CELINE

CELINE
Ep 22



Mereka melanjutkan makan nya, tapi Line terkejut karena tiba tiba ada seorang wanita paruh baya memasuki ruangan mereka dan menatap ke arah Line. Seketika Line menghentikan kegiatan makan nya.


" Perempuan mana lagi kali ini Faren?"


" Mama, kenalin ini Crystal. Dia.."


" Mama gak mau tau Faren. Dan kamu,, kamu di bayar berapa sama anak saya untuk berpura pura menjadi pacar nya?"


" Maaf sebelumnya tante. Sepertinya tante salah paham. Saya disini hanya untuk makan malam. Bukan untuk menjadi pacar pura pura Fahren."


Line kesal karena ada orang yang berani meremehkan nya. Line tau itu tidak baik, hanya saja Line merasa harga diri nya terinjak saat seseorang memandang rendah akan dirinya.


" Asal kamu tau, ini adalah ruangan khusus keluarga saya. Siapa kamu yang berani menempati ruangan ini?"


" Mama stop. Crystal kesini sama Faren, dan Faren yang ngajak Crystal untuk makan disini."


" Kamu... Kamu berani membentak mama hanya demi wanita kampung dan murahan kayak dia? Hebat sekali kamu Fahrenza."


" Crystal bukan seperti yang mama sebutkan. Tolong mama, hargai Faren disini."


" Maaf tante, saya datang kemari hanya untuk makan malam dan tidak ingin bermusuhan dengan siapa pun. Jika tante sudah menyadari hal itu, tante bisa mencari saya. Dan Fahren, thankyou untuk makan malam nya. Gue pulang sekarang."


Line langsung meninggalkan restoran setelah membayar tagihan makan nya di kasir. Awalnya kasir menolak untuk menerima pembayaran, tetapi Line memaksa untuk membayar tagihan nya. Line langsung menaiki taksi yang baru saja berhenti dan langsung kembali ke hotel untuk mengambil mobil nya. Line berencana ke Paradise Club untuk menenangkan pikiran nya.


" Selamat datang nona."


Line hanya mengangguk melihat bodyguard yang menyapanya. Line memasuki ruangan khususnya dan memanggil Daniel dan skoci. Rasanya sudah lama Line tak datang ke Club ini.


" Yo selamat datang bos. Akhirnya kesini juga lo bos, gue kira lo lupa sama gue disini."


" Lo tau gue sibuk, gimana keadaan Club?"


" Santai, Club aman terkendali selagi ada gue dan Daniel disini. Ada beberapa pelanggan VIP yang ingin bertemu sama lo, tapi karena lo jarang disini, gue gak bisa memutuskan."


" Buat apa?"


" Biasa bos. Mereka pengen berkenalan dan menyapa lo. Gimana?"


" Gue lagi gak mau ketemu siapa siapa hari ini."


" Damian tadi datang kesini nyari lo. Dia kaya frustasi banget. Lo ada masalah sama dia?"


" Iya. Jangan kasih tau dimana gue sama dia atau gue hajar lo."


Line benar benar kesal hari ini, dari Damian sampai dengan nyokap nya Fahren. Semua seakan menguji batas kesabaran Line. Line benar benar memesan banyak minuman, bahkan beberapa kali Daniel dan Skoci mengingatkan nya untuk berhenti karena kondisi nya sedang tidak fit, tapi Line mengabaikan mereka. Saat ini Line benar benar kesal akan ketahanan nya terhadap alkohol, sudah beberapa botol dia minum, akan tetapi Line tetap saja belum mabuk.


Pada akhirnya Line tumbang pada botol ke 5. Daniel dan skoci benar benar prihatin melihat Line saat ini. Daniel mengantar Line kembali ke hotel nya dan berpesan pada bodyguard hotel untuk menjaga nya dan mengabari nya jika terjadi sesuatu.


****


Line terbangun dengan keadaan pusing yang sangat amat menyakitkan. Line mengingat kejadian semalam, ternyata Line akhirnya mabuk setelah meminum beberapa botol minuman. Line segera berendam untuk mereda kan pusingnya. Setelah satu jam berendam dan mandi, Line keluar dan menelfon karyawan hotel untuk mengantarkan makanan ke kamar nya.


Staf hotel juga mengatakan bahwa sudah ada beberapa orang yang mencari Line dari pagi tadi, tapi mengingat pesan Daniel, tak seorang pun yang mengatakan bahwa Line berada di sana.


Hp Line di penuhi oleh panggilan tak terjawab dari Damian dan Kemal. Ada juga panggilan tak terjawab dari nomor tak di kenal. Ada beberapa panggilan dan pesan dari mama dan papa Line yang menanyakan alasan Line tidak pulang semalam.


Line menghubungi papa nya, karena jika menelfon mama nya, maka Line akan di todong banyak pertanyaan.


" Halo pa."


" Line? Kamu baik baik aja sayang? Kamu dimana? Kenapa semalam gak pulang?"


" Line baik baik aja pa. Mungkin Line beberapa hari ini gak bakalan pulang, Line ada kerjaan diluar kota pa. Semalam Line menginap di kantor pa."


" Iya pa."


