
Fahren benar benar gak menyangka semuanya akan menjadi seberantakan ini. Kenapa dia harus terseret ke dalam lingkaran ini. Tiba tiba Damian mendapatkan pukulan dari seseorang, Fahren terkejut saat melihat hal itu.
" Damian..!! Lo gak papa? Apa apaan lo sialan? Tiba tiba mukul sahabat gue?"
" Ups sorry, tangan gue kepeleset."
" Sialan lo *******...!!"
Fahren dan Damian sama sama langsung menghajar pria itu, akan tetapi kemampuan beladiri pria itu ada diatas mereka. Satupun pukulan mereka tak ada yang berhasil mengenai pria itu.
" Sialan, apa mau lo?"
" Cuma mau ngingatin, kalau lo tetap jadi pengecut, lo gak akan bisa jagain orang yang lo sayangin. Terutama lo Dee, kalau lo tetap jadi pengecut yang bahkan gak bisa menyadarkan sahabat lo sendiri, mending jangan berfikiran untuk ngedeketin dia."
Fahren kaget mendengar ucapan pria itu, seakan kata katanya menusuk sampai ke jantung nya. Harga dirinya terluka ketika dirinya di anggap sebagai pengecut.
Pria itu meninggalkan mereka dalam keadaan babak belur.
*****
Aleena bangun pagi ini dengan keadaan yang benar benar tak bersemangat, mengingat kejadian semalam, benar benar menguras tenaga nya. Bahkan club yang paling dia sayangi hangus terbakar oleh api. Saat dirinya sampai, club nya sudah habis terbakar oleh api dan pemadam kebakaran sedang mematikan api yang sangat besar itu.
Untung nya tak ada korban jiwa dalam kejadian ini karena club malam itu sengaja di tutup karena mereka semua benar benar lelah.
" Morning sayang, mau sarapan apa?"
" Morning mi. Roti aja, Aleena gak selera makan."
" Masih mikirin masalah semalam?"
Aleena mengangguk untuk menjawab pertanyaan papinya.
" Kamu tenang saja Aleena, papi sudah atur waktu untuk bertemu dengan keluarga Remos. Kita akan selesaikan masalah kita supaya kamu gak di bebani oleh pemikiran tentang masalah itu lagi."
" Iya pi."
" Gimana kalau sehabis itu kita liburan sayang?"
" Aleena lagi gak mood buat liburan mami, masih banyak masalah di kantor, belum lagi ada beberapa karyawan yang mulai mengkhianati perusahaan."
" Kalau gitu kamu memang butuh liburan sayang, gimana kalau Paris? Maldives? Atau kita ke Indonesia? Mami dengar disana banyak tempat wisata yang bagus bagus."
Aleena hanya menggeleng. Mami nya mulai menyerah untuk membujuk Aleena.
" Perusahaan belum bisa di tinggal mi, sampai perusahaan membaik, Aleena gak akan kemana mana. Aleena udah kenyang, Aleena ke kamar dulu mi."
" Tunggu sebentar sayang, papi sudah memanggil seseorang yang bisa membantu kamu. Dia adalah hacker terbaik dari Swiss, dia akan membantu menyelesaikan masalah perusahaan. Nanti siang dia akan kemari. Papi akan kenalin ke kamu. Dia sebenarnya..."
" Iya pi."
Aleena kembali ke kamar nya dan meninggalkan papi dan mami nya di meja makan. Tak lama Alfaro datang.
" Morning papi, mami."
" Morning Alfa."
" Mami, Alfa mau nasi goreng dong. Laper banget ni."
" Kamu ini, nih nasi goreng nya."
" Mami kenapa sih? Masih pagi loh mami sayang, gak boleh marah marah."
" Mami itu khawatir sama adik kamu tau. Mami ajakin liburan gak mau. Kayak nya dia benar benar sedih banget."
" Mami gak mau Aleena sedih terus. Tapi mami gak tau harus ngapain."
" Mami tenang aja, Alfa tau Aleena kok, dia akan baik baik aja. Dia cuma sedih karena kehilangan Club nya. Club nya termasuk salah satu Club dengan pendapatan terbesar disini. Lagi pula, semenjak Aleena yang jadi pemilik club itu, club nya menjadi lebih baik. Dan juga Aleena udah banyak ngabisin uang buat menyempurnakan club itu. Jadi wajar aja kalau dia sedih."
*****
Aleena yang sedang berada di kamar menenggelamkan wajah nya pada tumpukan bantal. Aleena benar benar sedih, bukan karena club nya, tapi yang membuatnya amat sedih adalah ketika melihat mama nya yang dulu melihat nya dengan pandangan penuh kasih sayang berubah menjadi melihatnya dengan pandangan benci. Tiba tiba Hp nya berbunyi.
" Hallo?"
" Saya ingin bertemu dengan kamu."
Aleena kaget mendengar suara dingin di seberang sana. Aleena tau itu adalah suara mama nya.
" Mama?"
" Jangan panggil saya mama, anak saya sudah lama mati. Saya tunggu kamu di Sky Resto jam 9. Jangan beri tau siapa pun tentang pertemuan kita ini. Saya ingin berbicara secara pribadi dengan kamu."
