalian bisa di nilai dengan mudah oleh seseorang. Saya tau kalian biasa seperti itu dalam menjalani bisnis hitam, tapi saya harap, ketika bersama Aleena, singkirkan kata kata kasar itu."


" Ba.. Baik..."


" Panggil saya Alfa. Umur kita gak jauh beda kok. Sekarang fokus pada masalah awal."


" Untuk pelaku pembakaran basement, udah jelas itu ulahnya Clara, Clara juga yang memberikan informasi terjadi kebakaran pada wartawan. Dia sempat terekam CCTV dan sekarang masih di cari polisi."


" Clara?"


" Clara yang gue pecat waktu itu."


" Oh, wanita itu. Berani banget dia nyari masalah sama gue, gue bakalan tunjukin sama dia, apa akibatnya nyari masalah sama gue."


" Kamu mau ngapain Aleena?"


" Tenang aja bang, Aleena gak akan ngebunuh orang kok. Aleena gak akan mengotori jas putih bersih abang."


Alfa tau banget sifat Aleena dari dulu, jika ada seseorang yang mencari masalah padanya, maka dia gak akan segan segan melakukan hal apa pun pada orang itu. Tidak memandang pria atau wanita.


" Masalah kita sekarang, yang nyerang club kita benar benar orang yang terorganisasi. Kita menangkap satu orang, tapi sebelum kita mendapatkan informasi, dia mati duluan."


" Racun Skoci. Gue yakin ada racun di mulutnya, menurut lo kelompok mana yang menggunakan metode itu?"


" Kalau yang menggunakan metode itu banyak Aleena, bahkan kita akan kesusahan mencari dalang nya jika hanya seperti itu. Bahkan beberapa anak buah gue juga kayak gitu."


" Abang bisa bantu kamu nyari informasi itu."


" Hah? Orang yang kita cari dari wilayah bawah abang, bahkan Daniel sama Skoci aja belum tentu bisa nemuin siapa dalang nya.."


" Itu karena mereka gak punya wewenang lebih Aleena. Keluarga kita gak semudah kelihatan nya, papi dan mami bukan orang sembarangan. Kita bisa gunain koneksi papi sama mami untuk mencari tau hal itu."


" Serius bang?"


" Iya abang serius."


" Baru tau Aleena kalau ternyata abang berani main main ke wilayah hitam."


" Abang bukan cuma dokter Aleena, abang ini anak laki laki pertama keluarga Voodee dan cucu laki laki pertama keluarga Code, jadi abang harus siap sedia. Ya walaupun papi sama mami gak pernah membatasi cita cita abang untuk jadi dokter, abang sadar diri aja. Koneksi itu penting, apalagi kalau koneksi itu udah terjalin lama."


" Abang ngomong kayak gitu udah kayak kakek kakek tau."


" Ya ya ya, terserah kamu. Tapi kamu harus tau siapa papi dan mami kita. Lagi pula anak buah papi dan mami masih banyak yang tersisa di wilayah hitam."


" Papi sama mami?"


" Yap, sampai 16 tahun yang lalu, papi dan mami adalah Mafia besar Aleena. Sampai sekarang, anak buah nya tersebar diseluruh dunia menjadi penguasa di wilayah hitam, walaupun mereka gak pernah berurusan secara langsung dengan wilayah hitam, anak buah mereka masih sangat setia. Mungkin kalian pernah dengar nama NOTE. "


" Note? Gue gak pernah dengar tuh." Jawab Skoci.


" Gue... Gue tau... Bokap gue, dulunya salah satu bawahan Note. Tapi bokap gue meninggal karena sakit. Gue udah lama nyari pimpinan Note untuk menyampaikan pesan terakhir bokap gue, tapi dulu gue masih kecil dan gak tau apa apa tentang Note. Kayaknya takdir gue memang selalu terikat sama keluarga lo. Bokap gue dulunya bawahan bokap lo, dan sekarang gue jadi bawahan lo Aleena."


" Serius Daniel?"


" Yap. Kalau memang bokap lo pimpinan Note, lo gak perlu khawatir Aleena, gue pastiin dapatin identitas kelompok yang nyerang club kita."


" Kalian salah, pimpinan Note itu bukan papi kita, tapi mami."


"Hah?..........


****