Line terpaksa berbohong, jika Line mengatakan dirinya di hotel, maka papa nya akan memberitahukan Damian. Line tak sepenuhnya bohong, sekretarisnya mengatakan bahwa hari ini dia akan berangkat ke Australia untuk membahas projek baru mereka dengan klien disana.


Setelah bersiap, Line langsung berangkat ke bandara karena sekretarisnya sudah menunggu disana. Line diantar oleh supir hotel ke bandara. Line memanfaatkan kesempatan ini untuk menjauh dari Damian.


Papa nya berpesan untuk Line agar pulang sebelum acara tante Vivian. Line menjadi bimbang antara datang atau tidak, karena Line benar benar tidak ingin bertemu dengan Damian dan juga Kemal.


****


- Fahrenza POV -


Fahren benar benar merasa bersalah saat melihat kepergian Crystal. Fahren merasa marah mendengar mama nya mengucapkan kata kata itu pada Crystal, padahal biasanya Fahren tak akan marah jika mama nya memaki wanita wanita yang di bawa nya untuk bertemu mama nya.


Tapi kali ini berbeda, mama nya benar benar keterlaluan, bahkan mama nya tak berniat memberikan kesempatan pada Fahren untuk menjelaskan. Setelah berdebat dengan mama nya, Fahren bergegas mengejar Crystal, akan tetapi Crystal sudah pergi.


Fahren mendengar dari seorang kasir bahwa Crystal yang membayar semua tagihan nya malam itu. Fahren makin tak enak hati pada Crystal. Fahren langsung melajukan mobil nya ke Hotel tempat Crystal menginap, tapi ternyata Crystal tak berada disana. Fahren menyesal karena lupa meminta kontak Crystal.


Fahren memutuskan untuk kembali keesokan paginya. Akan tetapi Fahren juga tak menemukan Crystal disana keesokan pagi nya. Crystal benar benar menghilang bagai di telan bumi. Bahkan pihak hotel menolak untuk memberikan kontak Crystal.


Fahren benar benar frustasi mencari Crystal.. Sudah berhari hari Fahren mencari keberadaan Crystal. Sampai Faren rela meninggalkan kerjaan kantornya hanya untuk mendatangi tempat tempat yang mungkin di datangi oleh Crystal. Saat berbincang bincang dengan Crystal kemarin, Crystal sempat menyebutkan beberapa tempat yang sering ia kunjungi saat sedang banyak pikiran.


Fahren memutuskan untuk mendatangi salah satu Club terbesar di kota ini saat malam karena Fahren benar benar gak tau harus kemana untuk mencari Crystal. Fahren menyadari bahwa dirinya telah jatuh cinta pada Crystal sejak pertemuan pertama mereka.


Fahren berjanji dalam hati nya saat dia berhasil bertemu dengan Crystal, dia akan berusaha mendapatkan cinta Crystal dan membahagiakan nya. Karena Fahren menyadari, Crystal tak akan menerimanya semudah itu melihat kepribadiannya.


Saat sedang menikmati minuman nya, Fahren melihat lelaki yang mengaku sebagai bodyguard nya di Club tersebut. Fahren mengejar lelaki tersebut, tetapi karena suasana yang ramai, Fahren kembali kehilangan lelaki itu. Fahren kembali ke bar untuk melanjutkan minumnya. Fahren merasa mungkin dirinya sedang berhalusinasi.


Bartender disana menanyakan Fahren.


" Anda sedang menunggu seseorang tuan?"


" Tidak. Hanya melihat orang yang mirip dengan orang yang saya kenal."


Karena penasaran, Fahren memutuskan untuk bertanya pada bartender disana, apakah Crystal pernah datang ke club ini. Fahren mendeskripsikan ciri ciri Crystal. Tampak bartender tersebut berfikir, lalu menjawab nya.


" Oh, mungkin yang anda maksud Nona Line. Ya memang beberapa hari yang lalu nona Line kemari, tetapi nona Line tak pernah duduk disini, Nona Line memiliki ruangan nya sendiri disini, biasanya bos Daniel..."


" Daniel? Dimana dia sekarang?"


Fahren seakan mendapatkan harapan kembali saat mendengar nama Daniel. Mungkin dia tau keberadaan Crystal saat ini.


" Bos Daniel sedang bertemu dengan beberapa pelanggan VIP di ruangan nya. Jika anda ingin bertemu dengan nya, saya akan menyampaikan pada penjaga untuk membawa anda bertemu dengan nya."


" Baiklah, terimakasih."


Fahren diantar oleh seorang penjaga ke lantai 5, ruangan disini lebih sedikit di bandingkan dengan ruangan di lantai bawahnya. Fahren melihat keadaan disekitar, akhirnya Fahren menyadari jika ini adalah tempat para gangster dan mafia seperti Damian dan Kemal.


" Silahkan masuk tuan. Bos Daniel berada didalam."


Fahren memasuki ruangan itu dan menemukan Daniel bersama dengan seorang lelaki muda dengan luka di wajah nya.


" Ada apa anda mencari saya?"


" Dimana Crystal?"


Tiba tiba orang orang berbadan kekar menahan Fahren, Fahren yang kaget tak sempat bereaksi.


" Apa apaan ini?"


****