
...~Happy Reading~...
Ting tong .... Ting tong ...
“Iya sebentar!” teriak seorang wanita hamil yang segera berjalan menuju pintu utama saat mendengar suara bel di bunyikan.
Cklek!
Deg!
Tubuh wanita itu langsung mematung di tempat saat melihat suaminya pulang dengan membawa seorang perempuan. Ya, perempuan itu tak lain adalah Baby. Bahkan, kini posisi keduanya terlihat begitu dekat.
“Sayang,” Raka langsung menghampiri istri nya dan hendak memeluk nya, namun dengan cepat wanita itu memundurkan langkah nya sambil menatap datar pada sang suami dan Baby.
“Siapa dia? Dimana Ryan? Katanya kamu mau pergi sama Ryan, tapi kenapa malah bawa cewek lain? Raka sialan, kamu selingkuh hah! Dan lagi kamu bawa selingkuhan kamu ke rumah kita. Gak cukup dulu kamu—emmmtttt!”
Dengan cepat Raka langsung membungkam mulut istrinya dengan menggunakan tangan. Ia menuntun istrinya masuk ke dalam dan membawa nya ke sofa.
Sementara itu, Baby yang melihat sepertinya istri Raka marah besar dan cemburu padanya, hanya bisa menghela napas nya berat. Menurut nya, istri Raka sangat lah keterlaluan bin lebay.
Mengapa begitu mudah menuduh tanpa adanya bukti dan kejelasan. Lagipula, siapa yang tertarik menjadi selingkuhan Raka, si kelomang jawir. Bahkan melirik nya saja, Baby tidak mau.
Setelah cukup lama Baby menunggu di luar, kini tiba tiba istri Raka yang tak lain adalah Ryana itu kembali keluar seorang diri. Berbeda dengan sebelumnya yang terlihat datar dan marah.
Justru kini Ryana menampilkan full senyum semangat saat menghampiri Baby. Membuat gadis itu langsung mengerutkan dahi, dan berfikir sedikit aneh.
‘Apakah semua orang hamil itu sensitif begitu? Sedikit saraf dan gak jelas, ckckck!’ gumam Baby dalam hati nya.
“Halo Baby, kenalin nama ku Ryana. Aku istrinya Raka, dan adik dari pacar kamu. Aku gak sabar punya kakak ipar hihih,” ucap Ryana tak kuasa menahan tawa nya saat melihat ekspresi wajah Baby yang nampak begitu terkejut.
“Oh ya, kata Raka kamu lagi dapet. Ayo masuk dulu, pasti gak enak banget, mau ganti baju gak? Kayaknya ukuran kita sama, aku masih ada beberapa baju baru yang ku beli sebelum hamil dulu. Ayo masuk, gak usah sungkan, anggap rumah sendiri.”
Dengan perasaan sedikit bingung dan canggung, akhirnya Baby menganggukkan kepala dan mengikuti langkah kaki Ryana menuju suatu tempat.
Ryana mengajak Baby untuk ke kamar tamu. Tak lupa, ia juga mengambilkan beberapa pakaian ganti untuk Baby agar bisa mandi dan membersihkan diri.
Tak lama setelah Ryana keluar, Ryan datang dengan membawa beberapa kantong belanjaan menari keberadaan Baby.
“Ciee, yang mau melepas masa jomblo,” goda Ryana sambil menaik turunkan alis nya menatap ke arah Ryan.
“Dimana dia” tanya Ryan tanpa memperdulikan godaan syaiton di depan nya.
“Ryan ... “ Ryana semakin gencar menggoda saudara kembar nya, sambil bersandar pada dinding dan memeluk perut nya yang kini sudah mulai terlihat buncit.
“Astaga Na, dia bukan pacar ku!” kata Ryan langsung menghela napas nya kasar, rasanya sangat sulit menjelaskan kepada Ryana.
“Bukan pacar, tapi calon istri yak?”
“Terserah, sekarang dimana dia? Tolong berikan ini padanya, aku juga mau mandi!” ucap Ryan memberikan kantong belanjaan itu kepada Ryana lalu segera pergi menaiki tangga menuju kamar nya.
Ya, meskipun Ryan sudah tidak tinggal di rumah Raka lagi. Tapi kamar laki laki itu masih tertata rapi dan belum di bongkar oleh Raka. Untuk berjaga jaga jika suatu saat Ryan kembali menginap di rumah itu, seperti saat ini.
“Dih, ngambek. Hihihi, Sayang, kamu punya om kenapa pada ngambekkan sih,” gumam Ryana terkekeh sambil mengusap perut nya, “Om Asa sama om Ryan sama sama tukang ngambek.”
“Jangan samakan aku dengan dia Na!” teriak Ryan dari ambang tangga, ternyata ia masih mendengar ucapan Ryana.
...~To be continue ......