Baby's Life Story

Baby's Life Story
Bab 40



...~Happy Reading~...


Bandar Udara Internasional Gusti Ngurah Rai, Bali.


Setelah menempuh perjalanan beberapa jam, kini akhirnya keduanya sudah tiba di Bali. Tak lupa, Baby mengucapkan terimakasih kepada Ryan, sebelum akhirnya mereka berpisah di lobi Bandara karena memang tujuan keduanya berbeda.


Ryan yang harus menemui klien ayah nya, sedangkan Baby yang harus pulang ke rumah nya. Sepanjang perjalanan menuju rumah, bayangan dan ingatan Baby selalu tertuju pada sosok laki laki yang sudah menemani nya sepanjang waktu dalam beberapa hari ini.


Ryan Bimantara, nama yang mungkin tidak akan bisa Baby lupakan. Walau pertemuan nya begitu singkat, namun Baby akui bahwa laki laki itu memang sudah berhasil mencuri hati nya.


Apa yang di katakan oleh tante Nasya tentang Ryan, memang benar adanya. Laki laki itu begitu perhatian, lembut, penyabar dan juga penyayang. Walau pertemuan mereka masih terbilang singkat, namun Baby sudah bisa merasakan kedekatan dengan Ryan.


‘Welcome home ... ‘ gumam Baby saat taksi yang ia tumpangi kini sudah tiba di pekarangan rumah nya.


Entah sudah berapa lama, Baby meninggalkan rumah, meninggalkan kota Bali. Kini pada akhirnya ia kembali ke rumah dengan perasaan menyesal, dan juga sedih. Ia gagal menjalankan misi nya, dan ia juga kehilangan sahabat nya.


“Akhirnya kamu pulang juga,”


Baby langsung menoleh saat mendengar suara wanita yang tidak asing di telinga nya. Dan betapa terkejut nya ia saat ternyata memang benar suara itu adalah dari suara orang yang ia kenal.


“Tante Grace kok disini? Papa mana?” tanya Baby langsung menatap tajam pada wanita yang mengaku sebagai kekasih ayah nya tersebut.


“Papa kamu masih ada meeting, makanya aku ada disini karena kamu mau pulang. Bibi lagi mudik ke Lampung, si embak juga gak ada. Hanya ada tukang kebun sama sekuriti, dan Papa kamu khawatir karena semuanya laki laki. So, aku disini sekarang,” jelas nya panjang lebar dengan tersenyum.


“Pengen nya sih gitu, mumpung gak ada yang ganggu. Tapi sayang nya enggak!” jawab Grace yang membuat Baby langsung menghela napas nya lega.


“Sudahlah, kamu mandi dulu gih. Aku siapin makan malam, mungkin sebentar lagi Papa kamu juga akan pulang,” kata nya lalu segera beranjak pergi menuju dapur untuk menyiapkan makan malam.


Sebenarnya, Baby sedikit ragu dengan wanita bernama Grace itu. Awal nya, Baby berfikir dan mengira bahwa Grace mendekati ayah nya hanaya karena harta semata. Wanita matre yang gila harta dan akan menjadi ibu tiri kejam untuk Baby.


Akan tetapi, setelah Baby lihat lihat, dari wajah wanita itu sama sekali tidak terlihat bahwa dia seorang wanita materialistis. Justru, Grace lebih terlihat seperti wanita bodoh yang terlalu mencintai laki laki.


Apalagi laki laki itu dua anak satu seperti ayah nya. Entah apa yang di lihat oleh Grace dari papa Wira, namun Baby benar benar menyayangkan masa muda Grace.


Sekali lagi, jika di lihat oleh Baby, usia mereka tidak lah terpaut begitu jauh. Mungkin hanya beberapa tahun saja, sedangkan usia Grace dengan papa Wira, ah sudah jangan di tanya.


Anak papa Wira saja sudah hampir dua puluh tahun, jadi sudah pasti usia laki laki itu sudah tua.


Baru saja, Baby menaiki tangga untuk menuju kamar. Tiba tiba langkah nya terhenti saat mendengar suara teriakan dari arah dapur nya.


“Aaarrrkkhhh!”


Brukkkk!


...~To be continue .......