CELINE

CELINE
Ep 39



Aleena terlalu memaksakan dirinya untuk baik baik saja. Padahal luka yang ia terima benar benar parah. Sampai akhirnya dirinya jatuh pingsan....


" Hey Miss, Miss, wake up. Oh god..!!"


Pria itu langsung membawa Aleena kerumah sakit, sesampainya dirumah sakit, Aleena langsung di masukkan ke ruangan ICU. Pria itu menunggu di luar untuk mengetahui keadaan Aleena. Setelah 1 jam, dokter keluar dari ruangan itu.


" Bagaimana keadaan nya dokter?"


" Apakah anda keluarga nya?"


" Bukan, saya yang membawa nya kemari."


" Lebih baik saat ini anda mengabari keluarga nya, karena dia membutuhkan donor darah. Dan kita tidak memiliki stok darah nya disini. Darahnya termasuk golongan darah yang langka."


" Golongan darah saya juga langka dokter. Cek aja, kalau bisa digunakan, pakai darah saya aja."


" Apakah kamu yakin? Ini bisa membahayakan nyawa kamu."


" Tenang saja dokter. Saya memiliki teman yang memiliki stok darah saya."


" Baiklah."


Sejam kemudian, transfusi darah selesai. Aleena sudah melewati masa kritisnya, tapi dirinya masih belum sadarkan diri. Dirinya di pindahkan keruangan VIP, pria itu juga setia menemaninya. Kemudian pria tersebut teringat jika belum mengabari keluarganya. Dia kembali ke mobilnya dan mengambil Hp nya. Disitu dia melihat hp gadis itu dan membawa nya sekalian.


Tampak di hp gadis itu banyak panggilan tak terjawab dari papi dan maminya. Pria itu menghubungi mereka untuk mengabari keadaan gadis itu. Saat ingin mengabari keluarga gadis itu, dia bertemu dengan saudara nya di rumah sakit itu.


" Hey, Sean? Lo ngapain disini? Bukan nya ada janji sama papi ya?"


" Gue ketemu cewek dijalan tadi dan dia terluka. Jadi gue bawa kesini. Sekarang di ruang VIP. Gue juga belum sempat ngabarin papi."


" Ya seperti biasanya, Sean selalu baik pada cewek mana pun."


" Come on bang. Gak usah ngeledekin gue. Ini cewek benar benar butuh bantuan. Dan lagi gue habis donorin darah gue, nanti gue minta stok darah yang lo simpan ya."


" Lo gila Sean? Lo baik boleh, tapi ingat, darah lo itu langka. Jangan sembarang donor bisa gak sih?"


" Nanti ya marah marah nya. Gue mau ngecek keadaan cewek tadi."


" Gue ikut. Mau liat gue, kayak apasih cewek yang bisa buat lo sampai mau donorin darah lo."


Sean bersama dengan abang nya menuju ruangan milik Aleena, disana Aleena masih terbaring lemah. Saat sampai diruangan itu, abang Sean benar benar terkejut.


" Aleena?!! Sean??"


" Oh, ini Aleena? Gue gak tau. Pantesan wajahnya gak asing."


" Jelasin ke gue, kenapa Aleena bisa sampai begini?"


" Gak tau gue bang. Gue habis dari butik buat beli hadiah untuk Moana dan Aleena, tiba tiba Aleena pingsan. Dia keluar dari Sky Resto. Kepala nya berdarah dan pingsan. Gitu deh pokoknya, gue gak tau apa apa lagi."


" Hubungin mami sama papi. Gue bakalan periksa keadaan Aleena."


Sean menghubungi mami dan papinya untuk mengabari keadaan Aleena. Sean adalah adik Alfaro, dan kembaran Aleena. Nama nya Aiden Sean Hous Code. Selama ini dia tinggal di Swiss dan bersekolah disana. Semenjak Aleena menghilang, orang tua mereka berusaha untuk menjaga Sean dan menjauhkan nya dari bahaya.


Sean adalah anak yang pintar tapi dirinya menolak kelas akselerasi karena tak ingin kehilangan masa remaja nya. Dan saat ini dia kembali untuk bertemu dengan kembaran nya yang selama ini di carinya, serta membantu perusahaan kembaran nya yang sedang dalam masalah.


Tak sampai satu jam, papi dan mami sampai dirumah sakit. Mami nya benar benar panik melihat Aleena yang masih terbaring tak sadarkan diri.


" Alfa, bagaimana keadaan Aleena?"


" Hah, Aleena udah dalam kondisi yang baik, tapi karena syok yang dialaminya sebelum ini, Aleena koma."


" Syok? Memang nya Aleena kecelakaan? Jangan bilang kamu nabrak Aleena Sean?"


" No, no, no. Mami, Sean gak ada hubungan nya sama ini, Sean cuma kebetulan ketemu Aleena, lagian Sean juga baru tau ini Aleena kembaran Sean dari bang Alfa."


" Terus kenapa Aleena sampai kayak gini?"


Sean hanya menggeleng menjawab pertanyaan maminya.


" Sean, bantu papi buat ngecek CCTV tempat kamu ketemu Aleena, cari tau siapa orang terakhir yang bersama Aleena."


" Siap pi. Dan ini hp Aleena dari tadi bunyi terus. Telfon dari orang yang nama nya Daniel. Pacar nya mungkin."


Alfa langsung mengambil hp Aleena dan menghubungi Daniel kembali. Setelah tersambung, terdengar suara di seberang sana.


