CELINE

CELINE
Ep 41



Fahrenza bersama dengan seseorang yang sangat Aleena kenal.. Fahrenza sedang mencium mesra seseorang yang sedang bersama dengan nya saat itu. Aleena langsung menghampiri mereka..


" Fahrenza....."


" Aleena..!!!"


" Kalian??"


Seseorang itu benar benar terkejut melihat Aleena sedang berdiri menatap mereka berdua.


" Aleena gue bisa jelasin semua nya Aleena."


" Cukup Silviana, lo gak perlu jelasin apapun sama Aleena. Aleena gak ada hubungan apapun sama gue."


Aleena yang mendengar hal itu awalnya terkejut, tapi ini adalah hal biasa bagi Aleena, Aleena sudah biasa di khianati, Aleena sudah biasa patah hati. Aleena mencoba tersenyum.


" Fahrenza benar Silviana, gue gak ada hubungan apapun sama dia. Jadi lo gak berkewajiban untuk menjelaskan apapun sama gue."


" Tapi Aleena..."


Fahrenza langsung memotong perkataan Silviana..


" Seperti yang lo liat Aleena, gue sama Silviana sekarang pacaran, kita udah di jodohin sama orang tua kita."


" Jadi sekarang lo udah nerima perjodohan dari orang tua lo? Selamat kalau gitu untuk kalian berdua."


" Ya itu lebih baik daripada gue harus menghabiskan waktu dengan orang yang bahkan gak bisa menghargai perasaan orang lain dan lebih mencintai dirinya sendiri."


Deg..Deg...Deg....


Apakah selama ini Aleena hanya memikirkan perasaan nya sendiri? Apakah selama ini Aleena tak pernah memikirkan perasaan orang di sekitar nya. Sehingga satu per satu orang orang yang ia sayangi meninggalkan nya.


" Iya lo benar. Gue cuma mencintai diri gue sendiri. Gue gak pernah memikirkan perasaan orang lain. Jadi semoga kalian berdua bahagia ya."


" Aleena dengerin gue dulu. Ini gak seperti yang lo bayangin, gue..."


" Gak papa Silvi, lo mungkin belum tau. Tapi baru baru ini Fahren dan anak buahnya udah nyerang club gue, dan itu adalah alasan kuat buat gue gak berhubungan lagi dengan Fahren.."


" Gue..."


Aleena meninggalkan Silviana dan Fahrenza dan kembali ke tempat nya semula. Fahrenza dan Silviana meninggalkan pantai itu. Aleena hanya menatap miris saat mereka pergi menjauh.


Aleena menerawang jauh, saat dirinya pertama kali bertemu dengan Fahrenza, juga dengan semua kenangan Aleena dengan Fahrenza. Tanpa sadar Aleena meneteskan air matanya.


Tiba tiba ada seorang lelaki yang memberikan sapu tangan pada Aleena.


" Thankyou."


" It's okey Miss. Saya cuma gak bisa ngeliat wanita yang menangis sendirian."


" Gue gak nangis, cuma mengantuk."


" Oh, kenapa kamu gak kembali ke hotel kalau gitu? Ini udah lumayan larut, angin disini juga gak terlalu bagus dan pengunjung pantai sudah mulai meninggalkan pantai."


" Ya, gue bakalan balik ke hotel. Hanya saja ingin menikmati pemandangan pantai lebih lama."


" Ya kamu bisa lanjutin menikmati pemandangan nya besok pagi, sunrise disini lumayan bagus. Kalau kamu mau, saya bisa menemani kamu melihat pemandangan sunrise besok pagi. Kamu cari aja saya di stand itu."


Lelaki itu menunjuk sebuah stand yang menjual beberapa makanan dan minuman.


" Oke."


Aleena meninggalkan pantai dan kembali ke mobilnya dan menuju hotel untuk beristirahat. Sampai di hotel Aleena benar benar lelah dan memutuskan untuk beristirahat.


*****


Pagi harinya Aleena bangun dan bersiap siap. Entah apa yang membuat nya menyetujui perkataan lelaki itu untuk menemaninya melihat sunrise. Aleena berharap suasana hati nya bisa lebih baik saat kembali nanti. Dirinya tak ingin bertengkar lagi dengan kembaran nya.


Aleena langsung menuju stand yang dikatakan lelaki semalam. Aleena melihat stand itu sedang bersiap siap untuk membuka stand nya. Aleena memutuskan untuk membantu lelaki itu menyusun bangku bangku di dekat stand nya. Lelaki itu tampak terkejut saat melihat Aleena.


" Udah gak usah, ini kerjaan cowok."


" Gue cuma mau ngucapin makasih buat semalam."


" Santai aja. Kalau kamu mau bantuin saya, mending bantu saya nyusun roti ini di kotak itu."


Lelaki itu memberikan roti yang dipegang nya pada Aleena untuk disusun. Roti nya masih hangat.


" Ini roti buatan lo?"


" Yap."


" Lo sendiri ngelola stand ini?"


