Baby's Life Story

Baby's Life Story
Bab 57



...~Happy Reading~...


“Tolong, sampaikan salam ku pada Ryan dan Ryana. Dan katakan, bahwa ketiga anak mereka masih menunggu di lantai dua. Mungkin, Raka akan ketakutan, tapi aku percaya kamu bisa meyakinkan hal itu pada mereka,” ucap Baby.


Kini, gadis itu menoleh dan mendongakkan kepala nya untuk menatap wajah Ryan. Menerbitkan senyuman yang begitu manis namun justru membuat hati Ryan semakin menolak kepergian Baby.


“Berikan aku alamat mu, dan aku akan sering mengunjungi mu nanti,” pinta Ryan yang entah untuk ke berapa kali nya, namun tak membuat Baby goyah. Gadis itu tetap kekeuh pada pendirian nya untuk tidak memberitahu siapapun tentang tempat tinggal nya yang baru.


Dirinya hanya mengatakan bahwa ia akan ke Jepang. Tapi tidak memberitahu dimana dirinya akan tinggal sementara di negara itu. Hanya papa Wira dan Grace lah yang tahu, namun Baby sudah mewanti wanti agar istri baru dari papa nya itu tidak menjadi ember bocor.


“Ryan, kamu tahu, alasan aku tidak menerima pernyataan cinta kamu?” tanya Baby yang masih dengan senyuman manis nya menatap ke arah Ryan.


Memang benar, selain Baby menolak lamaran Ryan, namun gadis itu juga menolak untuk menjadi pacar Ryan.


“Bukan karena aku tidka mencintai kamu. Asal kamu tahu, disini,” Baby menarik tangan Ryan dan meletakkan nya tepat di atas dada nya, “Disini sudah terukir indah nama kamu.”


Baby menarik napas nya cukup panjang, “Aku juga mencintai kamu Ryan. Tapi aku tidak ingin mengekang kamu. Aku tidak ingin mengikat mu atau memberikan mu harapan palsu.”


“Kita tidak pernah tahu akan takdir seperti apa yang akan kita miliki di masa depan. Bisa saja, pesawat ku jatuh atau aku di sana akan tewas. Atau—“ Dengan cepat, Ryan membungkam mulut Baby dengan tangan sebelah nya.


Mata nya menyorot dengan begitu tajam, sungguh ia tidak pernah suka dengan perkataan Baby yang sering mengucap akan kematian. Walau pun memang benar bahwa kematian itu masih menjadi takdir dan garis dari Sang Maha Kuasa.


Tapi tetap saja, Ryan tidak menyukai nya. Dan ia akan terus berusaha, berdoa dan berharap bahwa memang Baby lah pelabuhan terakhir yang akan ia singgahi untuk selama nya.


“Aku serius Ryan. Karena itu, aku tidak mau mengikat kamu, aku gak mau membuat kamu terluka. Jadi, kita pasrahkan saja kepada Yang di atas. Aku yakin, rencana Nya akan jauh lebih indah dari rencana yang kita buat,” imbuh Baby panjang lebar.


“Baiklah, aku menyerah. Aku mengalah dan aku akan bersabar sampai waktu itu tiba. Percuma aku membujuk mu untuk tidak pergi, jika nyata nya aku bukanlah orang yang bisa menjadi alasan kamu tidak pergi.” Ungkap Ryan kembali menghela napas nya panjang.


“Kamu boleh tidak memberitahu alamat kamu, tapi aku mohon jangan menghilangkan kabar dari ku. Segera hubungi aku setelah kamu tiba di sana, dan jangan lupa untuk selalu memberikan ku kabar, jangan blokir nomor ku dan jangan pernah—“


Baby langsung terkikik geli mendengar perkataan Ryan yang begitu panjang lebar. Ia baru menyadari bahwa ternyata Ryan adalah laki laki yang begitu posesif, tanpa perduli di antara mereka tidak ada ikatan suatu hubungan sama sekali. Namun laki laki itu tetap memperlakukan nya persis seperti seorang kekasih.


“Aku serius, jangan pernah melirik laki laki lain. Aku akan sabar menunggu kamu. Tapi jika saat kamu kembali ternyata sudah menemukan laki laki lain, aku tidak akan takut untuk menjadi seorang buronan polisi sekalipun,” imbuh Ryan yang membuat senyuman Baby semakin merekah begitu indah.


...~To be continue ......


...🕊🕊🕊🕊...


Readers : Mom ini kenapa sih? Mereka ngapain?


Mommy : Lah ngapain emang? Kan lagi perpisahan


Readers : Gak si Taka, gak si Ryan. Kenapa Mommy buat kaya gitu semua


Mommy : Maksud nya apa sih? Sumpah Mommy gak ngerti


Readers : Cipokkan mulu Mom!


Mommy : Dihhh, mulu? Perasaan si Ryan baru ini dah


Readers : ya tapi barengan sama si Taka


Mommy : Oh, anggep aja mereka janjian buat cipokkan .... Jangan bilang kalau kalian juga mau


Readers : Ya ... gimana ya ..


Mommy : Ya udah, booking dulu kalau mau. Ntar Mommy yang urus, buruan DM. Masalah harga bisa nego


Taka & Ryan : Mom, mau alih propesi dari penulis jadi calo?


Mommy : Selama itu menguntungkan 😎😎


Taka & Ryan : Dasar author mata duitan! 😒😒😒