CELINE

CELINE
Ep 23



Fahren memasuki ruangan itu dan menemukan Daniel bersama dengan seorang lelaki muda dengan luka di wajah nya.


" Ada apa anda mencari saya?"


" Dimana Crystal?"


Tiba tiba orang orang berbadan kekar menahan Fahren, Fahren yang kaget tak sempat bereaksi.


" Apa apaan ini?"


" Gue perhatiin beberapa hari belakangan ini, lo selalu nyari Crystal dimana mana, mau lo apa?"


" Apa urusan nya sama lo? Lo cuma bodyguardnya doang. Gue gak punya kewajiban untuk menjawab pertanyaan lo."


" Lo kira lo punya pilihan disini? Lo gak ngelihat posisi lo ada dimana sekarang? Posisi lo bukan untuk negosiasi sama gue. Lo cuma harus jawab pertanyaan gue."


" Apa mau lo nyari Crystal?"


Fahren kekeh diam tak menjawab, Daniel menyuruh anak buah nya untuk memukul perut nya. Tapi Fahren kekeh untuk tak menjawab pertanyaan Daniel.


" Jadi lo bakalan tetap bungkam? Silahkan lo diam sesuka hati lo, tapi gue pastiin lo gak akan bisa keluar dari ruangan ini."


" Gue cuma mau tau dimana Crystal. Dan gue yakin Crystal gak tau siapa lo sebenar nya Daniel."


" Maksud lo?"


" Lo bukan cuma bodyguard biasa. Lo gangster Daniel. Lo Daniel Black pembunuh bayaran di dunia bawah."


Fahren mendapatkan satu pukulan lagi di perutnya.


" Hahaha, lo yang gak tau apa apa tentang Crystal. Jadi lebih baik lo jauhin Crystal, orang orang kayak lo cuma mementingkan urusan kalian sendiri."


" Lo bisa mukulin gue disini, tapi gue gak akan biarin lo nyakitin Crystal sedikit pun. Gue memang gak tau apa apa tentang Crystal, tapi selagi gue masih hidup, gak akan gue biarin lo ngelakuin apapun yang bisa nyakitin Crystal, *******..!!"


Daniel yang mendengar hal itu langsung menyuruh anak buah nya untuk melepaskan Fahren.


" Siapa lo sebenarnya? Kenapa lo tau Identitas gue?"


" Dee."


Daniel kaget mendengar nama itu. Itu adalah nama orang yang bersama dengan Damian dan Kemal. Daniel pernah berselisih dengan anggota Dee. Dan Daniel benar benar tak menyukai Dee dan anggota nya yang suka menghabisi anggota lain tanpa sebab.


Skoci yang menyadari perubahan raut wajah Daniel mengerti bahwa semua harus di akhiri disini jika tidak ingin terjadi perkelahian.


" Crystal gak ada disini, dia jarang kesini. Kalau lo mau nemuin dia, dia ada di Paradise Hotel..."


" Mustahil, gue udah berkali kali kesana. Tapi mereka selalu bilang Crystal gak ada."


" Skoci..!!"


" Santai Daniel, dia gak punya niat jahat buat Line. Gue bisa ngeliat dari mata dia. Dia benar benar ingin melindungi Line."


" Tapi..."


" Cukup Daniel, Line sebentar lagi sampai. Jangan buat keributan yang gak penting. Lo bisa nunggu di ruangan bawah. Anak buah gue akan nganterin lo kesana."


" Gue mau nunggu Crystal disini."


" Ini bukan tempat yang sembarangan bisa lo datangin bocah sialan..!!"


Daniel masih tidak mempercayai Fahren. Dan menunjukan permusuhan dengan Fahren. Daniel benar benar dendam dengan anggota Dee karena banyak anak buah nya yang meninggal tanpa sebab.


" Lo gak ada hak buat ngelarang gue *******..!!"


Pada akhirnya Daniel dan Fahren terlibat perkelahian, kemampuan Daniel jelas berada di atas Fahren, bahkan Fahren tak dapat menjatuhkan Daniel. Sampai akhirnya Skoci dan beberapa anak buahnya melerai mereka berdua.


" Daniel, stop..!! Line udah sampai di parkiran. Urus masalah lo setelah ini. Dan lo lebih baik jaga sikap lo, ini bukan daerah lo, lo harus paham itu."


Akhirnya Fahren setuju untuk menunggu Line sambil mengobati luka nya di ruangan lantai bawah. Setelah mengantar Fahren ke ruangan nya dan meminta salah satu pelayan untuk mengobati nya, Skoci kembali keruangan Daniel. Disana sudah ada Line.


