
Aleena mengikuti Sean ke kamar nya bersama dengan aunty Ana. Aleena kaget saat melihat kamar Sean, Aleena memang tak pernah memasuki ruangan yang di jadikan kamar oleh Sean selama ini.
" Ini.. Sejak kapan semua barang barang ini ada disini?"
" Itu semua punya aunty. Sean bilang dia memerlukan semua itu."
" Tapi aunty, ini kamar udah kayak ruang CCTV. Jangan bilang lo juga iseng masang CCTV di setiap ruangan dirumah?"
" Ya setidaknya keisengan gue ada manfaatnya. Lo liat ni, apa yang gue dapat."
Sean memperlihatkan beberapa video di layar komputernya yang menampilkan mami, papi dan opa nya.
" Percuma Sean, gue gak tau apa yang di omongin mereka, itu gak beda sama gambar bergerak."
" Santai sist, setidak nya gue tau mami sama papi gak pergi kemana mana beberapa hari ini."
" Kalau gitu ngapain mami sama papi nyuruh kita tinggal dirumah aunty Ana?"
" Lo nanya gue? Lah gue nanya siapa?"
" Gue serius Aiden Sean Hous Code."
" Oke santai sis. Sebenarnya ada yang lebih penting sekarang. Lo liat ini."
Sean memperlihatkan berita tentang Damian Remos. Semalam Damian secara resmi di angkat menjadi CEO dari Paradise Group. Aleena benar benar kalah telak. Belum lagi, banyak dari anak buah Skoci dan Daniel bergabung dengan Damian. Damian benar benar mencoba mengambil apapun yang di miliki Aleena.
" Beberapa berita ini ada yang di takedown. Dan gue dapat salah satunya sebelum sempat di takedown. Ini adalah berita tentang lo, dan ini benar benar keterlaluan Aleena."
" Gue gak papa Sean, lagian dari awal paradise bukan punya gue."
" Lo yakin? Mami sama papi mungkin sibuk karena berita tentang lo, di tambah dengan adanya opa."
" Emang kenapa dengan opa?"
" Opa kamu itu benar benar memiliki harga diri yang tinggi, dan dia gak akan terima jika ada yang membuatnya malu."
" Tapi ini kan gak ada hubungan nya sama opa, aunty."
" Kita masih satu keluarga Aleena, jadi tentu saja itu pasti bersangkutan dengan opa kamu. Dan juga percaya sama aunty, jika kamu gak bergerak untuk membalas perbuatan keluarga Remos terhadap kamu, opa kamu gak akan tinggal diam."
Aleena benar benar gak menyangka jika masalahnya akan menjadi lebih merepotkan seperti ini, Aleena pikir dengan menyerahkan Paradise pada Damian, mereka akan berhenti mengganggu Aleena. Tapi ternyata mereka memang gak berniat untuk melepaskan Aleena dengan mudah.
" Opa sangat marah ketika mendengar masalah kamu Aleena. Dia tau semua kejadian tentang kamu dan keluarga Remos, mungkin mami sama papi kamu lagi sibuk meyakinkan opa kamu untuk gak mengganggu keluarga Remos. Jadi sebaiknya kamu mengerti apa yang harusnya kamu lakukan Aleena. Kamu harus membuat keputusan."
" Iya. Aunty, Aleena ngerti. Sekarang Aleena boleh minta bantuan sama aunty gak?"
" Bantuan apa sayang?"
Aleena menceritakan semua rencana nya, Sean terkejut mendengar semua rencana Aleena.
" Lo yakin ini bakalan berhasil sis?"
" Makanya gue minta bantuan aunty, bisa kan aunty?"
" Hah, berarti ini udah saat nya kita menemui lelaki itu."
" Lelaki? Siapa?"
" Nanti kalian juga bakalan tau. Sekarang aunty mau menghubungi nya terlebih dahulu."
Aleena hanya bisa mengikuti perkataan aunty nya agar semua nya berjalan lancar.
" Sean, lo yakin bisa buat mami sama papi gak tau pergerakan kita? Terutama opa?"
