CELINE

CELINE
Ep 52




3 Tahun Kemudian -



Tampak banyak sekali wajah wajah cemas yang sedang melihat ke arah yang sama, yaitu layar besar di hadapan mereka. Seperti akan ada badai besar yang akan terjadi.


" Bagaimana kalian akan menjelaskan semua ini?"


" Maaf nyonya. Kami akan segera memperbaiki kesalahan ini."


" Lakukan, saya ingin hasil yang benar saat rapat siang ini."


" Baik nyonya."


Beberapa orang yang sedang berdiri itu langsung meninggalkan ruangan bos mereka.


" Come on sister, muka lo sekarang udah kayak mau makan orang."


" Iya, lo duluan yang bakalan gue makan. Gimana sih sama tim lo. Atur yang bener dong."


" Hahaha, santai sis. Oiya gimana? Merasa lebih baik?"


" Yeah, berkat kerja keras semua orang, gue udah mulai bisa menerima semuanya. Apalagi waktu itu kita emang lagi sibuk sibuknya.


" Baguslah kalau begitu."


Ya, dua tahun yang lalu Aleena mendapat kabar bahwa Damian meninggal dunia, Damian meninggal saat mengikuti balap liar. Menurut informasi yang di dapat setelah mengetahui papanya meninggal, Damian sering keluar masuk club dan balapan liar. Dirinya benar benar tenggelam dalam keputus asaan. Apalagi sejak mendengar dia kehilangan haknya atas seluruh harta kekayaan papanya.


Selama ini hidupnya di biayai oleh aunty Riska. Mereka benar benar tak bisa mengontrol Damian, mereka sangat menyesal akan hal itu dan merasa sangat bersalah. Lalu kabar mengenai Vanilla akhirnya terbongkar, Vanilla Zarsya ZEn'S meninggal tepat sebulan setelah anak kandungnya meninggal. Dan orang yang selama ini menyamar sebagai Vanilla adalah mantan dari Rendi Remos yang menyimpan dendam padanya.


Kemudian setengah tahun yang lalu dirinya tertangkap karena kasus penipuan dan pembunuhan Rendi Remos. Semua nya berjalan dengan lancar. Aleena juga sudah bisa menerima semua kenyataan yang ada dan terus melangkah maju. Aleena tumbuh menjadi sosok wanita yang kuat. Rasa sakit benar benar mendewasakan nya.


Tok...tokk.....tokkk.


" Masuk.."


" Wah, ada apa dengan suasana di luar?"


" Hahaha, Aleena baru saja mengundang badai bang. Makanya diluar mendung gitu."


" Ada apa lagi Aleena?"


" Aduh bang Alfa, ini udah kesalahan yang kesekian kali. Mereka benar benar menguji kesabaran Aleena. Bagaimana bisa ada banyak sekali kesalahan pada program Game yang mereka buat."


" Maklum saja, mereka belum tidur berhari hari untuk mengerjakan itu Aleena, juga yang mereka kerjakan bukan hanya satu."


" Nah disitu letak kesalahan nya, mereka selalu merasa bisa mengerjakan semuanya sendirian, Padahal Aleena udah menyuruh mereka untuk membagi Tim agar semua nya bisa lebih fokus pada 1 hal yang mereka kerjakan. Tapi liat saja, bahkan nama nama tim nya belum ada sampai sekarang."


" Hahaha, kamu terlalu memaksakan diri Aleena."


" Sean juga tu, dia gak bisa menghandle tim nya sendiri, masak cuma masalah sepele harus Aleena juga yang ngurus."


" Loh itu kan emang tugas lo, gue cuma seorang programmer, jadi selain dari itu adalah tugas lo."


" Lo tu ya..."


Saat sedang berdebat, mami dan papi mereka datang dan menghentikan perdebatan mereka.


" Aduh kalian ini, saking asiknya berdebat sampai gak tau mami sama papi datang."


" Hehehe, mami, papi... Aleena kangen banget. Gimana kabar Moana?"


" Ya adik kamu itu protes karena kalian tidak ada yang mengunjungi dia disana."


" Hehehe, nanti deh Aleena telfon. Maklum mi lagi sibuk banget. Belum lagi Sean tu bikin masalah mulu."


" Loh kok gue sih."


" Ya emang elu."


" Sudah sudah, kalian ini. Bagaimana kalau nanti kita makan siang bersama, sudah lama kita tidak berkumpul."


" No no no. Sean masih ada program yang harus di benerin, kalau enggak nanti Ibu direktur akan marah."


" Aleena juga harus menemui beberapa klien mi, dan udah janji bakalan makan siang bareng."


" Kalian ini, perusahaan punya kalian tapi kenapa kalian seperti bekerja untuk orang lain."


" Wah, mami gak tau aja, bang Alfa itu lebih parah dari orang lain, bahkan bang Alva tega mi nyuruh kita berdua lembur. Ya kan Sean?"


