CELINE

CELINE
Ep 36



Aleena langsung menelfon Alfa untuk menanyakan mereka dimana.


" Halo bang, abang sama papi dimana?"


" Di butik ni. Ada masalah sedikit."


" Masalah apa?"


" Baju yang kita pesan terbawa sama pelanggan sebelum nya."


" Hah? Kok bisa sih bang? Jadi gimana dong?"


" Ya ini abang masih nunggu orang nya balik kesini. Papi udah ke Restoran duluan, ada urusan sedikit katanya. Kita disuruh nyusul."


" Yaudah deh, Aleena sama mami nyusul abang aja, biar barengan."


" Oke."


Aleena dan mami nya menyusul Alfa ke butik, sesampainya disana Alfa sedang berbicara dengan salah satu pegawai yang ada disana. Aleena pun menghampirinya.


" Abang, gimana Dress Aleena?"


" Udah ada ni, baru aja orang nya pergi."


" Yaudah deh. Kita langsung nyusul papi aja, Aleena laper."


" Aleena, nanti malam kamu bakalan pakai Dress sayang, jangan sampai Dress kamu jadi gak muat karena kamu gak jaga penampilan."


" Mami, tenang aja deh. Aleena gak bakalan jadi tiba tiba gendut karena makan sekali."


" Kamu tu ya, di kasih tau juga."


" Hahaha, tenang aja mi, nanti kalau Dress nya Aleena gak muat, suruh pakai baju bik Sina aja."


" Abaaaannggg..!!!"


" Hahaha, abang becanda oke. Yuk kita nyusul papi, papi ada di restoran langganan nya."


Alfa mengajak Aleena untuk menyusul papi nya yang sudah menunggu di restoran langganan nya. Sesampainya disana, Aleena langsung mencium pipi papinya.


" Gimana perawatannya sayang?"


" The best pokoknya pi, Aleena suka. Mami juga udah buatin kartu VIP untuk Aleena supaya bisa lebih mudah kalau mau perawatan disana lagi."


" Aduh, tagihan papi kayak nya nambah satu lagi nih."


Papi nya mulai bercanda dengan Aleena.


" Bener tu pi, masak kan pi, kemarin Aleena shopping pakai kartu Alfa pi. Banyak banget lagi belanja nya."


" Abannnggg..!! Itu kan abang yang mau bayarin, abang kok gitu sih."


" Hahaha..."


Semua nya tertawa melihat Aleena yang sedang merajuk akibat ulah papi dan abang nya.


" Mami, liat tuh papi sama abang."


" Aduh kalian ini, hobi sekali mengganggu Aleena. Kalau kalian gak mau bayarin tagihan Aleena, yasudah biar mami aja yang bayarin semua tagihan kartu nya Aleena."


" Loh, kok curang sih mi. Aleena di bayarin, masak Alfa disuruh bayar sendiri sih mi?"


" Wleekkk, rasain abang. Berarti itu rezekinya Aleena, abang gak boleh cemburu. Lagian kan abang udah kerja, punya duit sendiri."


" Loh, kamu kan juga udah punya duit sendiri, tau gak mi, pi, kemarin Daniel baru aja transfer uang ke Aleena, dan itu adalah pendapatan bersih yang di dapat selama setahun ini."


" Ih, abang sok tau."


" Kamu gak bisa bohong sama abang, Daniel udah bilang semuanya sama abang.. Wleekk."


" Ih, Daniel ember banget sih. Padahal kan Aleena mau ngasih kejutan ke papi sama mami. Abang resek ih."


" Eh, abang kan gak bilang kalau kamu mau ngasih mami sama papi sesuatu."


" Itu sekarang abang bilang."


" Hahaha, sudah sudah. Kalian ini, Aleena juga gak perlu ngasih apa apa ke mami sama papi. Melihat kamu bahagia juga mami sama papi udah senang sayang. Iya kan pi?"


" Iya mami kamu benar sayang."


" Gak mau tau, pokoknya Aleena ada hadiah buat mami sama papi. Tapi gak sekarang, tunggu waktunya. Hehe."


Semenjak Aleena kembali dengan keluarga nya, Aleena bisa bersikap apa ada nya. Menjadi dirinya sendiri, bertingkah manja dengan kedua orang tua dan abang nya.


" Sudah sudah, papi cuma bercanda sayang. Tenang saja, kartu kamu semuanya sudah papi urus, dan itu semua unlimited."


