CELINE

CELINE
Ep 45



" Berarti totalnya ada 8 M. Setidaknya kita harus punya dana awal 10 M. Baiklah, kalian bisa bermain dengan pasar saham. Aunty dan Aleena akan membeli beberapa saham di pasar saham, kamu bisa Aleena?"


" Bisa aunty."


*********


@Rudy's House.


" Papa, please.. Berhenti ikut campur masalah keluarga Suzzy. Suzzy bukan anak kecil lagi, yang harus setiap saat papa awasi."


" Jangan salah paham Suzzy, papa gak bermaksud untuk mencampuri masalah keluarga kalian, hanya saja Aleena itu lemah. Bagaimana bisa dia bertahan di keluarga kita. Aleena terlalu lama di manja, dia harus merasakan bagaimana keras nya dunia kita. Dan bagaimana bisa keluarga kecil itu menindas cucuku? Mau taruh dimana muka papa?"


" Cukup papa. Aleena sudah terlalu paham bagaimana cara kerja dunia. Aleena bahkan lebih paham bagaimana rasanya ketika dunia nya mengkhianati nya."


" Bagaimana kamu bisa seyakin itu Suzzy? Padahal dia dengan mudah nya menyerahkan aset nya pada keluarga Remos. Itu benar benar tindakan bodoh Suzzy."


" Papa gak mengerti bagaimana sifat Aleena. Alasan Aleena menyerahkan asetnya itu karena Aleena ingin melepaskan semua masa lalu nya."


" Aleena masih terlalu naif Suzzy. Dia pikir dengan menyerahkan Paradise mereka akan melepasnya? Kamu tau jawabannya Suzzy. Lagipula Paradise group itu bukan seperti cincin berlian, Paradise Group itu aset ratusan juta dollar. Bagaimana bisa dia semudah itu melepaskannya."


" Enough pa. Suzzy gak mau bahas masalah ini lagi. Yang harus papa ingat, Paradise bisa menjadi perusahaan yang di lirik orang karena Aleena."


" Oke. Papa gak akan ikut campur lagi masalah itu. Sebagai ganti nya, papa akan mengenalkan Aleena pada cucu teman papa."


" Papa..!! Enough..!! Papa gak ada hak untuk mengatur jalan hidup Aleena, biarkan Aleena memilih jalan nya sendiri."


" Jalan yang seperti apa? Bersama dengan lelaki penjual roti di pinggir pantai itu? Gunakan logika kalian Rudy, Suzzy. Bagaimana keluarga kita akan berkembang jika Aleena memilih lelaki seperti itu."


" Papa, mau keluarga ini berkembang seperti apa lagi? Apakah kekayaan yang dimiliki oleh keluarga kita masih tak cukup?"


" Papa tidak membicarakan masalah kekayaan Suzzy. Papa ingin memberikan yang terbaik untuk Aleena. Papa ingin Aleena bahagia. Jangan kalian pikir papa tidak mengetahui bagaimana Aleena di khianati setiap lelaki yang mendekatinya. Mendapatkan lebih mudah daripada mempertahankan Suzzy. Papa ingin keluarga kita bertahan sampai cucu cicit papa."


" Suzzy capek. Kita sudahi pembicaraan kita sampai sini. Suzzy akan kembali ke kamar."


Suzzy meninggalkan suami dan papa nya di ruang tamu dengan perasaan yang sulit untuk di jelaskan. Di satu sisi Suzzy tak ingin ikut campur dalam masalah percintaan Aleena, di satu sisi Suzzy membenarkan apa yang di katakan oleh papanya.


" Bagaimana menurut kamu Rudy?"


" Rudy akan tetap memberikan yang terbaik untuk Aleena pa. Tapi Rudy tak akan memaksa Aleena. Rudy akan membicarakan masalah ini dengan Aleena."


" Ya papa akan tetap memantau siapa saja yang mendekati Aleena dan Aiden. Papa gak akan membiarkan siapapun menyakiti atau memanfaatkan cucu cucu papa."


Setelah pembicaraan itu Rudy kembali keruang kerja nya dan memikirkan langkah apa yang akan di ambilnya. Karena Rudy merasa bahkan keluarga Remos terlalu tenang. Bukan Rudy tak senang jika keluarga Remos memutuskan untuk berhenti mengganggu keluarga nya, hanya saja Rudy takut jika tiba tiba mereka menyerang ketika keluarga nya tak memiliki persiapan. Rudy memutuskan untuk menghubungi salah satu orang kepercayaan nya untuk memantau pergerakan keluarga Remos.