" Hey Aleena, lo lupa siapa gue? Gue pastiin mereka gak akan tau apapun yang kita lakuin. Selagi gak ada yang bilang ke mereka."
" Thankyou Sean."
" Gak masalah, pokoknya kalau rencana ini berhasil, gue bisa tenang. Lagian gue butuh perangkat baru."
" Sialan lo. Ada mau nya ternyata."
Sean menepati janji nya, mami dan papi nya tak mengetahui apapun rencana mereka, begitu juga dengan opa mereka. Aunty Ana juga bekerjasama untuk tak membocorkan nya.
3 Hari kemudian, aunty Ana mengajak Sean dan Aleena untuk menemui orang yang di maksud aunty Ana. Mereka bertemu di Sunsine Hotel, karena di tempat itu, mami dan papi nya tak dapat mengakses mereka.
" Aunty, sebenarnya kita mau ketemu siapa sih?"
" Nanti kalian juga bakalan tau, dia sudah ada di kamarnya. Dia bisa menolong kalian berdua."
Aleena berpikir, siapa kira kira yang akan mereka temui, karena Aleena benar benar tak mengetahui koneksi keluarga nya. Sesampainya di hotel tersebut, aunty Ana langsung mengajak mereka menuju kamar hotel. Saat memasuki kamar, kamar itu benar benar rapi seakan tak ada orang yang menempati nya.
" Wellcome Isyana.. Langsung keruangan saja."
Aleena kaget saat mendengar suara itu, karena Aleena benar benar tak melihat ada seorang pun disana kecuali mereka. Aunty Ana menuju salah satu ruangan yang ada di kamar tersebut, itu adalah toilet, mengapa aunty Ana membawa mereka ke toilet.
" Aunty? Ini toilet kan?"
" Ini jalan nya Aleena, secret door."
" Haikal, come on. Gue udah datang jauh jauh kesini, dan lo masih nonton Tv?"
" Santai honey, gue lagi ngecek berita terbaru. Damian Ananda Remos CEO Paradise Group? Lelucon macam apa ini?"
" Come on Haikal. Lo gak malu ketemu ponakan lo dengan penampilan kayak gitu? Gimana papa gak marah mulu sama lo kalau kelakuan lo kayak gini?"
" Hah? Itu suami aunty?"
" Yes, bener sekali Aleena. Gue ini uncle lo."
" Kok bisa?"
Aleena benar benar terkejut melihat penampilan suami aunty nya. Benar benar berkebalikan dari aunty Ana. Aunty Ana adalah orang yang sangat rapi dan disiplin. Sedangkan suami nya, uncle Haikal adalah orang yang benar benar santai dan sedikit aneh.
" Lupakan Aleena, aunty juga gak tau kenapa bisa nikah sama orang aneh ini."
Aleena tertawa mendengar jawaban aunty nya. Apalagi melihat wajah uncle nya yang sedang merajuk akibat jawaban dari aunty Ana.
" Oke cukup bercanda nya. Gue tau kalian kemari bukan buat bercanda sama gue. Jadi?"
Aleena mencoba menyampaikan idenya pada uncle Haikal, dan menjabarkan semua rencana nya. Uncle Haikal terdiam sejenak dan berfikir, kemudian menjawab pertanyaan Aleena.
" Rencana kalian bagus, gue yakin itu akan berhasil. Tapi apa langkah selanjutnya setelah kalian berhasil?"
" Langkah selanjutnya?"
" Jangan bilang kalian cuma berencana mengambil kembali Paradise Group?"
Aleena mengangguk menjawab pertanyaan uncle Haikal.
" Kalau hanya itu, untuk apa kalian nemuin gue? Dan kalau tujuan kalian cuma sekedar itu, perusahaan yang akan kalian bangun hanya akan sebatas perusahaan biasa, gak akan bisa bersaing dengan perusahaan besar. Kalian berdua ini jika bekerjasama, tidak akan ada yang bisa menggoyahkan kalian."
