CELINE

CELINE
Ep 47



" Hai, excuse me? Sendirian?"


" What?.."


" Oh, sorry. Are you alone?"


" Yeah."


" May I join?"


" Of course."


Setidaknya Aleena gak harus duduk sendirian diantara keramaian orang. Aleena merasa seperti pernah bertemu dengan lelaki ini, tetapi Aleena lupa. Yah mungkin salah satu teman sekolah nya dulu.


" Oh, My name is Zacky Louise, and you?"


" Aleena Francis. Mr. Zacky or Louise?"


" Just call me Jack."


" Okay."


Aleena ngobrol cukup lama dengan Jack sampai akhirnya memutuskan kembali ke Villa nya. Aleena mengetahui kalau Jack adalah owner dari Cafe outdoor ini. Jack merintis bisnis nya mulai dari nol. Dia juga berencana untuk memindahkan usahanya ini ke Nyc. Aleena tak banyak bertanya karena takut mengganggu privasi Jack.


Aleena sampai di Villa dan langsung beristirahat karena harus menjemput Sean di bandara besok pagi. Aleena juga merasa cukup lama diluar, karena jam sudah menunjukkan pukul 12 malam saat sampai di Villa.


****


Sudah beberapa hari Aleena dan Sean berada di Indonesia, akan tetapi sampai dengan hari ini Aleena dan Sean belum berhasil bertemu dengan CEO dari JC Group, mereka tiba tiba membatalkan pertemuan yang telah disepakati.


Aleena benar benar tak habis pikir, Aleena benar benar kesal, karena mereka hanya meminta proposal kerjasama mereka dan berjanji akan menghubungi mereka kembali.


" Santai sis, lagipula itu hal wajar yang mereka lakukan, sekarang perusahaan kita bukan perusahaan besar, makanya mereka gak terlalu menanggapi kita."


" Tapi Sean, gue benar benar kesal sekarang, sia sia gue datang kesini kalau kayak gini jadi nya. Mereka cuma minta kita buat ngirim proposal kerjasama doang? Terus kita disuruh nunggu? Omg, gue gak akan berharap banyak dari mereka."


" Oke oke, gue tau lo kesal, tapi ada baik nya lo datang kesini dong? Lo bisa menghindar dari acara perjodohan yang di siapin opa kan."


" Iya sih, tapi percuma juga, gue gak akan bisa menghindar lebih lama lagi, gue udah beberapa kali menolak ajakan opa buat makan malam atau sekedar makan siang."


" So? Lo mau nerima perjodohan itu?"


" Ogah..!! Gue juga gak kenal sama tu cowok, lagian gue masih mau fokus buat bangun bisnis ini. Gue gak mau di pusingin sama urusan perjodohan itu."


" Oke, sepulang dari sini, kita bakalan omongin masalah ini sama opa."


Aleena lega karena ada Sean di sisi nya. Semua masalah jadi lebih mudah di atasi. Aleena benar benar bertekad untuk menolak perjodohan itu, karena dirinya harus menyelesaikan apa yang menjadi tujuan nya selama ini.


*****


Sudah sebulan sejak kepulangan Aleena dari Indonesia, sudah sebulan juga opa nya tidak menyerah memaksa Aleena untuk bertemu dengan lelaki yang akan di jodohkan pada dirinya.


" Come on opa.. Aleena benar benar capek sekarang, Aleena kan udah jelasin ke opa, kalau Aleena mau fokus sama bisnis yang baru Aleena bangun."


" Ini cuma makan malam Aleena. Kenapa kamu selalu menolak?"


" Kenapa juga opa selalu memaksa Aleena?"


" Karena kamu selalu menolak, ini udah 2 bulan sejak terakhir kali kamu pergi begitu saja Aleena, setidaknya kamu harus meminta maaf pada Javen."


" Opa..!! Kenapa Aleena yang harus minta maaf, lagian dia yang salah kok. Cowok apaan yang buat cewek nunggu begitu lama?"


" Kamu yang gak sabar Aleena, gak lama kamu pergi, Javen datang."


" I Don't care opa. Aleena gak mau buang buang waktu untuk lelaki yang gak tau cara nya menghargai waktu."


" Aleena..!! Setidaknya kamu kenali dulu siapa dia sebelum kamu menilai dia."


" Enough opa. Aleena mau istirahat. Aleena gak mau berdebat sama opa untuk masalah yang sama."


" Opa gak akan berhenti sebelum kamu bilang iya Aleena."


Aleena benar benar kesal melihat opa nya, opanya bahkan tak menyerah sedikit pun. Aleena langsung memasuki kamarnya dan menghempaskan tubuhnya ke tempat tidurnya.


" Bisa gila gue lama lama, lagian siapa sih cowok itu, sampai opa segitunya mau jodohin gue sama tu cowok."


Tiba tiba Sean masuk ke dalam kamar Aleena tanpa mengetuk pintu.


" Aleena, gue punya info penting buat lo."


" Sean..!! Lo kebiasaan masuk gak ngetuk pintu dulu."


" Duh apaan sih lo ribet banget. Ini lebih penting dari sekedar ketuk pintu."


" Apaan?"


" Cowok yang mau opa jodohin sama lo itu CEO dari JC Group Aleena."


" What?!!"


" Ya, dia CEO JC Group, Javendra Curtis. Cucu dari Michael Curtis. Rekan bisnis sekaligus Sahabat nya opa. Dan satu lagi, ketika Javendra menikah dengan lo, maka dia akan mendapatkan 25% saham MC Group punya Michael Curtis."


