Baby's Life Story

Baby's Life Story
Bab 54



...~Happy Reading~...


“Aku menepati janji ku sama kamu Bob. Aku sudah menemukan tempat itu, aku sudah menemukan tubuh kamu. Dan setelah ini, aku akan pergi.” Susy mendekatkan tangan nya tepat di depan wajah Angga.


Meskipun laki laki itu tidak bisa melihat, tapi dirinya seolah merasakan kehadiran dari Susy.


“Aku berharap, setelah ini kamu bisa menemukan kebahagiaan yang kamu impikan. Meskipun aku tidak akan pernah bisa melihat kamu lagi, tapi aku akan tetap menunggu mu sampai waktu nya tiba nanti.”


Lagi lagi dan lagi, Baby melihat Susy yang kembali mengeluarkan air mata darah. Membuat dirinya sedikit merinding, terlebih ketika ia mendengar suara isak tangisan Susy yang membuat perasaan nya ikut merasa sesak.


Baby tahu, mengapa air mata Susy bisa berwarna merah. Karena wanita itu sedang terluka dan sangat kecewa dengan Takdir nya. Susy begitu sedih karena berpisah dengan Bobby. Padahal, wanita itu rela menunda kepergian nya demi Bobby, akan tetapi alki laki itu justru memilih jalan lain.


“Kamu melihat sesuatu?” tanya Angga menatap Baby yang sejak tadi menatap nya dengan mata berkaca kaca.


Baby langsung menganggukkan kepala, “Susy berada tepat di depan kamu.”


Deg!


Seketika itu juga, Raka langsung melepaskan rangkulan nya di lengan Angga dan segera berlari berpindah ke samping Ryan.


Sementara itu, Angga yang mencoba paham karena sedikit merasakan keanehan di dekat nya, hanya bisa menganggukkan kepala nya, “Apa yang dia katakan? Apa yang dia inginkan?” tanya Angga.


“Dia ingin kamu bahagia,” jawab Baby tanpa sadar kini ikut meneteskan air mata nya sat melihat Susy yang ingin menyentuh Angga namun tak bisa.


“Bob, welcome di kehidupan baru kamu. Meskipun kamu sudah tidak mengenali ku, tapi aku berharap, ke depan nya kamu bisa menjalani hidup kamu dengan lebih baik lagi,” ujar Baby seraya menahan isak tangis nya.


“Aku adalah figuran terbaik di hidup kamu Bob. Aku yang selalu rela melakukan apapun demi kamu, dan selalu berharap untuk bisa bersama kamu. Tapi ternyata kenyataan kembali menyadarkan ku bahwa aku hanyalah seorang figuran di hidup kamu.”


Tes!


Akhirnya air mata Angga lolos saat itu juga, entah apa yang salah pada dirinya. Bahkan ia tidak mengerti dengan apa yang terjadi saat ini. tapi mengapa ia bisa menangis? Pikir nya semakin bingung.


“Aku tidak bisa melihat kamu, dan aku tidak bisa menyentuh kamu. Tapi aku berharap, kamu pun juga bahagia. Walau aku sendiri tidak tahu siapa kamu,” ujar Angga dengan suara bergetar membuat isak tangis Susy semakin terdengar melengking memilukan.


“Kenapa aku menangis? Kenapa disini rasanya begitu sesak? Ada apa sebenarnya?” gumam Angga yang terus memukul mukul dada nya yang kian terasa sangat sesak dengan di sertai air mata yang terus mengucur deras membasahi pipi nya.


Sementara itu, Ryan dan Raka hanya menjadi penonton drama di depan nya. Keduanya masih sangat awam dan tidak mengerti dengan permasalahan yang sedang di hadapi oleh Baby dan juga Angga.


Tidak ingin ikut campur atau mengambil resiko besar, jadilah Raka memilih jalur aman, yakni DIAM.


“Baby, lebih baik kamu panggil polisi. Kamu tidak akan bisa membuka tempat tiu sendiri,” ujar Susy kini menundukkan kepala nya.


“Polisi?” tanya Baby langsung mengerutkan dahi nya.


“Bobby ada di sana, di dalam lemari bawah wastafel dapur. Tubuh nya di kubur di tempat saluran pembuangan yang tidak terpakai.” Jawab Susy sambil menunjuk ke arah dapur.


Pantas saja, Baby selama ini tidak bisa menemukan jasad Bobby. Ternyata dia di kubur di dalam tanah yang berada di dalam lemari dapur. Wajar jika Baby tidak bisa melihat dan menemukan nya, karena Baby berfikir ya itu memang lemari biasa.


...~To be continue .......