********


Disisi lain, Aleena dan Sean sedang sibuk dengan rencana mereka, mereka sedang berinvestasi di beberapa perusahaan melalui pasar saham.


" Sean, coba kamu cek perusahaan ini, perusahaan ini melelang seluruh saham nya beberapa waktu yang lalu."


" Oke aunty."


Tak sampai 5 menit, semua informasi tentang perusahaan itu di dapat oleh Sean.


" Perusahaan ini lumayan menguntungkan aunty, tapi karena ada beberapa masalah dengan kepemimpinan nya, perusahaan mereka merugi dalam 3 bulan terakhir dan terancam bangkrut. Maka dari itu, saham nya mereka lelang. Bagaimana jika kita ambil?"


" Bagaimana menurut kamu Aleena?"


" Ya lumayan, perusahaan mereka memang tidak terlalu terkenal, akan tetapi pendapatan mereka dalam 2 tahun terakhir sangat stabil. Jika kita memulai menggunakan perusahaan ini, Aleena rasa gak akan menarik banyak perhatian."


" Bukannya kita butuh sesuatu yang bisa menarik banyak perhatian untuk memulai nya?"


" Lo salah Sean. Jika kita ingin memulai sesuatu, jangan menarik terlalu banyak perhatian. Supaya tingkat kegagalan kita akan semakin rendah."


" Aleena benar. Sekarang kita ikut pelelangan nya. Usahakan kita menguasai setidaknya 60% nya. Jadi kalian harus dapat setidaknya untuk masing masing sebanyak 30%.


" Sean ambil 25%."


" Oke. Kita mulai."


Setelah satu jam, akhirnya Aleena dan Sean berhasil menguasai 65% saham nya. Karena perusahaan ini bukan perusahaan terkenal, maka harga saham nya benar benar murah. Aleena berencana untuk bekerja di belakang layar terlebih dahulu agar tak menarik perhatian musuh.


Tak lama, uncle Haikal menelfon mereka untuk menemui mereka di hotel biasa. Mereka berjanji akan sampai dalam waktu 2 jam kedepan.


*****


2 Jam kemudian Aleena dan Sean sampai di tempat uncle nya. Aunty Ana tak bisa menemani mereka karena harus ke restauran, ada beberapa yang harus di selesaikan disana.


" Aleena, Sean. Dalam beberapa hari kedepan, kita akan ke beberapa negara untuk bertemu dengan beberapa kenalan uncle yang bisa membantu kalian."


" Oke uncle."


" Pikirkan alasan yang akan kalian berikan pada mami dan papi kalian. Setidaknya kita membutuhkan waktu satu bulan."


" Nanti Sean urus, kita bisa bilang ke mami dan papi kalau kami akan berlibur."


" Bagus, dan uncle dengar kalian berhasil mendapatkan ILo-Tech."


" Ya, mereka melelangnya dengan harga murah, saham yang kami dapat sekitar 65%. Uncle tenang saja, kami menggunakan beberapa nama."


" Itu lebih baik. Kalian melakukan nya dengan baik. Uncle dengar mereka tidak hanya bergerak di bidang Teknologi, tapi juga Fashion. Tapi ya, uncle juga gak tau bagaimana bidang Fashion mereka."


" Nanti Sean cari tau."


" Baiklah. Ini beberapa berkas yang perlu kalian baca, jika setuju maka kalian langsung tanda tangani."


Setelah menandatangani beberapa berkas, Uncle nya memberitahukan sebuah berita.


" Nah, kalian harus melihat ini. Ini ada berita terbaru dari keluarga Remos."


" Bagaimana bisa Crosia di jadikan anak perusahaan paradise?"


" Ya selama kalian bermain main dengan saham kalian, mereka mengambil keputusan ini. Memang belum di umumkan di publik, akan tetapi bagi pemegang saham, hal ini benar benar mengejutkan."


" Uncle tau darimana beritanya kalau belum di umumkan ke publik?"


" Biarkan saja, Aleena dan Sean akan fokus pada rencana awal. Aleena gak perduli apapun keputusan mereka. Aleena akan memanfaatkan peluang ini untuk menarik para investor Crosia dan Paradise untuk berpihak pada Aleena."


" Yah, rencana bagus, gue setuju."


" Jangan gegabah Aleena, jangan sampai pergerakan kamu di ketahui oleh Damian atau Vanilla. Karena uncle yakin ini adalah rencana Vanilla."