Aleena terkejut mendengar perkataan uncle nya. Jika hanya ingin mengalahkan Paradise, Aleena bisa menggunakan Voodee Group, gak perlu susah payah untuk membangun perusahaan nya sendiri.
" Kasih tau gue, apa yang kalian pilih? Mengalahkan Paradise atau membangun kekuatan kalian sendiri?"
Sean dan Aleena saling melirik untuk menentukan pilihan mereka. Mereka benar benar bimbang, karena jika mereka memulai dari awal, maka semua benar benar dari nol. Dan akan memakan waktu yang lumayan lama.
" 5 Menit. Gue gak mau buang buang waktu gue."
Aleena terkejut, siapa sebenarnya uncle nya ini, kenapa dia terlalu mendominasi. Bahkan Aleena sampai tak bisa berkutik di hadapan nya.
Setelah 5 menit, mereka memutuskan untuk memilih.
" Sean mau bangun semua nya dari nol. Paradise Group udah tercemar oleh orang orang kayak Damian. Sean gak butuh sesuatu yang tercemar."
" Bagaimana dengan lo Aleena?"
" Aleena ikut pilihan Sean."
" No. Gue gak mau lo cuma ikut ikutan aja. Lo harus memilih, kalau lo cuma ikut ikutan, lo akan gampang di jatuhkan lawan."
Aleena berpikir, uncle nya benar. Jika dirinya tak menetapkan pilihan, maka sampai kapan pun Aleena akan tetap kembali menjadi Aleena yang mudah di tindas. Aleena benar sudah memaafkan, tapi dirinya belum bisa melupakan pengkhianatan yang diterima nya.
" Gue gak nyuruh lo ngelupain semua nya. Jangan lupakan pengkhianatan mereka, jadikan itu sebagai motivasi untuk lo bangkit. Ingat, jangan di lupakan, tapi ikhlaskan semua nya. Paham?"
" Paham Uncle."
Aleena tak menyangka jika dirinya akan mendengarkan kata kata itu dari orang yang di anggapnya aneh dari awal. Mungkin sisi inilah yang membuat aunty nya mencintai uncle nya.
" Aleena udah yakin, Aleena akan berdiri disamping Sean untuk memulai semua nya dari nol."
" Good. 3 Tahun. Dalam 3 tahun gue akan menolong kalian untuk membangun perusahaan kalian sendiri dan memasukkan nya ke dalam Top 100."
Setelah selesai menemui uncle nya, Aleena dan Sean kembali bersama dengan aunty nya. Aleena dan Sean akan bertemu dengan uncle nya lagi dalam 3 hari untuk memulai rencana mereka. Dalam 3 hari ini uncle nya akan mengurus semua dokumen yang di perlukan untuk rencana mereka.
Sesampainya dirumah aunty nya, Sean dan Aleena langsung bersih bersih dan berkumpul di kamar Sean.
" Oke, sekarang kita butuh modal. Kalian gak bisa menggunakan uang yang kalian dapatkan dari mami dan papi kalian, jika kalian menggunakan itu, mami dan papi kalian akan curiga."
" Aleena masih memiliki tabungan dari hasil Paradise dulu."
" Bukankah itu akan ketahuan oleh Damian?"
" Aunty tenang saja. Uang ini hasil dari beberapa club, dan Club Aleena sebelum kebakaran. Aleena juga punya beberapa simpanan, karena dari dulu Aleena memang serinh nabunh sendiri. Kalau Aleena gak salah, ada sekitar 4,5 M. Kalau di tambah sama uang jajan yang di kasih papi selama ini, total nya jadi 5,5 M. "
" Lalu bagaimana dengan kamu Sean?"
" Ya biarpun gak sebanyak Aleena, Sean masih punya sisa tabungan sebanyak 2,5 M."
" Berarti totalnya ada 8 M. Setidaknya kita harus punya dana awal 10 M. Baiklah, kalian bisa bermain dengan pasar saham. Aunty dan Aleena akan membeli beberapa saham di pasar saham, kamu bisa Aleena?"
" Bisa aunty."
*******