Baby's Life Story

Baby's Life Story
Bab 45



...~Happy Reading~...


Baby langsung menghela napas nya dengan berat saat mobil yang ia tumpangi kini sudah tiba di halaman rumah nya. Rumah yang sudah entah sejak kapan tak ia kunjungi.


Rumah yang dulunya begitu banyak memberikan kenangan yang berubah menjadi air mata setelah kematian ibu kandung nya.


Saat Baby di jakarta kala itu, ia bahkan tidak berani menginjakkan kaki di rumah itu lagi. Bukan takut, akan tetapi, dirinya tidak kuat jika harus mengingat kenangan kenangan nya bersama ayah dan ibu nya.


Namun kini, dirinya harus menginjakkan kaki di sana lagi, karena pernikahan ayah nya akan di selenggarakan di rumah itu.


Entah apa dan bagaimana konsep yang di inginkan sang papa, Baby sendiri tidak mengerti, mengapa papa nya menikah di rumah yang sama dengan rumah istri pertama nya.


“Papa mau kemana?” tanya Baby saat hendak memasuki rumah namun sang ayah justru keluar dengan sangat tergesa.


“Kamu sudah datang?” Bukan menjawab pertanyaan Baby, papa Wira justru malah balik bertanya, “Kebetulan sekali.”


“Ada apa Pa? Papa mau kemana? Kok kayaknya buru buru?” tanya Baby lagi.


Papa Wira melihat jam di tangan nya, lalu kembali menatap ke arah Baby, “Papa harus pergi. Papa minta tolong sama Baby, bisa?”


“M—minta tolong apaan Pa?”


“Tolong temani kak Grace di butik. Dia mau melakukan fitting baju, kamu sudah hafal bukan dengan ukuran baju Papa? Papa buru buru, tolong ya Baby, cup!”


Setelah mengatakan itu, tanpa menunggu persetujuan Baby, papa Wira pun segera berlalu pergi dengan sedikit berlari. Entah kemana ia akan pergi, Baby hanya bisa menghela napas nya dengan berat sambil mengamati kepergian ayah nya.


Akhirnya, Baby pun mengurungkan niat nya untuk masuk ke dalam rumah. Gadis itu memberikan koper nya kepada penjaga rumah lalu segera pergi dengan menggunakan mobil milik Grace lagi.


Crazy boutique, Baby sempat mengerutkan dahi saat membaca papan nama di depan butik tersebut. Ia sempat heran mengapa nama butik itu harus Crazy? Apakah pemilik nya pernah mengalami gangguan jiwa? Batinnya menggelengkan kepala.


Deg!


Tubuh Baby langsung mematung saat membuka pintu di butik itu. Kaki nya terasa lemas dengan jantung yang berdetak dengan begitu cepat, terlebih saat ia melihat sosok laki laki yang sangat ia rindukan berada di sana.


Di sebuah sofa, sedang bermain ponsel, dan sesekali menoleh tersenyum ke arah wanita di sebelah nya. Wanita yang tak lain dan tak bukan adalah Grace, calon ibu tiri Baby.


‘Hahaha, masa sih gak bisa move on. Ini udah lama banget loh! Kamu harus membuka lembaran baru.”


Deg!


Jantung Baby semakin berdetak begitu kencang saat melihat Grace memegang tangan laki laki itu, hingga tanpa sadar membuat tangan Baby mengepal dengan begitu erat.


‘Apa cewek yang di bilang sama tante Nasya waktu itu adalah kak Grace? Cewek yang udah buat Ryan sulit move on?’ gumam Baby dalam hati, mengira bahwa Grace adalah mantan kekasih dari laki laki yang tak lain adalah Ryan.


Laki laki yang sudah ia cari cari beberapa waktu terakhir. Yang paling ia tunggu dan harapkan untuk menghubungi nya, tapi ternyata tidak ada menghubungi sama sekali.


Dan kini, Baby melihat sendiri kedekatan Ryan dengan Grace. Terlebih kata kata Grace yang menyuruh Ryan untuk move on, seolah menandakan bahwa keduanya pernah menjalin hubungan di masa lalu.


“Baby!” seru Grace yang menyadari kedatangan calon putri nya, seketika membuat lamunan Baby tersadar.


...~To be continue .......