Baby's Life Story

Baby's Life Story
Bertemu lagi



...~Happy Reading~...


Setelah perdebatan yang cukup panjang dan lebar. Akhirnya kini mau tak mau Raka menemani Ryan untuk kembali mendatangi rumah yang sudah beberapa kali membuat hidup nya tertimpa kesialan.


Namun, kini sejak hampir dua jam lamanya Raka dan Ryan masih berada di dalam mobil.


Entah apa yang membuat keduanya masih bertahan di sana dan tidak bergegas masuk. Namun, saat keduanya tengah berdebat, tiba tiba mata Ryan memicing kala melihat seorang gadis yang memanjat pagar rumah tersebut.


Bruk!


"Anjirr pantattt gue sakit!" pekik gadis itu mengeluh saat posisi jatuh nya tidak sesuai prediksi.


Ryan pun segera turun dan menghampiri gadis tersebut. Tentu saja tanpa Raka, karena laki laki itu memilih diam di dalam mobil sambil mendengarkan alunan lagu sholawat untuk mengurangi rasa takut nya.


"Siapa kamu?" tanya Ryan to the point saat sudah berada tepat di hadapan gadis tersebut.


"Lo lagi lo lagi, astaga. Ngapain sih lo kesini mulu!" cetus gadis itu yang tak lain adalah Baby.


"Gue udah bilang berkali kali dan peringatan elo. Kenapa gak kapok sih, sialan." imbuh nya menggeram.


"Ini bukan rumah kamu!" ucap Ryan dengan raut wajahnya yang datar.


"Dan ini juga bukan rumah elo!" balas Baby tak kalah datar.


"Setidaknya aku calon pemilik nya."


"Hah! Mimpi!" Baby langsung mencibir saat Ryan mengatakan hal seperti itu, "Rumah ini gak di jual dan gak bakal di jual!"


"Sebenarnya siapa kamu?" tanya Ryan penasaran.


"Siapa gue, itu gak penting. Yang jelas, mendingan lo pergi dari sini sebelum gue panggil temen temen gue!"


Mendengar kata teman teman, seketika itu juga Ryan sedikit mematung. Ia masih ingat dalam pertemuan terakhir mereka.


Ryan kembali di buat pingsan, lantaran di ganggu oleh teman Baby yang tak kasat mata.


Sementara itu, Baby yang melihat Ryan hanya diam tiba tiba langsung mengerutkan dahi.


Ia memicingkan sebelah matanya untuk menatap ke arah Ryan dengan begitu intens.


"Lo mau pergi gak?" Baby kembali menatap Ryan, namun kali ini dengan tatapan yang sedikit berbeda.


Ya, setelah ia pikir pikir. Keberadaan laki laki saat ini sangat ia perlukan. Di karenakan teman laki laki nya ghoib semua dan tidak bisa membantu nya.


Mungkin, tidak akan ada salah nya jika Baby memanfaatkan yang masih hidup. Di tambah, laki laki itu juga tidak akan menyerah ketika dia usir.


"Aku akan tetap disini! Yang seharusnya pergi, itu kamu. Karena kamu, aku selalu gagal untuk membeli rumah ini!" jawab Ryan terdengar sedikit berdecak kesal.


"Lah, gue yang di salahin. Salahin noh yang punya rumah!" cetus Baby kembali berdecak.


"Udahlah, jangan debat. Kalau emang lo gak mau pergi, lo harus ikut gue!" Tanpa menunggu waktu lama lagi, tiba tiba Baby langsung menarik tangan Ryan dan mengajak nya untuk masuk ke dalam rumah.


Sementara itu, Ryan yang melihat saudara ipar nya masuk ke rumah bersama seseorang yang mengenakan jubah serba hitam hanya bisa diam dan terus berdoa dalam hati.


Tak lupa, ia juga berusaha menghubungi nomor Ryan, namun sial karena ponsel milik Ryan tertinggal di dalam mobil.


"Kalau kaya gini, aku mesti apa? Gimana? Astaga, punya ipar dua biji aja sama sama ngeselin. Ini gimana nanti kalau dia di gondol setan beneran. Astaga, Mommy anak mu!" jerit Raka di dalam mobil begitu frustasi.


...~Yo be continue.....