CELINE

CELINE
Ep 35



" Yap. Kalau memang bokap lo pimpinan Note, lo gak perlu khawatir Aleena, gue pastiin dapatin identitas kelompok yang nyerang club kita."


" Kalian salah, pimpinan Note itu bukan papi kita, tapi mami."


"Hah?"


*****


Udah seminggu ini Aleena dan abang nya sibuk mengurus masalah yang menghampiri mereka, dan sampai sekarang juga Aleena belum mendapatkan informasi tentang siapa yang membuat rusuh di Club nya.


" Pagi sayang, kenapa muka nya cemberut kayak gitu.?"


" Aleena cuma capek mi, udah seminggu ngurusin masalah perusahaan."


" Loh, masalah di perusahaan belum selesai?"


" Bukan nya belum selesai, cuma wartawan itu gak nyerah nyerah pi, tiap hari nangkring di depan kantor. Kan mengganggu klien. Belum lagi klien pada protes, bahkan ada yang membatalkan kerjasama nya."


" Seserius itu sayang?"


" Iya pi. Sampai abang setiap gak ada jadwal di rumah sakit pasti langsung bantuin Aleena di perusahaan."


" Ya Alfa memang seseorang yang bertanggung jawab, juga bisa di andalkan. Maaf ya papi belum bisa bantuin kamu, soalnya Papi juga harus membereskan masalah anak buah papi. Anak buah papi di hajar orang di salah satu club minggu lalu, belum lagi salah satu anak buah papi malah di tangkap sama pemilik Club, sampai akhirnya dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya."


Aleena berfikir, kenapa ceritanya mirip banget sama apa yang terjadi di club nya.


" Jangan bilang itu kejadian di Paradise Club pi."


" Kok kamu tau?"


" Oh my god..!! Papi..!! Itu club punya Aleena, dan teman Aleena yang bertanggung jawab disana. Jadi yang buat rusuh di club seminggu yang lalu anak buah papi?!!"


" Aleena? Kenapa teriak teriak? Ini masih pagi."


" Itu bang papi, masak seminggu ini kita sibuk ngurusin masalah perusahaan sama club, ternyata orang yang di tangkap Skoci itu anak buah papi. Kan sebel. Pantes aja kita nyari petunjuk gak dapat sama sekali."


" Hahaha, jadi itu club kamu sayang? Untung kamu bilang sekarang, kalau enggak, bisa bisa besok pagi club kamu udah rata sama tanah. Mami kamu udah nyiapin orang buat ngancurin Club itu."


" Mami...!!"


" Hey Aleena, jangan salahkan mami. Siapa suruh kamu gak pernah ngasih tau mami kalau itu club kamu? Mami pikir ada Mafia lain yang sembunyi disana."


" Duh mohon maaf ni mi, club Aleena itu netral. Siapa pun yang datang silahkan masuk, tapi kalau berani ngerusuh, ya tanggung sendiri akibat nya."


" Harusnya kamu tau dong, siapa yang memulai duluan, beberapa orang tiba tiba menghajar anak buah papi kamu."


" Mana Aleena tau, yang Aleena tau ada yang buat masalah disana. Dan Aleena lagi nyari dalang nya."


" Kalau begitu, nanti mami akan kasih tau mereka kalau itu club kamu. Dan bukti yang kamu cari, nanti mami suruh orang kirim ke kamu."


" Kirim ke Skoci aja mi. Dia yang bertanggung jawab disana."


" Oke. Oiya nanti temenin mami ke salon ya. Kamu gak lupa kan acara nanti malam?"


" Enggak dong mi. Aleena juga mau mastiin, kalau ini kerjaan Damian atau bukan."


" Tapi ingat Aleena, kamu harus hati hati."


" Siap mami sayang. Aleena udah siap sarapan ni, Aleena balik ke kamar ya mi. Bye semua nya."


Aleena berlari setelah mencium pipi mami, papi dan abang nya.


*****


Hari ini Fahren sudah janjian dengan Damian untuk bertemu di rumah Damian. Fahren sedang bersiap siap ketika Dista tiba tiba datang ke kamar nya.


" Bang, Dista boleh ngomong sesuatu gak?"


" Ngomong aja Dis."


" Itu, hubungan abang sama Li... Aleena gimana?"


" Hem? Baik baik aja. Kenapa kamu nanya kayak gitu?"


" Gak papa, soalnya Dista liat abang udah jarang pergi keluar sama Aleena."


" Oh, itu dia lagi sibuk bantuin mami sama papi nya di perusahaan."


" Perusahaan mana?"


" Voodee Group lah Dista, emang perusahaan mana lagi?"


" Aleena belum cerita sama abang ya?"


" Cerita apaan?"


" Oh, enggak itu Dista kesini tadi mau bilang ada teman abang dibawah."


" Kamu bohong sama abang Dista?"


" Enggak, itu beneran ada teman abang. Dista turun dulu. Mau buatin minum dulu."


Dista langsung meninggalkan kamar Fahren, tak lama Fahren juga turun ke bawah untuk melihat siapa yang datang kerumahnya.


