
...~Happy Reading~...
“Jika Om dan Tante tidak keberatan. Bolehkah jika saya langsung melamar Baby saat ini juga?”
Deg!
Pertanyaan yang di ucapkan oleh Ryan tanpa berbasa basi dan membuang waktu nya lagi. Membuat Baby dan juga papa Wira begitu terkejut. Tak hanya itu, Grace pun mendapatkan panggilan baru dari sahabat nya, seketika langsung mendengus dengan kesal.
“Anjirr, kita seumuran Ryan!” gumam Grace menggeram dan sangat ingin menghajar Ryan saat itu juga.
“Kamu ibu nya Baby sekarang. Jadi, Tante!” kata Ryan tersenyum tipis dan semakin menekankan kata Tante kepada Grace.
“Kalau Ryan manggil kamu Tante, berarti aku juga manggil kamu Tante ya Grace?” celetuk Ryana yang entah sejak kapan sudah berada di belakang saudara kembar nya.
“Karena Ryan dan Ryana begitu, berarti gue—“
“Gak usah pada ikutan woy!” seru Grace dan langsung melemparkan bunga nya kepada Audy hingga membuat kedua sahabat nya itu langsung tergelak.
Kedua wanita itu segera memeluk Grace dan memberikan ucapan selamat. Ketiga nya nampak begitu heboh, hingga membuat Baby dan Ryan terpaksa harus menepi dan ikut berbaris tepat di sebelah papa Wira untuk memberikan trio somplak itu ruang untuk reuni.
“Ryana udah hamil, sebentar lagi brojol. Gue udah nikah, dan sebentar lagi lo harus nyusul. Nih bunga nya gak perlu gue lempar, langsung gue serahin ke lo,” ucap Grace dengan memberikan bunga yang tadi sempat ia pukulkan kepada Audy.
“Tenang, calon gue udah ada kok,” Audy segera menoleh untuk mencari tunangan nya, namun tiba tiba matanya memicing saat melihat seorang gadis yang berada di sebelah Ryan.
“Kamu bukannya kemarin yang di Bandara?” tanya Audy langsung mengenali gadis kecil yang sudah menabrak tunangan nya.
“Ah iya, kamu yang meluk meluk tunangan ku!” pekik Audy seketika langsung menutup mulut nya dengan tangan.
“kamu meluk Angga? Di Bandara?” tanya Ryan yang langsung ikut menatap ke arah Baby dengan sedikit tajam karena merasa sedikit cemburu.
“R—Ryan aku bisa jelasin. Itu—“ Baby menggigit bibir nya karena panik.
Ia melihat raut wajah Ryan yang sudah berubah, meskipun laki laki itu tdiak mengatakan bahwa cemburu. Namun, Baby bisa merasakan aura berbeda dari laki laki itu. Aura yang mana hampir sama dengan saat dirinya merasakan cemburu karena kedekatan Ryan dan Grace.
“I—itu ... “ Baby langsung menunjuk ke arah sosok yang sangat ia kenal, yakni Bobby yang kini tengah berjalan ke arah pelaminan untuk menjemput tunangan nya yang tak lain adalah Audy.
“Ryan, kamu inget kan tujuan ku ke Jakarta itu untuk apa?” tanya Baby yang langsung membuat Ryan menganggukkan kepala, “Aku mau membantu Bobby untuk menemukan itu. Dan tiba tiba Bobby hilang, kamu tahu kan sampai waktu itu ada yang mau jahat sama aku?”
Lagi lagi Ryan menganggukkan kepala nya, “Dan waktu di Bandara aku ketemu Bobby.”
“Tapi dia Angga tunangan aku, bukan Bobby!” saut Audy sedikit berdecak saat melihat Baby yang begitu kekeuh mengatakan Angga adalah Bobby.
“Sumpah Ryan, dia itu Bobby. Aku kenal banget sama dia, “ kata Baby berusaha untuk terus meyakinkan Ryan dan beberapa orang yang ada di sana.
“Baby, sekarang jelasin ke aku. Logika nya aja nih ya. Kalau emang dia Bobby kenapa dia bisa ada di sini? Bahkan kami semua bisa melihat dia, bisa nyentuh dia juga. Sedangkan Bobby teman kamu itu sudah—“
Baby terdiam, ia tahu akan lanjutan kata apa yang akan di ucapkan oleh Ryan. Dan dirinya juga tidak bisa menemukan jawaban atas itu. Tapi, Baby benar benar yakin bahwa Angga dan Bobby adalah orang yang sama.
...~To be continue .......