
...~Happy Reading~...
Hari yang di tunggu sudah tiba. Hari ini adalah hari dimana ayah nya akan melangsungkan pernikahan kedua nya. Baby yang sudah siap dengan pakaian nya kini duduk manis di tempat yang tak jauh dari kursi pelamin yang akan di jadikan acara ijab qobul.
‘Mama ... Baby berharap, Mama bisa ikut bahagia di sana.’ Gumam nya dalam hati tanpa sadar sampai meneteskan air mata.
“Nih,” Baby langsung menoleh saat tiba tiba ada sebuah sapu tangan yang di sodorkan untuk nya.
Ryan, entah sejak kapan laki laki itu sudah berada di sebelah Baby. Acara masih akan di langsungkan satu jam lagi, tapi semua tamu sudah hadir dan mengambil tempat di kursi masing masing.
“Makasih,” ucap Baby segera menerima sapu tangan itu.
“Aku tahu bagaimana perasaan kamu. Dulu, aku pun juga pernah merasakan itu,” Baby langsung mengerutkan dahi saat mendengar perkataan dari Ryan.
“Mommy Nasya, dia ibu sambung ku, By,” imbuh Ryan tersenyum seketika membuat mata Baby kembali membola karena terkejut.
“Dia adalah malaikat yang di kirimkan Tuhan di dalam keluarga ku.” Ryan kembali tersenyum, mengingat kembali pertemuan pertama nya dengan sang ibu sambung.
“Dulu, Ryana bahkan sempat menolak kehadiran Mommy Nasya. Tapi, ternyata apa yang di takutkan tidak terjadi. Tidak semua ibu tiri jahat seperti di dongeng. Justru mommy Nasya sangat baik dan hingga kini masih menjadi yang terbaik di antara kami.”
“Kamu sudah pernah bertemu dengan nya?” tanya Ryan yang langsung di balas anggukkan kepada oleh Baby, “Dia sangat baik, lembut dan penyayang. Daddy bahagia karena sudah menikah dengan nya.”
“Aku dan Ryana kini bersyukur karena Daddy bertemu dengan Mommy yang membawakan kebahagiaan untuk kami.”
“Baby, meskipun Grace terlihat seperti itu. Tapi percayalah, dia orang baik. Dia sahabat Ryana, dan aku juga sudah sangat mengenal nya.”
“Tentu saja kamu mengenal nya, karena kamu mantan nya,” saut Baby dengan cepat dan nada ketus, gadis itu segera memalingkan wajah nya ke samping saat melihat wajah Ryan yang terlihat sedang mengulum senyuman.
Cemburu, tentu saja Baby merasa cemburu dan sangat iri, mengapa Grace bisa begitu di cintai oleh Ryan hingga membuat laki laki itu sulit move on, pikir nya.
“Aku memang pernah berpacaran, kurang lebih dua tahun,” ucap Ryan seketika membuat baby kembali menoleh dan menatap nya dengan semakin tajam, “Tapi bukan dengan Grace.”
“Bohong!’ saut Baby tidak percaya.
“Kamu mau tahu siapa cewek itu?” tanya Ryan namun hanya di balas dengusan saja oleh Baby, hingga membuat Ryan semakin sulit untuk menahan tawa nya, “Namanya Bintang.” Imbuh Ryan terdengar begitu serius.
“Dia adalah cewek pertama yang sudah merebut hati ku. Dua tahun kami bersama, tapi ternyata Bintang yang selalu ku jaga sinar nya agar terus bersinar, nyata nya bukan di takdir kan untuk ku.”
“M—maksudnya?” tanya Baby menatap laki laki itu dengan intens.
“Bintang hanya untuk Angkasa,” jawab Ryan tersenyum getir, “Mereka sudah menikah, dan sudah ada badai di antara mereka. Jadi tidak mungkin aku kembali merebut bintang itu.”
“Badai? Maksud nya gimana?” tanya Baby yang semakin bingung tak mengerti namun justru semakin membuat Ryan tak kuasa menahan tawa nya.
Deg!
Baby terdiam dan semakin terpaku melihat laki laki itu tertawa begitu lepas. Selama ini, Baby hanya melihat Ryan dengan senyuman tipis, irit bicara dan jarang merespon.
Berbeda dengan hari ini, laki laki itu sudah berbicara begitu panjang lebar, bahkan di sertai tawa dan candaan yang membuat nya terlihat semakin bersinar.
...~To becontinue ......
...Yang ngerti maksud Ryan, tolong bantu jelasin ke Baby ......