Panggilan pun langsung di putus, Aleena kembali menangis melihat sikap mama nya. Mama nya benar benar membenci nya. Aleena kembali mengatakan pada dirinya sendiri bahwa semua akan baik baik saja.
Tepat pukul 9 pagi, Aleena sampai di Sky Resto. Aleena langsung di arahkan oleh pelayan ke ruangan yang sudah di pesan oleh mama nya. Saat sampai disana, mama nya benar benar sedang duduk sambil menikmati teh nya. Setelah pelayan pergi, mama nya mulai berbicara.
" Saya akan to the point. Saya ingin kamu melepas saham kamu yang ada di paradise group. Karena Damian sangat menyukai perusahaan itu."
" Tapi..."
" Tidak ada tapi tapian, apakah kamu tidak ingat bagaimana kamu mendapatkan paradise group? Kamu mendapatkan saham disana karena Damian membantu kamu, jika bukan karena Damian, kamu tidak akan memiliki semua kekayaan itu. Lagi pula kamu kira saya bodoh, saya sudah mengetahui jika kalian sama sama bergabung di dunia bawah. Kamu harus ingat, kalau bukan karena saya yang merawat kamu, kamu gak akan bisa berada disini sekarang. Jadi anggap saja dengan melepaskan paradise adalah cara kamu berterimakasih kepada keluarga saya."
" Kenapa ma?"
" Apanya?"
" Kenapa mama berubah? Mama yang Line kenal bukan kayak gini, mama yang Line kenal adalah wanita baik hati dan penyayang. Bukan wanita yang penuh dengan kepalsuan begini."
" Saya ingatkan sekali lagi, saya bukan mama kamu. Saya ada Vanilla Zarsya Zen's. Kamu bukan Line anak saya. Dan harus kamu tau, saya tidak akan membiarkan siapapun yang telah menyakiti saya begitu saja. Terutama kedua orang tua kamu, mereka penyebab anak saya Crystaline meninggal."
" Itu gak ada hubungan nya sama mami dan papi. Dari awal Crystaline sudah memiliki fisik yang lemah, tuhan gak membiarkan Crystaline menderita lebih lama lagi, seharusnya mama mengikhlaskan kepergian Crystaline."
" Karena tuhan lebih sayang Crystaline? Kamu naif sekali Aleena, jika bukan karena orang tua kamu yang ceroboh meninggalkan rumah sakit lebih awal waktu itu, maka Crystaline akan baik baik saja sampai saat ini. Tapi hanya karena kamu jatuh dari tempat tidur, mereka meninggalkan tugas mereka. Hanya karena masalah sepele, mereka menyebabkan Crystaline meninggalkan saya. Itu semua karena kamu ******..!! Kenapa bukan kamu yang mati saat itu, kenapa anak saya? Dan kenapa kamu bisa terus hidup normal dan bahagia sedangkan anak saya kedinginan sendirian di dalam kubur nya."
Deg...Deg...Deg... Kata kata Vanilla benar benar terus terdengar di telinga Aleena. Vanilla dari awal mengharapkan kematian Aleena, mengharapkan Aleena untuk mati. Aleena di kejutkan saat sebuah botol kaca mendarat di kepalanya, Aleena benar benar tak menyangka jika Vanilla benar benar wanita terburuk yang pernah ia kenal. Bahkan Vanilla tega memukul Aleena dengan botol kaca. Dirinya menyesal karena mengharapkan Vanilla akan kembali menjadi mama nya yang menyayangi nya. Aleena benar benar sudah tak bisa menerima perlakuan seperti ini.
" Baiklah, jika menurut anda saya bersalah. Saya minta maaf dan saya akan mengucapkan terimakasih karena anda sudah mau merawat saya sedari kecil. Saya akan melepaskan saham saya di paradise. Mulai dari saat ini, mulai saat anda memukul saya, saya dan anda hanyalah orang asing yang tak saling mengenal. Hubungan kita sama seperti botol kaca yang sudah hancur itu. Permisi Mrs. Vanilla."
Aleena meninggalkan ruangan itu dengan perasaan yang bahkan hanya di ketahui oleh nya. Aleena benar benar kacau, kepala nya berdarah karena di pukul oleh Vanilla. Tapi bahkan dirinya tak merasakan sakit sedikit pun. Kini hati nya lebih sakit daripada luka di kepalanya.
Aleena langsung menghubungi Daniel dan Skoci untuk menyerahkan semua saham Paradise pada Damian. Dia akan melepaskan paradise kali ini. Dia akan membuang semua yang berhubungan dengan keluarga itu. Awalnya Daniel dan Skoci benar benar kaget mendengar keputusan Aleena. Tapi mereka percaya pada pilihan Aleena.
Saat berjalan ke arah mobilnya, Aleena benar benar merasa pusing karena kepalanya yang terluka dan tak sengaja menabrak seseorang.
" Hey Miss, Are you okey?"
" I'm fine."
Aleena terlalu memaksakan dirinya untuk baik baik saja. Padahal luka yang ia terima benar benar parah. Sampai akhirnya dirinya jatuh pingsan....
" Hey Miss, Miss, wake up. Oh god..!!"
*****