
...~Happy Reading~...
“Kakak ... “ panggil seorang anak kecil berambut panjang dengan kuncir ekor kuda, seketika menyadarkan Baby dari lamunan nya.
“Iya?”
“Bisakah Bunda melihat kami?” Mendengar pertanyaan dari gadis kecil itu, seketika membuat kedua anak laki laki yang sejak tadi begitu asik bermain itu seketika langsung menoleh dan ikut mendekat ke arah Baby.
“Sepertinya tidak. Kalian sudah berbeda, kalian bisa melihat nya, tapi bunda kalian tidak!” kata Baby dengan berat hati menggelengkan kepala nya membuat ketiga anak itu langsung menundukkan kepala karena merasa bersedih.
“Apakah kalian sudah lama disini?” tanya Baby lagi yang langsung di balas anggukkan kepala.
“Kami hanya ingin tinggal bersama ayah dan bunda. Kami juga ingin melihat adik bayi lahir,”
“Dan kami berharap, sebelum adik bayi lahir, kami bisa berbicara dengan Bunda. Kami rindu dengan nya.”
“Benar, sejak Bunda hamil, Bunda tidak pernah mendatangi kami, makanya kami datang. Dan dia malah gak mau di ajak pulang!” ucap salah seorang anak kecil laki laki sambil menunjuk adik perempuan nya.
“Kamu juga gak mau pulang, jangan hanya menuduhku!” seru gadis kecil itu seolah tak terima.
“Kenapa kalian berdua malah berdebat!” lerai sang kakak pertama, “Kak Baby bisakah membantu kami?”
“Apa yang bisa kakak bantu?” tanya Baby kini kembali menatap intens pada tiga anak kecil yang berwajah pucat di depan nya.
“Sebelum kami pulang, kami—“
“Pulang? Pulang kemana? Kalian punya rumah?” potong Baby dengan cepat.
“Punya lah. Kami bukan hantu miskin yang gak punya rumah,” jawab gadis kecil itu dengan cepat.
‘Aku baru tahu kalau hantu juga punya rumah?’ gumam Baby dalam hati nya.
“Bahkan kami juga memiliki mobil, kami juga sekolah dan hidup seperti disini,” imbuh nya seketika membuat Baby mengerutkan dahi nya, “Di sana, kehidupan kami hampir sama seperti disini. Tapi, di sana kami tidak bisa menghilang apalagi menembus dinding seperti disini. Kami juga tidak tahu, disini kami merasa sangat sakti karena bisa menembus dinding.” Imbuh nya terkekeh sendiri.
“Apa yang mau kalian lakuin kalau adik kalian sudah lahir?” tanya Baby penasaran.
Bukan menjawab, kompak ketiga nya langsung tersenyum menyengir penuh arti, yang justru malah membuat Baby merasa merinding sendiri. Walaupun wajah mereka tidak hancur, dan malah terlihat cantik dan tampan.
Namun, mereka tetap lah hantu berwajah pucat yang terlihat seram bila seperti itu.
“Nanti kakak juga tahu, kalau adik bayi kami lahir. Makanya, kakak jangan pergi dari sini, karena Cuma kakak yang bisa melihat kami. Jadi kami merasa di anggap dan memiliki teman. Aku bosan main sama mereka terus!” ucap gadis itu sambil melirik ke arah dua kakak kembar nya.
“Tapi aku juga tidak bisa berlama lama disini, besok aku juga sudah harus pulang. Aku harus pergi untuk menyelesaikan pekerjaan ku,” ujar Baby kembali menghela napas nya berat saat harus mengingat jasad Boby yang belum ia temukan.
“Yahhhhh!” Ketiga nya kompak memasang wajah sedih nya saat mendengar bahwa Baby harus pergi. “Kalau kakak pergi, kami sama siapa? Siapa yang akan mengambilkan mainan untuk kami? Bahkan siapa yang mau ngasih kami makan?”
Makan! Ya, memang sejak siang tadi, Baby memberikan beberapa makanan dan minuman untuk ketiga tuyul tersebut. Dan mainan, memang mereka tidak bisa bermain atau menyentuh benda benda itu jika tidak di berikan.
“Sebelum ada aku, kalian makan darimana?” tanya Baby.
“Gak makan,” jawab gadis kecil itu.
“Kalian kelaperan?”
“Enggak juga,” jawab nya dengan begitu polos dan santai.
“Kalau gak kelaperan, kenapa harus makan?” tanya Baby kembali menarik napas nya panjang
“Ya biar kelihatan kami juga butuh makanan. Formalitas,” Baby langsung memejamkan matanya sambil mengepalkan tangan sedikit erat.
Jika di pikir, anak perempuan dari Raka dan Ryana memiliki sifat dan watak persis seperti ayah nya. Yakni sangat menyebalkan. Begitu cerewet dan suka membuat orang naik darah.
...~To be continue.......