" Enggak, biasa saya di bantu sama adik saya, dia lagi nganterin roti ke beberapa stand. Nanti juga kesini, nah kalau dia udah sampai baru saya temenin kamu buat ngeliat sunrise di bukit sana."


" Oke."


Setelah selesai menyusun roti, Aleena hanya memperhatikan lelaki itu bekerja di stand nya sambil menunggu adik lelaki itu. Aleena bisa melihat wajah bahagia lelaki itu saat ada seorang pembeli yang menyukai rotinya.


" Oiya saya sampai lupa, nama saya Allan Dalton. Kamu?"


" Aleena."


" Oh, Aleena? Cantik, seperti orang nya."


" Nih cobain roti buatan saya. Saya yakin kamu bakalan suka, karena di daerah sini roti buatan saya ini best seller banget."


Aleena mencoba roti yang di berikan oleh Allan, seperti kata Allan, roti ini benar benar enak. Rasanya juga gak kalah sama roti buatan chef di hotel nya.


" Gimana gimana? Enak kan?"


" Lumayan."


" Saya tinggal sebentar ya, saya mau ngelanjutin beres beres nya dulu."


" Oke."


Saat Aleena sedang menikmati roti nya, ada seorang gadis kecil seumuran Moana yang menghampiri nya dan melihat nya.


" Hai adik kecil, sini duduk. Kamu mau?"


Aleena menawarkan roti yang ada di piring itu pada gadis kecil itu. Gadis itu menolak dengan menggelengkan kepala nya. Aleena bingung, jika ia tak ingin roti ini, lalu mengapa dia memandangi Aleena terus menerus. Saat Aleena merasa tak nyaman, Allan datang menghampiri.


" Vibie, udah berapa kali abang bilang, jangan suka memandang seseorang seperti itu."


" Soalnya kakak nya cantik. Kalau udah besar Vibie mau jadi kayak kakak cantik. Biar bisa pakai baju bagus terus banyak yang mau temenan sama Vibie."


Aleena terkejut mendengar perkataan tersebut, Aleena tak menyangka bahwa gadis polos ini sangat menggemaskan.


" Hem? Kamu nama nya Vibie ya?"


Gadis kecil itu mengangguk menjawab pertanyaan Aleena.


" Kenalin, nama kakak Aleena. Memang nya sekarang gak ada yang mau temenan sama Vibie?"


Gadis kecil itu menggeleng.


" Kenapa?"


Gadis itu diam saja dan melihat ke arah abangnya.


" Coba sini cerita sama kakak, kenapa gak ada yang mau temenan sama Vibie?"


" Karena,, karena Vibie beda sama mereka, karena baju Vibie gak sebagus baju mereka. Kata mereka, kalau Vibie mau main sama mereka, Vibie harus punya baju yang bagus kayak mereka."


Wajah gadis itu terlihat sedih, lalu kembali berkata.


" Tapi gak papa kok, Vibie punya abang, abang selalu baik sama Vibie. Vibie juga gak perlu main sama mereka."


" Kenapa?"


" Karena kalau Vibie main sama mereka, nanti gak ada yang bantuin abang. Lagi pula Vibie senang bisa nganterin roti setiap pagi, Vibie bisa ketemu sama banyak orang."


" Aduh kamu lucu banget sih, kakak juga punya adik perempuan, kayak nya seumuran sama kamu. Nanti waktu dia lagi libur, kakak ajak main kesini, biar bisa main sama kamu."


" Beneran kak?"


" Bener dong."


" Horreeeee, Vibie bakalan ada teman."


Aleena senang melihat wajah gadis kecil itu menjadi riang kembali.


" Sorry ya kalau Vibie buat kamu gak nyaman, Vibie sebenarnya baik, cuma memang dia kadang kesepian. Apalagi kalau saya lagi sibuk ngurusin stand."


" Sorry, orang tua lo kemana?"


" Dari kecil saya gak pernah mengenal siapa orang tua saya. Saya tinggal di panti asuhan."


" Sorry. Gue gak bermaksud."


" Santai aja. Memang saya yang mau cerita. Vibie itu anak dari orang tua angkat saya. Tapi semenjak perusahaan Dalton bangkrut, Mama dan papa saya sangat sibuk bekerja dan jarang memperhatikan Vibie. Mereka bekerja keras untuk membiayai hidup kami, sampai akhirnya mereka meninggal karena terlalu lelah bekerja. Dan stand ini adalah satu satu nya peninggalan orang tua kami."


" Dalton? Maksud lo Dalton Furniture? Perusahaan Mebel itu?"


" Iya."


" Bukannya perusahaan itu bangkrutnya 2 tahun lalu?"


" Ya, lo bener. Dan orang tua gue meninggal tahun lalu."


" Oh god..! Apa lagi kali ini?"


" Maksud nya?"


" Lo tau kenapa Dalton Furniture bangkrut?"


" Saya tau, perusahaan keluarga saya bangkrut karena...."


*****


NB*


Dikarenakan besok 22 September adalah hari ulang tahun author, author bakalan Up 3 Episode sekaligus ya readersđź’•


Jadwal Up nya 22 September 2020 pukul 22:00.


Terimakasih Readersđź’•đź’•