" Wah kalian luar biasa ya, bagaimana bisa kalian jadi kompak ketika menyudutkan abang. Baiklah, kalau memang seperti itu, gaji kalian akan abang kurangi bulan ini karena kerja kalian berantakan."


" Abanggggg...!!!!!!!"


Ya pada akhirnya Alfa bergabung dengan perusahaan, Alfa menyadari jika bisnis keluarga ini gak kecil, dan gak akan bisa di kelolah oleh satu orang saja. Berkat bantuan Alfa, Aleena dan Sean berhasil mengembangkan perusahaan mereka dalam waktu 3 tahun ini. Perusahaan mereka telah menjadi perusahaan Game terbesar.


" Baiklah baiklah, tapi jangan lupa makan malam nanti. Opa sudah memesan tempat untuk kita makan malam."


" Iya mi."


Aleena ingat bahwa hari ini adalah hari perjanjian nya dengan opa nya. Dan dirinya benar benar ingin sekali berteriak di depan opanya bahwa dirinya berhasil mengembangkan perusahaan bersama dengan saudara saudaranya.


Setelah mami dan papi nya pergi, Aleena juga bergegas untuk pergi keluar untuk menemui klien nya. Setelah selesai meeting dengan klien, Aleena bergegas ke sebuah restoran karena dirinya ada janji makan siang dengan seseorang. Sesampainya di restoran tersebut, Aleena melihat bahwa seseorang itu sudah menunggu nya di sana.


" Aduh maaf ya telat, klien nya tadi benar benar bawel banget ya ampun."


" Iya gak papa. Minum dulu, capek banget kayaknya."


" Iya gimana gak capek coba. Mereka ngirim orang yang gak ngerti sama sekali tentang game. Jadi kayak ngajarin anak TK, harus jelasin dari awal."


" Aduh kasian nya teman gue. Yaudah makan dulu, nanti lagi ceritanya. Gue udah pesanin kamu makanan."


" Makasih Jun-ku. Hehehe."


Ya Aleena sedang bersama dengan sahabatnya Chen Ho Jun. Lelaki keturunan cina korea ini adalah lelaki yang berhasil meluluhkan dingin nya hati Aleena. Aleena bertemu dengan Jun saat pesta ulang tahun opa nya dua tahun yang lalu. Jun adalah lelaki yang pengertian dan sabar. Awalnya Aleena hanya mengabaikan Jun, tetapi sosok Jun yang sangat sabar menghadapi Aleena, Aleena mulai memperhatikan nya, Jun cukup pengertian untuk selalu ada di saat Aleena terpuruk untuk kesekian kalinya.


Jun benar benar sosok yang di cari Aleena selama ini, bahkan dengan jatuh bangun nya Aleena, Jun tetap berada di sisinya di saat yang di butuhkan. Jujur saja, Aleena mulai mencintai Jun, akan tetapi karena pengalaman nya, Aleena tak ingin terburu buru. Aleena juga belum mengetahui apakah Jun memiliki perasaan atau enggak pada dirinya.


" Oiya Aleena, lo malam nanti ada acara gak? Bantuin gue dong."


" Bantu apaan?"


" Jadi pacar gue.."


" Uhukk...uhukkk...uhukkk...."


Aleena benar benar kaget mendengar perkataan Jun, dirinya gak menyangka bahwa Jun akan mengatakan hal itu, Aleena yang pandai menjaga raut wajahnya hanya menatapnya.


" Mama sama papa gue mau jodohin gue ke orang yang gak di kenal. Jadi bantuin gue ya."


" Gila lo?"


" Bantuin gue dong. Ya ya ya?"


Jun benar benar menunjukkan ekspresi yang membuat Aleena tak tega untuk menolaknya.


" Gue cuma mau bantuin nemenin lo makan malam sama orang tua lo doang. Gak pake bohong bohongan, gue juga gak bisa lama, soalnya nanti malam gue udah janji sama mami papi gue buat dinner bareng opa. Lo tau lah kalau gue gak datang gimana."


" Aman deh, entar gue temenin lo juga. Oke?"


" Oke.. Yaudah gue balik ke kantor dulu. Habis ini ada rapat gue."


" Oke hati hati."


****


Malam pun datang, Aleena tengah bersiap siap untuk pergi bersama dengan Jun. Jun pun sudah sampai di rumah Aleena. Mami dan papi nya tau jika mereka berteman.


" Mami, Aleena pergi dulu ya."


" Iya sayang hati hati. Jangan sampai gak datang ya sayang."


" Iya mi."


" Tenang aja tante, Jun pastiin nanti Aleena bakalan datang kok."


" Iya Jun, jangan lupa kirim sama sama mama papa kamu ya."


" Iya tante. Jalan dulu ya."


Setelah meninggalkan rumah, Aleena bertanya pada Jun.


" Loh, emang nya mami gue kenal sama orang tua lo?"


" Hah?...."


*****