" Come on Aleena, lo utang penjelasan sama gue. Gue udah ngerjain apa yang lo suruh. Gue juga udah ngabarin Skoci untuk narik semua anak buah nya di Paradise. Lo serius mau nyerah gitu aja sama Paradise?"


" Daniel, ini saya Alfa. Apa maksud nya Aleena nyerah sama Paradise."


" Eh, sorry bang. Gue kira Aleena. Aleena nya mana bang?"


" Aleena dirumah sakit sekarang. Dia koma."


" Sekarang kamu kerumah sakit saya, saya mau dengar semuanya."


" Oke bang."


Setengah jam kemudian Daniel sampai dirumah sakit, Alfa masih memeriksa beberapa pasien. Daniel langsung keruangan Aleena, disana ada papi nya Aleena dan Sean.


" Siang om. Gimana keadaan Aleena?"


" Masih belum bangun. Ada apa sebenarnya ini Daniel?"


Daniel menceritakan semua yang ia ketahui pada papi nya Aleena.


" Jadi ini benar benar ada kaitan nya dengan keluarga Remos. Mereka benar benar menguji kesabaran saya."


" Ini baru asumsi om, kita belum ada bukti kuat kalau ini di sebabkan keluarga Remos."


" Tenang saja. Saya akan dapatkan bukti itu, jika benar ini ulah mereka, saya gak akan membiarkan mereka."


" Tapi om, mereka masuk ke deretan salah satu pembisnis yang berpengaruh. Apalagi mereka sudah mendapatkan paradise, itu makin membantu mereka untuk mendapatkan dukungan. Ini cuma masalah waktu sampai mereka benar benar menguasai Paradise. Apalagi Athalla Group juga pasti akan membantu mereka.


Tiba tiba ada yang menyela pembicaraan mereka.


" Siapa bilang Athalla Group bersedia membantu mereka?"


Daniel melihat ke arah lelaki itu, memang sejak tadi Daniel sudah melihat dia berada di ruangan ini, akan tetapi dia tak mengetahui siapa lelaki itu.


" Dia Sean, anak saya. Kembaran Aleena."


" Kenapa Aleena gak pernah cerita sama saya dia punya kembaran om?"


" Emang Aleena harus cerita semuanya sama lo? Emang lo siapa nya Aleena? Pacar nya?"


" Cukup Sean, Daniel adalah teman Aleena, dan dia bukan musuh kita. Dan jawaban pertanyaan kamu Daniel, itu karena Aleena juga belum tau. Om baru akan mempertemukan mereka hari ini."


" Oh pantas saja. Sorry gue belum memperkenalkan diri, gue Daniel, teman Aleena sekaligus bawahan Aleena."


" Aiden Sean Hous Code."


" Dan Sean, jelaskan maksud perkataan kamu?"


" Athalla Group pagi ini memutuskan untuk pindah ke Swiss. Sejak lama mereka ingin mengembangkan bisnis disana, but Switzerland is my territory. Dan itu adalah umpan yang paling menarik perhatian Athalla Group. Mereka akan sangat sibuk disana dan gak akan punya waktu untuk mengurusi hal lain. Tapi kita ada satu masalah, DJ Group. Mereka pasti akan ikut campur masalah ini."


" DJ? Fahrenza? Kamu tenang saja Sean, Fahrenza itu dekat dengan Aleena, dia gak akan mungkin ikut andil dalam masalah ini."


" Papi salah. Dari awal, dia udah terlibat dalam masalah ini."


Sean memperlihatkan salah satu rekaman CCTV, disana Fahrenza sedang bersama dengan beberapa orang. Dan orang orang itu adalah orang orang yang pernah membuat masalah di Paradise Club. Daniel mengingat beberapa dari mereka.


" Sial..!! Jadi ini benar benar ulah mereka?"


" Yup, dan dia juga dalang di balik insiden baru baru ini."


" Maksud lo kebakaran club?"


" Yap."


" Hah,,, papi gak bisa nyebayangin gimana reaksi Aleena kalau tau club nya di bakar oleh orang yang paling dekat dengan nya. Lagi lagi dia di kecewakan oleh orang terdekatnya. Papi khawatir Aleena akan semakin susah untuk mempercayai seseorang."


Satu hal yang mereka tak tau, jika semua pembicaraan mereka terdengar oleh Aleena. Disaat dirinya terbangun, Aleena langsung mendengar fakta yang mengejutkan. Bahkan Aleena masih belum mempercayai apa yang terjadi pada nya.


Aleena masih tak mempercayai jika dirinya di lukai oleh Vanilla, dan sekarang, club kesayangan nya hancur karena orang yang mulai disukainya. Dunia benar benar tak membiarkan nya bahagia, seakan dunia sedang bersenang senang mempermainkan hidupnya.


" Pi...."


Daniel yang mendengar suara Aleena kaget saat melihatnya sudah siuman.


" Om, Aleena om."


Papi Aleena langsung menghampiri Aleena yang sudah sadar. Sean dengan cepat mengabari Alva. Mereka benar benar bersyukur karena Aleena sudah siuman.


" Aleena? Ada yang sakit sayang? Atau mau minum? Papi ambilin ya."


Aleena hanya menggeleng, menjawab pertanyaan papi nya. Setelah siuman, Aleena fokus untuk penyembuhan nya.


Seminggu pun berlalu, Aleena benar benar pulih sekarang. Tapi setiap hari nya ada yang selalu mengganggunya. Seperti saat ini.


" Aleenaaaaaaaaaaaaaaa...!!"


******