
...~Happy Reading~...
Brakk!
“Anjinggg!” umpat Raka begitu melengking saat dengan tiba tiba Ryan datang dan masuk begitu saja ke dalam mobil nya.
“Jalan sekarang!” ucap Ryan tanpa memperdulikan tatapan aneh dari wajah Raka.
“Gue bukan supir lo, anjir. Dan ini siapa lagi, lo masuk sendirian, sekarang balik baik udah bawa cewek. Lo yakin dia manusia?” tanya Raka terus mengamati gadis yang baru saja di bawa oleh saudara ipar nya ke dalam mobil.
Hihiiihihihihi ...
“Setan!” pekik Raka lagi saat tiba tiba mendengar suara cekikikan yang entah darimana asal nya.
“Buruan jalan Ka!” seru Ryan membuat Raka dengan cepat segera menjalankan mobil nya meninggalkan kawasan rumah Bobby.
“Apaan itu tadi woy!”
“Aku tidak tahu!” jawab Ryan menghela napas nya berat.
“Anjir bener gak sih itu yang di sebut ketawa nya kunti?” tanya Raka lagi sambil menyetir ketakutan.
“Mungkin!” jawab Ryan yang sebenarnya juga tengah merasa takut sama seperti Raka.
Dengan perasaan campur aduk, yang lebih ke rasa takut. Raka mengendarai mobil nya dengan kecepatan penuh. Ia bahkan sudah tidak perduli dengan kendaraan kendaraan di depan nya yang mengganggu nya.
Sebagai mantan pembalap, Raka cukup ahli dan mahir dalam salip menyalip, sampai akhirnya ia menemukan tempat yang lumayan ramai, dan barulah ia menghentikan mobil di pinggir jalan.
“Jadi jelasin sama gue, dia siapa? Dan yang tadi itu apa? Sumpah gue merinding, noh lihat buluu gue pada berdiri!” Raka menoleh ke belakang sambil membuka sebagian lengan jaket nya, menunjukkan kepada Ryan bagaimana takut nya dia.
“Gue cewek dia,” jawab gadis di sebelah Ryan, seketika membuat mata Ryan membulat dan langsung menatap tajam pada gadis di sebelah nya yang tak lain adalah Baby.
“Lo siapa?” tanya Baby balik bertanya kepada Raka.
“Untuk saat ini gue masih manusia,” jawab Baby lagi dengan raut wajah yang masih datar tanpa ekspresi.
“Anjirr, lo balik aja berdua. Gue naik taksi, makin merinding gue disini! Cewek lo gak jelas! Mana lo nemu nya di tempat angker lagi!” celetuk raka bergidik ngeri terus mengamati Baby.
Menghela napas berat, Ryan langsung mengusap wajah nya dengan cukup kasar, “Namanya Baby, dia—“
“Gue partner lo, pacar lebih tepat nya,” potong Baby dengan cepat sambil menatap ke arah Ryan.
“Jangan ngaco!” saut Ryan langsung menyentil kening Baby dengan sedikit kesal.
“Auwhh! Sakitt anjirr!” umpat Baby seketika membuat Raka baru percaya bahwa gadis yang di bawa oleh Ryan adalah manusia normal.
"Alhamdulillah," gumam Raka pelan sambil mengelus dada.
Karena setahu raka, setan tidak akan bisa mengumpat apalagi memakai bahasa gaul yakni lo-gue. Bukankah begitu? Pikir Raka dalam hati nya.
“Sekarang jelasin ke aku, yang tadi gangguin kita, siapa? Temen kamu juga? Atau siapa?” tanya Ryan menatap lekat pada wajah Baby.
“Gue gak tahu, gue pikir itu Bobby. Tapi kalau Bobby, dia gak akan mungkin tega nyakitin gue, nih lihat!” Baby mendekatkan wajah nya ke arah Ryan, hingga membuat jarak keduanya terlihat begitu dekat.
Deg!
Ryan menelan saliva nya sedikit sulit, sejak perpisahan nya dengan Kara beberapa tahun lalu, ini adalah kali pertama dirinya begitu dekat dengan perempuan.
“Ini sakit,” keluh Baby menyentuh kening nya sambil memanyunkan bibir, tanpa sadar membuat jantung Ryan kembali berdetak dengan begitu kencang.
“Kenapa?” tanya Baby mengerjapkan matanya berulang saat menyadari ada sesuatu yang aneh di wajah Ryan.
...~To be continue ......