" Ini serius pi?"


" Serius dong sayang. Papi udah siapin ini dari lama, cuma kelupaan terus mau ngasih ke kamu."


" Yeyyyy. Eh, tapi Aleena kan punya kartu Credit, Debit dan yang lain nya sendiri pi. Kebanyakan kartu dong nanti."


" Kartu yang lama kamu nonaktifkan aja. Kan udah lama gak di pakai kan? Apalagi kartu yang dari keluarga Remos. Jangan pernah kamu pakai lagi."


" Kalau itu tenang aja pi, udah Aleena balikin semua sama uncle Jo. Aleena udah gak pernah pakai kartu itu, terakhir Aleena pakai itu waktu di Indonesia. Udah lama banget."


" Kamu mau gimana sama mereka Aleena?"


" Hah, bahkan mereka gak pernah benar benar menyayangi Aleena bang, mereka cuma jadiin Aleena sebagai bahan buat balas dendam."


" Aleena, sebenarnya..."


" Abang gak usah bilang apa apa lagi, Aleena udah dengar semuanya bang."


" Maksud kamu?"


# Flasback On #


Aleena hari ini berencana untuk mengajak abang nya untuk makan siang bersama, Aleena ingin memberi kejutan pada abang nya dengan tak memberitahukan kedatangan nya.


Sesampainya dirumah sakit, Aleena bertemu dengan beberapa teman abang nya sesama dokter dan mengobrol sebentar. Setelah menyapa beberapa orang, Aleena langsung menuju ruangan abang nya, tapi sepertinya abang nya masih memiliki pasien. Aleena memutuskan untuk menunggu.


" Miss Aleena, Dr. Alfaro sedang ada pasien, saya akan menemani Miss Aleena disini."


" Terimakasih Suster. Tapi bukannya Dr. Alfa gak ada jadwal ya sampai nanti malam?"


Aleena mulai berfikir, apakah abang nya sedang menghadapi masalah percintaan? Tapi siapa perempuan itu?


" Suster tau siapa mereka?"


" Enggak Miss. Tapi yang saya dengar, mereka selalu bertengkar tentang perempuan."


Aleena semakin yakin tentang hal yang di fikirkan nya.


" Terimakasih suster. Saya akan masuk menunggu di ruangan Dr. Alfa. Suster bisa kembali bekerja."


" Baik Miss."


Aleena berusaha untuk tak membuat suara sedikit pun, dan membuka pintu dengan perlahan. Saat sedang menunggu di ruangan Alfa, Aleena mendengar sedikit pembicaraan orang yang berada di dalam.


" Gue capek berdebat untuk masalah yang sama Damian. Kalau bukan karena gue sayang sama Aleena, dan gak mau liat dia sedih setiap hari mikirin keluarga lo, gue gak akan ngasih tau hal ini ke lo."


" Omong kosong Alfa, Line udah mati. Mati..!! Jangan membebani keluarga gue dengan omong kosong lo."


" Cukup Damian, dan kamu Alfaro. Jika benar ****** itu masih hidup, katakan pada nya untuk tak pernah menunjukkan wajah menjijikkan nya itu di depan keluarga saya. Dari awal saya tidak pernah mengharapkan dia ada di keluarga saya. Dia hanya pembawa sial..!!"


" Gak pernah mengharapkan? Lalu kenapa tante menyembunyikan Aleena dari keluarganya? Keluarga kandung nya?"


" Kamu tau jawaban nya Alfaro, karena orangtua dia itu, anak saya meninggal. Meninggalkan saya. Saya ingin orang tua dia merasakan apa yang saya rasakan selama ini. Dan sudah lama sekali saya ingin membuang nya, jika bukan karena suami saya yang bersikeras membesarkan dia, saya gak akan pernah membiarkan dia untuk tinggal lebih lama dirumah saya."


" Cukup Tante, saya menghormati tante sebagai seorang wanita terhormat, tapi jika tante melanjutkan kata kata tante, saya gak akan membiarkan hal itu terjadi. Dan jangan sampai Aleena mendengar kata kata tante barusan."


" Terserah, lagipula Line pasti lebih percaya saya daripada kamu."


" Lo berani ngancem nyokap gue di depan gue?"


" Gue akan ngelakuin hal apapun untuk Aleena. Paham kalian?"


