Baby's Life Story

Baby's Life Story
Makan malam bersama



...~Happy Reading~...


Makan malam tiba, semua nya sudah berkumpul di meja makan. Bukan hanya Ryan, Raka Ryana dan Baby saja. Namun malam ini mereka juga kedatangan tamu baru di meja makan, yakni ketiga tuyul Raka dan Ryana yang sengaja di ajak oleh Baby.


Gadis itu sengaja mengajak ketiganya untuk turun dan ikut bergabung makan malam. Tidak ada maksud apapun, itu Baby lakukan agar mereka bisa merasakan makan bersama kedua orang tuanya.


Jangan kalian pikir, hantu bisa melakukan apapun yang mereka mau dan suka. Tidak dengan ketiga tuyul Raka, mereka akan melakukan hal jika di ajak atau di suruh. Seperti bermain, atau makan.


Jika tidak di beri atau di tawari mereka tidak akan menyentuh nya, walaupun jika mereka sentuh pun, makanan atau benda itu tidak akan tergores atau tergerak sedikit pun.


‘Tuyul yang sopan.’ Gumam Baby dalam hatinya terkekeh ketika melihat ketiga anak Raka dan Ryana begitu anteng duduk berdampingan di sebelah nya.


“Baby kamu kenapa?” tanya Ryana mengerutkan dahi nya, “Seharian kamu di lantai dua, kamu gak nemu yang aneh aneh kan?”


“Aneh gimana?” kata Baby justru balik bertanya bahkan kini gadis itu melirik ke arah tiga anak di sebelah nya.


‘Bunda kami tidak aneh!’ seru anak kecil perempuan yang duduk tepat di sebelah Baby seketika membuat Baby menahan tawa nya.


“Ehemmmm!” Raka berdehem untuk mengurangi rasa takut nya.


Benar, dia takut. Jika Baby sudah bertingkah seperti itu, sudah di pastikan bahwa akan ada yang tidak beres, makanya Raka berusaha sebisa mungkin untuk tidak takut walau sebenarnya jantung nya sudah berdetak tak karuan.


“Jadi, kamu jadi pergi besok? Ku lihat kening mu sudah sembuh!” ucap Raka dengan raut wajah datar nya.


‘Dih ayah jahat! Kalau kak Baby pulang, kami sama siapa?’ tanya anak kecil itu namun tidak di dengar kecuali oleh Baby.


“Kak!” seru ketiga nya bersamaan, yang hanya di balas anggukan kepala oleh Baby.


“Tapi .... “ Mendengar kata tapi membuat Raka sontak langsung menoleh kembali pada Baby, “Boleh kan sesekali aku main kemari lagi? Terlebih saat nanti Ryana melahirkan? Aku ingin melihat adik kalian, eh anak maksud ku.” Imbuh Baby masih mempertahankan senyuman nya.


“Tentu saja boleh. Kamu boleh kemari kapan pun kamu mau, pintu rumah kami selalu terbuka By,” jawab Ryana membalas senyuman Baby, “Sebenarnya kalau kamu mau tinggal lebih lama, aku sama sekali tidak keberatan. Justru aku senang kalau—“


“Maaf Ryana, tapi aku tidak bisa,” potong Baby dengan cepat, “Aku hanya orang lain. Dan kalian tidak mengenal ku, apa kalian tidak takut jika keberadaan ku akan merugikan kalian?”


“Tentu saja takut!” jawab Raka tanpa sadar.


‘Ayahh!” seru ketiga anak nya langsung menatap tajam pada ayah nya, namun sayang sang ayah tidak bisa melihat apalagi mendengar suara mereka.


Baby terkekeh melihat ketiga anak Ryana yang ternyata begitu lucu jika di pertemukan seperti ini dengan orang tua nya. Baby jadi berfikir dan membayangkan andai mereka semua hidup dan berada di satu tempat yang sama seperti sekarang.


Pasti rumah tangga Raka dan Ryana akan terlihat begitu ramai dan harmonis. Terlebih sikap dan sifat anak perempuan mereka yang bisa saja menjadi saingan debat terberat untuk Raka sendiri.


‘Apa yang kalian inginkan sebelum aku pergi besok?’ tanya Baby begitu lirih sambil sedikit menoleh ke arah samping nya.


“Baby, sebenarnya siapa yang kamu bawa? Kenapa kamu dari tadi terus bersikap seolah di samping mu ada seseorang?” tanya Ryana seketika membuat Baby langsung mantap nya.


“Apakah aku mengenal nya?” imbuh Ryana dengan mata nya yang entah kenapa mendadak menjadi berkaca kaca.


...~To be continue .......