Baby's Life Story

Baby's Life Story
Bab 42



...~Happy Reading~...


Setelah beberapa menit menunggu, kini papa Wira sudah tiba di rumah nya. Baby segera berdiri dan menghambur memeluk sang papa. Rindu yang sudah ia pupuk selama beberapa bulan kini akhirnya terbayar.


Jangan tanya kesalahan siapa, karena itu semua memang kesalahan Baby. Dia yang meninggalkan ayah nya, tapi dia juga yang seolah seperti yang tersakiti.


“Kangenn ... “


“Jangan kabur kaburan lagi,” papa Wira melepaskan pelukan putri nya lalu menangkup wajah yang juga sangat ia rindukan itu.


Menganggukkan kepala nya, Baby patuh dan berjanji tidak akan kabur lagi seperti yang sebelum nya. Walau sebenarnya, hatinya masih sedikit khawatir dengan keberadaan Bobby yang masih menjadi misteri.


Sementara itu, Wira yang sudah melepas rindu dengan putri nya, kini mata itu tertuju pada sosok gadis yang juga menunggu kehadiran nya. Gadis yang sejak tadi hanya bisa berdiam diri di meja makan sambil terus menatap sayu pada nya.


“Kamu sudah makan?” tanya papa Wira kepada Baby.


“Belum, kan Baby nungguin Papa.” Jawab nya membuat papa Wira mengangguk dan segera mengajak Baby kembali duduk di meja makan.


“Ehemmm!” Grace tersenyum tipis saat Wira sudah berada di depan nya, “Mau langsung makan? Gak mau mandi dulu? Ganti baju?”


“Kalian sudah lapar?” tanya Wira menatap dua gadis di depan nya.


“Belum,”


“Sudah!”


Jawab Baby dan Grace yang tidak kompak, seketika membuat keduanya saling menatap satu sama lain. Sebenarnya, Grace pun juga sudah lapar, tapi ia tidak bisa melihat Wira yang masih mengenakan pakaian kerja.


Grace ingin melihat Wira mandi dan berganti baju terlebih dulu, makanya dia bilang belum lapar. Tapi Baby justru mengatakan sudah lapar dan ingin segera makan. Padahal, sejak tadi Baby sudah memakan beberapa buah dan cemilan yang ada di meja.


“Kita makan saja dulu,” ujar papa Wira menuruti kemauan putri nya dan mengabaikan perintah dari Grace.


Bagi Grace, itu adalah sebuah tantangan yang sangat menguji mental, hati dan perasaan nya. Dan entah mengapa ia menyukai hal itu.


“Jadi, bagaimana soal teman kamu? Sudah selesai?” tanya papa Wira membuka suara saat di tengah tengah makan malam mereka.


“Belum, Baby bahkan kehilangan jejak dia,” jawab nya sambil menghela napas nya berat.


“Kehilangan jejak? Kamu cari buronan?” tanya Grace penasaran dengan apa yang sedang di bicarakan anak dan ayah tersebut.


“Heem, buronan.” Jawab Baby menganggukkan kepala nya, “Buronan malaikat,” imbuh nya santai namun justru malah membuat Grace langsung tersedak.


Uhukkk huukkk uhukkk!


Dengan sigap dan cekatan, Wira segera menuangkan air minum dan memberikan nya pada Grace. Tak lupa, laki laki itu jga mengusap punggung Grace agar tidak tersedak lagi.


Inilah yang di sukai oleh Grace. Walaupun Wira terlihat dingin, datar dan cuek. Tapi laki laki itu selalu peka dan cekatan.


Wira lebih menyukai aksi daripada kata kata yang berakhir omong kosong. Berbeda dengan mantan kekasih Grace yang tak lain adalah Raka. Selalu mengumbar janji tapi tidak pernah beraksi.


“Hufffttt berasa jadi obat nyamuk,” celetuk Baby pelan membuat keduanya tersadar dan papa Wira segera kembali mendudukkan dirinya di kursi nya.


“jadi bagaimana? Kamu mau kuliah dimana?” tanya papa Wira mengalihkan pembicaraan.


“Gak mau kuliah, Baby mau nikah aja!” jawab nya yang lagi lagi membuat Grace kembali tersedak.


“Dih,, Tante hobi banget sih kesedak,” cibir Baby menghela napas nya dengan berat saat lagi lagi harus melihat kedekatan ayah nya dengan Grace.


...~To be continue ......