" Hah? Ternyata dia benar benar masih hidup hah? Ingatin ke dia untuk jangan bertindak bodoh. Gue yakin lo di undang sama Kemal untuk hadir di pernikahan nya."


" Gak perlu lo ingatin, Aleena gak pernah bertindak bodoh. Cuma keluarga lo yang bodoh karena menyia nyiakan kepercayaan adik gue. Apapun yang terjadi, Aleena gak akan gue biarin buat dekat dekat sama keluarga lo. Lagi pula keluarga Aleena lebih bisa menghargai dan membahagiakan Aleena."


Aleena yang mendengar semua itu benar benar sedih, memang Damian dan keluarganya tak mengetahui jika Alfa adalah abang kandungnya. Mereka hanya mengetahui jika Alfa adalah pacar Aleena.


Aleena kecewa karena orang yang selama ini paling dekat dengan nya malah tega mengatakan hal itu. Aleena hanya di jadikan sebagai alat untuk balas dendam. Aleena meninggalkan ruangan Abang nya dengan perasaan sedih.


# Flashback Off #


" Jadi kamu udah dengar semuanya?"


" Haha, ya Aleena dengar semuanya."


" Maafin abang, abang gak mau liat kamu sedih terus. Jadi.."


" Udah bang. Aleena paham kok, Aleena gak nyalahin abang."


" Percaya sama papi Aleena, papi gak akan biarin siapapun mengganggu kamu. Papi akan buat kamu bahagia."


" Aleena senang masih punya papi, mami sama abang di sisi Aleena."


" Oke, sudahi sedih sedihnya. Kita makan dulu oke. Kita pastikan nanti malam mereka akan liat sosok sesungguhnya dari Aleena Fransisca Voodee, putri Voodee Group."


Mami dan papi gak akan pernah main main dengan kata katanya, apapun yang mereka ucapkan, maka tak akan ada yang bisa membantah nya.


*****


Seperti yang sudah disepakati, malam ini adalah malam resepsi pernikahan Kemal. Aleena akan datang bersama dengan Fahrenza. Aleena sedang bersiap siap di dalam kamarnya saat abang nya memanggilnya.


" Aleena. Fahren udah sampai."


" Iya sebentar bang."


Aleena bergegas karena tak ingin membuat Fahren menunggu lama. Setelah selesai Aleena langsung turun ke bawah dan menghampiri Fahren yang sedang berbincang dengan papi nya.


" Yuk, gue udah siap."


Fahren terdiam melihat Aleena, karena Aleena benar benar cantik malam ini. Sampai Fahren di tegur oleh Alfaro.


" Udah gak usah di liatin terus, gak akan tiba tiba berubah jadi nenek nenek adik gue."


" Abanggggg...!!"


" Yaudah, berangkat sekarang ayuk. Abang bawa mobil sendiri."


" Oke."


Selama perjalanan Aleena hanya diam, akhir akhir ini Aleena merasakan perubahan Fahren, begitu pula sebaliknya. Sesampai di acara pesta tersebut, Aleena langsung memasang wajah tersenyum nya.


Acara berjalan dengan lancar, Aleena banyak berkenalan dengan beberapa kolega bisnis papinya. Tapi Aleena belum melihat Damian dan keluarga nya. Sedangkan Kemal, Aleena sudah melihat nya sekilas sebelum dirinya di ajak berkeliling oleh papi nya dan Fahren.


" Lo nyari siapa?"


" Hah?"


" Dari tadi gue liat lo ngeliat kiri kanan terus, kayak lagi nyariin seseorang."


" Eh, itu enggak."


" Yaudah ikut gue yuk. Gue kenalin ke teman teman gue."


" Hah?"


Belum sempat Aleena bereaksi, Aleena sudah ditarik lebih dulu oleh Fahren dan menghampiri Kemal, dan itu... Damian...


" Yo Kemal, selamat ya. Akhirnya nikah juga lo."


" Hahaha, Thankyou Ren. Lo kapan nyusul?"


" Haha, secepatnya. Lo kapan nyusul Damian?"


" Kapan kapan."


" Hahaha, Kenalin ni pacar gue, Aleena Fransisca Voodee."


Aleena benar benar gak tau harus berbuat apa di depan mereka, padahal sebelumnya Aleena sudah menyiapkan hati nya untuk bertemu dengan mereka. Tapi sekarang, dirinya hanya bisa diam dan melihat wajah terkejut Kemal.


" Celine? Ini beneran lo Line?"


*****