Setelah pembicaraan singkat itu, Aleena dan Sean kembali kerumah aunty Ana. Sesampainya disana, ternyata mami dan papi nya sedang berada disana.


" Mami, papi, Aleena kangennnn.."


Aleena langsung memeluk mami dan papi nya, begitu pun sebaliknya.


" Apa kabar Aleena?"


" Sehat dong mami, tumben kemari mi."


" Iya, mami sama papi mau bilang ke kamu, untuk sebulan kedepan, mami dan papi kemungkinan gak akan ada dirumah. Mami dan papi ingin mengurus beberapa hal, jadi mami sama papi mau pamit ke kalian."


" Oke gak masalah. Aleena sama Sean bisa jaga diri, mami sama papi gak perlu khawatir oke. Aleena juga berencana buat liburan sama Sean. Ya setidaknya untuk membuang beban pikiran."


" Ya mami senang dengar nya. Nanti akan mami urus semuanya."


" Gak usah mi, Aleena sama Sean udah punya daftar tempat buat di kunjungi. Lagipula ada Sean juga, mami gak perlu khawatir."


" Baiklah, lalu ada satu lagi Aleena.."


Aleena bisa melihat mami dan papi nya saling memandang sebelum berbicara, seakan ada suatu hal yang sangat penting untuk di sampaikan.


" Kenapa mi?"


" Papi aja yang ngomong.."


" Kenapa sih mi, pi?"


" Oke, gini Aleena, opa kamu berencana untuk mengenalkan kamu ke salah satu cucu teman nya."


" Maksudnya jodohin Aleena gitu?"


" Ya sebenarnya seperti itu, tapi papi sudah membujuk opa kamu, jika kamu tak menyukai mereka, kamu bisa menolak."


" Tapi pi, Aleena belum mau pacaran atau apapun itu.."


" Ya setidaknya kamu temui mereka, setelah itu keputusan ada di kamu. Oke?"


" Ya nanti Aleena pikirin lagi."


" Sean, opa pesan, kamu jangan buat masalah."


Wajah Sean mulai kesal karena mendengar hal itu, Aleena hanya bisa tertawa saat melihat Sean yang sedang kesal.


" Ketawa sampai puas lo."


" Baiklah, papi sama mami akan berangkat sekarang. Pesawat papi dan mami akan berangkat jam 7 malam ini."


" Aleena sama Sean ikut nganterin papi sama mami ya?"


" Gak usah sayang. Papi sama mami akan langsung berangkat sekarang. Kalian jangan lupa jaga diri kalian oke. Jaga kesehatan juga."


Setelah mami dan papi nya pergi, Aleena dan aunty nya kembali masuk ke dalam rumah.


" Aleena gak nyangka kalau bakalan semudah ini, padahal tadi nya Aleena masih nyari alasan untuk izin ke mami sama papi."


" Sekarang itu udah gak penting, yang penting sekarang itu gimana caranya lo nolak perjodohan opa."


" Sean, lo gak dengar apa kata papi? Semua keputusan ada di tangan gue, jadi terserah gue mau apa enggak."


" Tapi opa gak akan berhenti sampai lo bilang iya."


" Bodo amat."


" Ya sekarang bilang bodo amat, awas aja lo merengek minta bantuan gue ya."


Aleena hanya bertingkah bodoamat mendengar perkataan Sean. Aunty nya hanya bisa tertawa melihat tingkah mereka berdua. Tiba tiba hp Aleena berbunyi, ternyata panggilan dari opa nya. Aleena yang kaget langsung melompat duduk di samping Sean.


" Apaan sih lo?"


" Opa nelfon gue, gimana ni?"


" BODOAMAT..!"


" Come on Sean, bantuin gue dong. Gue harus bilang apa."


" Gak tau gue, jawab aja sendiri, gue mau main PS."


Aleena akhirnya menjawab panggilan opa nya.


" Hallo opa?"


" Kenapa lama sekali menjawab telfon dari opa? Kamu lagi ngapain?"


" Oh, itu Aleena di.. di dapur tadi opa."


" Oh, yasudah opa mau bilang, lusa teman opa ngajakin Dinner. Kamu harus ikut sama opa. Oke?"


" O...oke opa."


Setelah mematikan telfon dari opa nya, Aleena hanya duduk melihat Sean yang sedang main PS. Tiba tiba Aleena berteriak yang membuat Sean terkejut..


" Aaaaaa...!!! Gawat Sean."


********