Baby's Life Story

Baby's Life Story
Ingatan Boby



...~Happy Reading~...


Hari demi hari berlalu, tanpa terasa sudah hampir satu bulan Baby berada di Jakarta. Terutama di rumah kosong milik keluarga Boby. Jangan tanya bagaimana kehidupan nya selama ini. Karena sangat berat dan melelahkan.


Belum juga ia menemukan keberadaan jasad Boby, ia harus lebih dulu menyelesaikan masalah baru, yakni mengusir beberapa orang yang ingin membeli rumah tersebut.


Setiap hari, Baby harus bolak balik dari Hotel ke rumah Boby. Bahkan, ia sampai rela berpura pura menjadi hantu dadakan hanya untuk menakuti om Bobby dan orang orang yang datang ingin membeli rumah tersebut.


‘Bobby, om bawakan kamu ini. Pasti kamu akan suka, karena ini buatan Tante kamu sendiri.’


‘Makasih Om, ini sangat lezat.’


‘Tentu saja lezat. Makanlah,’


Bobby memakan makanan pemberian dari om nya dengan begitu lahap. Hingga tiba tiba ia mulai kehilangan kesadaran.


“Bobby! Bob! Woy! Setan diem aja sih, Bobbyyy!” Teriak Baby dengan begitu kencang tepat di depan wajah Bobby hingga membuat laki laki itu langsung tersadar dari lamunan nya.


“Setan kamu By, berisik banget sumpah!” cetus Bobby berdecak dan memilih untuk berpindah tempat duduk.


“Lah, setan teriak setan. Lo itu kenapa sih, dari tadi di ajak ngomong diem aja. Giliran di teriakin malah ngatain setan, emang setan sih lo. Au ah, pusing gue!”


“By!


“Bodo amat, jangan ganggu gue. Capek, gue mau tidur!” cetus Baby yang langsung merebahkan tubuh di atas tempat tidur.


Ia sungguh lelah, karena baru saja mengurus dua laki laki yang memiliki nyali bocil tapi sok menantang dirinya. Hingga pada akhirnya keduanya pingsan tak sadarkan diri.


Baby berusaha sendiri untuk menarik tubuh kedua laki laki itu dan meletakkan nya di luar rumah. Tak lupa ia juga kembali mengunci pintu rumah itu dari dalam dan membiarkan kedua laki laki itu tergeletak tak sadarkan diri di teras rumah.


Sedangkan Boby? Jangan tanyakan setan laknat satu itu. Karena dia sejak tadi hanya mampu mentertawakan kedua calon pembeli rumah itu tanpa berniat untuk membantu Baby menarik dua laki laki bertubuh besar tersebut.


“Iya iya maaf. Tadi itu aku lagi inget sesuatu,” kata Bobby namun tak di hiraukan oleh Baby.


Gadis itu segera mengubah posisi nya menjadi duduk dan kembali menatap ke arah Bobby.


“Oh ya, bagaimana? Cerita sekarang, buru!”


“Terakhir kali aku inget kalau aku lagi makan.”


“Terus?” Baby mengerutkan dahi nya.


“Paman ku yang memberikan nya. Dia bilang itu buatan istrinya, tapi habis makan itu aku udah gak inget apa apa lagi. Semua nya gelap, dan saat aku bangun, aku sudah menjadi arwah,” cerita Bobby dengan raut wajah sedih nya.


“Berarti yang bunuh lo antara Paman atau Istri paman lo?” Gumam Baby berjalan mondar mandir di depan Bobby, “Kita udah jelajahi rumah ini tapi gak ada tanda tanda dimana jasad kamu berada. Gimana kalau nanti malem kita cari di pekarangan? Mungkin aja lo di kubur di sana. Kok gue gak kepikiran ya dari kemarin.”


“Gak mungkin By, pekarangan sini sudah aku jelajahi semuanya. Dan aku tidak menemukan apapun di sana.”


Baby semakin bingung. Pasal nya, sudah satu bulan ini dirinya belum juga mendapatkan hasil apapun. Lelah, karena waktu nya juga tidak akan lama lagi. Sebentar lagi dirinya juga harus pulang ke Bali, namun ia belum menemukan tanda apapun.


Saat Baby mencoba memikirkan lagi, tiba tiba ia di buat terkejut dengan suara teriakan Bobby yang begitu melengking.


“Aaarrrkkkhhhhhh!”


“Bob, lo kenapa?” tanya Baby panik melihat Bobby yang begitu kesakitan. Ingin membantu, namun ia tidak bisa menyentuh laki laki tersebut.


“Bob, jangan bikin gue khawatir.”


“Aarrkkk sakitt By, sakittt!” Pekik Bobby lagi hingga akhirnya ia menghilang begitu saja.


“bobby! Bob, lo kemana, Boby!” seru Baby mencari, namun percuma karena Bobby sudah tak terlihat lagi.


Baby hanya bisa berdoa semoga Bobby baik baik saja. Dan segera kembali lagi menemui nya.


...~To be continue ......