" Oh my god..!! Peraturan dari mana itu?"


" Ini gila, benar benar gila. Selama ini gue susah payah ngebujuk opa buat saham Real Estate, dan sekarang dia nyerah segampang itu?"


" Jangan lupa, dengan syarat lo harus nikah sama Javendra Curtis."


" Lo cari tau apa aja tentang Javendra, dan gue bakalan jumpain opa."


" Lo yakin mau jumpain opa?"


" Menurut lo?"


" Mending lo tunggu aja opa yang manggil lo, nah setidaknya lo bisa sedikit negosiasi sama opa."


" Hah, bisa gila gue. Kenapa gue harus di jodohin sama cowok sialan itu. Ini benar benar bikin gue kesal setengah ******."


" Santai aja, yang penting sekarang kita tau opa bakalan nyerah buat real estate."


" Lo udah dapat info tentang cowok itu?"


" Gak banyak, infonya banyak yang gak ke akses."


" Apa aja?"


" Dia anak tunggal, pinter yang pasti, dan sering bermain dengan wanita. Suka keluar masuk club malam dan tentunya hotel juga."


" Sialan..!! Cowok kayak apa yang di cari opa buat jadi suami gue. Gue bakalan langsung batalin perjodohan ini."


" Santai sist, ini itu rumornya doang. Gue belum dapat info pastinya. Feeling gue bagus sih, mending lo jalanin dulu. Kalau emang gak cocok lo bisa batalin."


" Sial, opa mikir apaan sih mau jodohin gue sama tu cowok. Lo juga apa apaan jalanin dulu, lo kira beli sepatu, di coba dulu."


Aleena benar benar gak habis pikir melihat opa nya, bisa bisa nya dia di jodohkan dengan orang yang memiliki rumor playboy dan hobi keluar masuk club dan hotel. Aleena benar benar kesal dan berencana keluar untuk menenangkan pikiran nya. Aleena membutuhkan suasana baru untuk menenangkan dirinya.


Aleena ingat jika hari ini adalah opening Cafe Outdoor Jack, lelaki yang dikenal nya sewaktu di Indonesia. Aleena memutuskan untuk kesana dan mengajak Sean. Sean yang mengerti suasana hati Aleena setuju saja untuk pergi ke sana.


Sesampainya disana, tempat itu benar benar sangat ramai, untung nya Aleena sudah cukup mengenal pemiliknya, jadi Aleena bisa mendapatkan tempat yang pas untuk merubah suasana hatinya.


" Lo kok bisa kenal sama pemiliknya sih?"


" Dia punya restoran kayak gini juga di Indonesia, nah sebulan yang lalu gue ketemu dia di Indonesia. Gue juga sempat bantuin dia."


" Sempat sempat nya lo. Tau banget pemiliknya ganteng."


" Bodo amat, yang gue tau masakan dia itu enak. Dan ganteng nya itu bonus."


" Lo gak ada niat buat pacarin dia kan?"


" Kalau dia suka sama gue apa salahnya. Hahaha."


" Lo gila, fix."


Saat sedang bercanda dengan Sean, ada seseorang yang menghampiri mereka.


" Hai Aleena, sorry gue sibuk sampai gak sempat buat nemenin lo disini."


" It's okey Jack. Gue sama kembaran gue kok."


" Oke, oiya kenalin ini teman gue dari kecil, namanya Javendra, lo pasti udah kenal kan? Soalnya dia bilang ke gue kalau dia kenal sama lo."


Aleena hanya menatap bingung ke arah lelaki di samping Jack, dimana memang nya dia mengenal lelaki ini, bagaimana mungkin mereka kenal. Tiba tiba Sean mengucapkan nama yang sukses membuat Aleena kesal setengah ******.


" Javendra Curtis? Cucunya opa Mike?"


" Yes, lo Sean kembaran Aleena kan? Gue banyak dengar cerita tentang lo dari kakek gue."


" Hahaha, gue yakinin gak semua cerita yang lo dengar itu benar."


Apa apaan Sean ini, kenapa malah pakai acara sok akrab sama manusia satu ini.


" Karena kalian udah saling kenal, gue tinggal dulu gak papa ya, soalnya gue masih banyak kerjaan yang harus di urus ni."


Jack langsung meninggalkan Javendra begitu saja. Dan apa apaan sikap Sean yang sangat menyebalkan ini.


" Sialan ni orang, ngapain pakai acara gabung di meja gue."


" Lo apa kabar? Terakhir ketemu di resto itu, kita gak pernah ketemu lagi."


" Apaan sih lo, sok kenal banget. Emang kapan gue ketemu sama lo, gak usah ngarang deh."


" Loh, kalian udah pernah ketemu? Kok lo gak cerita sama gue Alee?"


" Gue gak pernah ketemu sama ni cowok, ngehalu kali dia. Lagian emang lo gak ingat Sean, ni cowok yang udah buat gue nunggu berjam jam sampai akhirnya gak datang."


" Gue datang kok. Tapi lo udah pergi duluan."


" Jelas aja gue pergi duluan. Lo mikir gak berapa jam gue nunggu disana? Belum lagi gue ada urusan mendesak."


" Sorry, itu emang salah gue, salah gue juga waktu itu karena nolak ketemu sama lo padahal lo udah jauh jauh nyusulin gue ke Indo cuma buat ketemu gue."


" Jelas aja lo salah. Lo pikir gue mau buang buang waktu gue cuma buat cowok kayak lo. Dan ingat satu lagi, gue bukan nyusul lo Indo, tapi...."


*****