" Keributan apa ini?"


" Maaf bos. Hanya masalah kecil."


" Siapa yang berani buat masalah di tempat gue?!!"


" Maaf bos, gue gak bisa nahan emosi gue. Dia pimpinan Dee."


Line mengetahui identitas Dee. Dia adalah orang yang berkuasa karena memiliki kekayaan dan keahlian bernegosiasi tapi tidak terlalu mahir dalam bertarung. Dan itu benar benar membuat nya kesal. Line tak pernah mengusik wilayah nya. Tapi dia malah mencoba menggangu wilayah Line.


" Ruangan 0101 bos."


Line benar benar tak suka wilayah nya di ganggu oleh orang lain, apalagi dia tak pernah mengganggu wilayah orang lain. Padahal Line baru pulang dari Australia.


" Beberapa hari ini orang itu selalu mencari bos dimana mana, dia bahkan mendatangi hotel bos."


" Sialan, apa mau nya?"


Line langsung masuk ke dalam ruangan tersebut dan kaget melihat siapa yang ada disana.


" Fahren?"


" Crystal? Lo kemana aja? Sejak malam itu gue nyariin lo, gue mau minta maaf karena perkataan mama gue. Dan juga..."


" Wait wait, jadi yang di maksud mereka itu lo? Dee pemimpin organisasi ke-3?"


Fahren memandang ke arah Skoci dan Daniel dengan tatapan aneh.


" Jadi apa tujuan lo ngedeketin gue dan buat masalah disini?"


" Gue gak buat masalah, gue cuma nanya keberadaan lo sama Daniel, tapi gue langsung di serang sama anak buah dia."


" Buat apa lo nyari gue?"


Fahren merasakan perbedaan aura dari Line, Fahren merasa sedang berhadapan dengan seseorang yang berbeda.


" Gue cuma mau minta maaf soal kejadian waktu itu, gue gak enak sama lo karena nyokap gue. Dan.."


" Dan?"


" Dan gue lupa kalau gue gak punya kontak lo."


Line memandang sebentar ke arah Fahren dan akhirnya memberikan nomor hp nya pada Fahren. Line menyuruh Skoci dan Daniel untuk meninggalkan mereka dan membawakan minuman keruangan itu. Awalnya Daniel ingin menolak, tetapi melihat pandangan dari Line, Daniel menyerah.


" Lo kemana aja? Kenapa lo gak ada di hotel?"


" Gue ke Queensland."


" Ngapain?"


" Emang nya lo harus tau apa aja yang gue lakuin?"


" Enggak sih, tapi gue penasaran aja, karena tiba tiba lo hilang kayak di telan bumi. Belum lagi pihak hotel benar benar ngeblokir semua akses tentang lo."


" Oh."


" Besok malam lo ada acara enggak?"


" Ada."


" Gimana kalau siang?"


" Gue sibuk."


Fahren merasa kalau Line bersikap lebih dingin di bandingkan saat bertemu pertama kali dengan nya.


" Lo masih marah ya sama gue?"


" Enggak."


" Kenapa? Lo takut dekat dekat sama gue karena gue gabung sama dunia bawah? Lo tenang aja Crystal, gue cuma berbisnis, gak lebih."


" I don't care. Terserah lo mau ngapain juga. Tapi gue paling gak suka ada yang buat keributan di tempat gue."


" Crystal, look at me..! Gue gak pernah buat keributan, gue cuma nyari lo. Gue pengen ketemu sama lo. Udah itu doang."


" Buat apa? Buat jadi tameng lo? Sorry gue gak sama kayak cewek cewek lo sebelumnya."


" Karena lo gak sama kayak mereka Crystal."


Fahren benar benar hilang kendali, Fahren memegang pundak Line dengan sangat kencang. Fahren merasa tak suka ketika melihat sikap dingin Line padanya.


" Crystal..!! Gue tau mungkin sekarang lo nyangka kalau gue mabuk atau bahkan gila, tapi percaya atau enggak, sejak kejadian di danau itu, gue benar benar gak bisa ngelupain lo. Gue selalu kepikiran lo, waktu lo menghilang gue benar benar frustasi nyariin lo. Gue suka sama lo Crystal..."


Tanpa disangka, Fahren mencium Line tepat di bibirnya. Line yang kaget langsung reflex menampar Fahren dan meninggalkan nya disana. Fahren yang menyadari kesalahan nya hanya mengutuk kebodohan nya.


****