Baby's Life Story

Baby's Life Story
Iri



...~Happy Reading~...


Usaha Baby untuk keluar dari rumah Raka, nyatanya tidak semudah yang ia bayangkan. Bukan hanya Ryan yang melarang dirinya pergi pagi itu, melainkan Ryana juga ikut menahan agar Baby tidak pergi lebih dulu.


Jangan tanyakan bagaimana raka, tentu saja laki alki itu sudah sangat ingin mengusir Baby dari rumah nya. Hanya saja, ia tidka bisa membantah jika sang ibu negara sudah berbicara, yakni Ryana.


Maka dari itu, siang ini Baby merasa begitu bosan dan jenuh karena sejak tadi harus mendengarkan ocehan demi ocehan dari Ryana.


Bukan ocehan yang jelas menurut Baby. Ryana sejak tadi tak henti menceritakan tentang sosok Ryan yanga mana di ketahui Ryana adalah kekasih Baby.


“Jadi dia belum pernah pacaran?” tanya Baby mengerutkan dahi nya.


“Kamu pacar keduanya, dia itu type orang yang diam diam menghanyutkan. Makanya kamu harus hati hati sama dia,” jawab Ryana sambil memakan buah kesukaan nya.


Hati hati? Baby masih berusaha mencerna kata kata yang di ucapkan oleh Ryana. Yang di maksud hati hati itu, dalam kasus yang bagaimana? Dan juga, Ryan diam diam menghanyutkan, itu bagaimana? Batin Baby bertanya tanya.


“Kamu tahu, dulu dia bersikap seperti seorang jomblo abadi. Tapi ternyata dia sudah menjalin hubungan bertahun tahun sama cewek di sekolah nya. Setelah putus dan di tinggal kawin sama mantan nya, dia bilang mau fokus sama kerjaan, cih tapi nyatanya sekarang dia bawa cewek ke rumah ku.” Cibir Ryana sedikit mendengus.


“Ini yang ku maksud diam diam menghanyutkan. Dia mungkin kelihatan sosok baik lembut dan perhatian kan pasti sama kamu? Itu juga yang di bilang sama adik ipar ku dulu, tapi jangan salah. Di balik sifat kalem nya itu, dia sangat me sum. Makanya ku bilang kamu harus hati hati!” imbuh Ryana panjang lebar tanpa filter.


“Hah, m—mesumm?” Berulang kali, Baby mengerjapkan matanya tak percaya.


Masa sih,seorang Ryan memiliki sifat me sum. Rasanya seperti tidak mungkin, karena laki laki itu begitu dingin, lembut dan penyayang walau sebenarnya sedikit pemaksa.


“Oh ya, selama pacaran kamu sudah di apain aja sama dia?” tanya Ryana penasaran, kini wanita hamil itu tenga menatap lekat pada calon kakak ipar nya.


“Ryan!” pekik Ryana terkejut, “Sejak kapan kamu disitu?”


“Sejak kapan? Kamu pikir kakak mu ini apa hah!”


“Emmt kamu baru datang ya? Hehehe, gak denger kan, tadi aku bilang—aduhh! Ryaaannn!” pekik Ryana lagi saat dengan tiba tiba Ryan kembali melemparinya dengan makanan ringan.


“Baby, sepertinya kamu memang harus segera pergi aja dari sini. Gak baik buat kesehatan otak kamu berlama lama sama dia,” ucap Ryan mengabaikan jeritan saudara kembar nya.


“Ciee manggil nya Baby, iya Honey, gitu dong By!” saut Ryana lagi dengan keusilan nya menatap Baby dan Ryan bergantian.


“Hahaha ampun Ryan, ampun hahahha! Ryan awas anak gue woyy!” pekik Ryana sambil tertawa saat dengan tiba tiba Ryan memeluk nya dari belakang sambil menggelitik perut nya.


Sejak hamil, Ryana memang menjadi sangat sensitif. Hanya di usap pinggang nya saja, wanita itu sudah tergelak dan merasa sangat kegelian. Dan itu juga yang kini bisa di jadikan senjata oleh Ryan untuk mengerjai adik kembar nya.


Sementara itu, Baby yang melihat interaksi Ryan dan Ryana hanya mampu ikut tersenyum getir. Jujur saja, dirinya merasa iri dengan kedekatan antara Ryan dan Ryana.


Baby berfikir, andai saja dirinya memiliki saudara. Atau, jika seandainya dulu adik nya masih hidup. Tentu saja, hidup nya juga bisa lebih berwarna seperti Ryana. Tapi Takdir memang bukan untuk nya, kini adik dan mama nya sudah tenang dan bahagia di surga.


“Ryan stop! Cewek lo nangis!” ucap Ryana seketika membuat tangan Ryan berhenti dan langsung menatap ke arah Baby yang tengah melamun sambil menitikkan air mata.


...~To be continue ......