Dodi adalah teman Fahren sejak SMP. Dodi juga salah satu anak buah kepercayaan Fahren.


" Gue mau laporan, lo di hubungin juga gak bisa bisa dari tadi."


" Laporan apa?"


" Masalah seminggu yang lalu."


" Oh, yang di Paradise? Ada perkembangan?"


" Mereka lagi nyari dalang di balik insiden waktu itu, dan kayak nya mereka dapat bantuan dari pihak lain, tapi gue gak bisa ngakses siapa orang nya. Untuk orang yang kita hajar waktu itu ternyata bukan anak buah Daniel Black, mereka orang orang yang biasa kesana untuk nyari koneksi."


" Jadi maksud lo kita salah sasaran?"


" Yap, gue juga gak nyangka anak buah kita salah sasaran. Dengar dengar mereka dari kelompok tua. Tapi gak tau gue nama kelompok mereka. Tapi tenang aja, semuanya udah gue beresin, mereka gak akan tau."


" Bagus deh."


" Tapi gue heran, bukan nya dulu Daniel itu orang nya Damian ya? Kok sekarang mereka malah jadi berselisih gitu?"


" Lo belum dengar berita nya? Lo ingat gak cewek yang nama Celine? Cewek yang tiba tiba nama nya muncul di wilayah hitam?"


" Oh, yang waktu itu pernah di mau dihajar Daniel, tapi malah Daniel dan anak buah nya yang babak belur?"


" Yap bener. Nah dia itu adik Damian. Tapi katanya bukan adik kandung sih, nah adik nya itu meninggal dalam kecelakaan pesawat, terus perusahaan yang di pegang sama Celine itu di urus sama Daniel dan anak buah nya. Gue dengar dari Damian, Daniel gak mau nyerahin hak perusahaan itu ke Damian yang jadi abang nya Celine. Karena dari awal perusahaan itu memang Celine sama Daniel yang megang."


" Loh, jelas aja Daniel gak ngasih. Damian bukan abang kandung Celine. Tapi lebih gak masuk akal lagi kalau Daniel yang nikmatin hasil perusahaan itu."


" Y gitu lah, mereka berselisih karena itu. Dan Damian curiga adiknya itu di sembunyiin sama Daniel. Karena waktu adiknya pergi itu karena dia syok tau dia bukan anak kandung keluarga Remos."


" Ribet dah. Gue gak ikutan deh kalau urusan keluarga gitu. Jadi gimana masalah paradise club?"


" Ya seperti rencana awal, kita ratain club nya. Gue juga kurang suka Daniel. Menurut informan kita, malam ini Daniel dan beberapa anak buah nya bakalan datang ke pestanya Kemal. Jadi yang jaga disana pasti cuma para bawahan nya."


* Praaanngggg...!!*


Dista menjatuhkan gelas minum yang di bawa nya saat mendengar percakapan Fahren dan Dodi.


" Abang mau ngapain?"


" Dista kamu gak papa? Hati hati biar abang suruh bibik beresin. Bikk..."


" Dista tanya abang mau ngapain?!!"


" Dista ini bukan urusan kamu oke. Abang mau keluar dulu sama Dodi."


Fahren tau Dista sangat tak menyukai jika Fahren terlibat dengan wilayah hitam. Untuk mencegahnya mengetahui lebih banyak lagi, Fahren memutuskan untuk pergi dengan Dodi. Sebelum Fahren masuk ke mobil Dista berteriak.


" Kalau lo ngelakuin hal itu, percaya sama gue, lo bakalan nyesal bang..!!"


Tapi yang tak di ketahui Fahren adalah, itu bukan peringatan biasa yang sering di ucapkan Dista.


" Ren, lo yakin mau ngeratain Paradise? Gue dengar adek lo..."


" Dia biasa ngomong gitu Dod, biarin aja. Bisnis kita lebih penting, dengan hancur nya Paradise, setidaknya kita bisa gantiin mereka. Gue yakin mereka gak akan bisa bangkit secepat itu. Apalagi kepemimpinan Paradise group lagi di pertanyakan sama pemegang saham sekarang. Mereka gak akan bertahan lama."


" Ya gue ikut aja sih. Ini kita kemana?"


" Rumah Damian."


" Turunin gue di Halte aja, gue ada urusan lain."


" Oke."


Setelah menurunkan Dodi di halte terdekat, Fahren langsung menuju rumah Damian.


****


Aleena dan mami nya sedang melakukan treatment di salah satu salon langganan maminya. Alfa dan papi nya sedang mengambil baju pesanan mereka di butik langganan keluarga mereka.


" Gimana Aleena? Salon ini adalah salah satu salon terbaik yang ada di sini."


" Ini sih bagus banget mi. Tempatnya juga tenang banget."


" Mami senang kamu suka sayang. Papi kamu kok lama banget ya sayang? Coba telfon abang kamu."


" Oke mi."


Aleena langsung menelfon Alfa untuk menanyakan mereka dimana.


" Halo bang, abang sama papi dimana?"


" Di butik ni. Ada masalah sedikit."


" Masalah apa?"


" Baju yang kita pesan terbawa sama pelanggan sebelum nya."


" Hah?"


*****