
...~Happy Reading~...
“Sepertinya yang kita temui waktu itu, memang bukan hantu. Dia manusia, bahkan—“
“Bahkan apa?”
“Aku seperti habis bertemu dengan nya,”
“What!! Ngelindur kayaknya lo!”
“Aku serius Ka, makanya kita datangi tempat itu sekali lagi. Kita pastikan, dia manusia atau bukan. Dan jika memang kita bertemu dengan paman itu lagi, oke kita sudahi niat kita.”
“Hah, niat kita?” Laki laki itu tertawa sumbang, “Yang ada niat lo, Yan, bukan kita!” imbuh nya ketus, membuat laki laki di sebelah nya langsung menghela napas nya kasar.
“Kenapa kalian gak ada kapok nya sih, heran aku tuh. Waktu itu kalian udah pingsan di sana, gak cuma sekali loh, tapi dua kali,” ujar seorang wanita yang baru saja datang dengan membawa sebuah nampan yang berisi kopi untuk suami dan juga saudara kembar nya yang baru saja tiba.
“Sayang, aku itu yakin banget kalau dai memang hantu. Memang arwah penasaran, karena waktu itu aku jelas lihat dia melayang!” ucap seorang aki laki yang tak lain adalah suami dari si wanita.
“Dia manusia Ka, dia masih hidup. Bahkan dia sempat memohon pada ku untuk berhenti dan pergi, tapi—“
“Jangan bilang, kalau lo naksir sama itu setan setengah manusia? Astaga Ryan, segitu frustasi nya lo di tinggal nikah sama Kara sampai ke sambet dan naksir sama manusia jadi jadian?” tanya saudara ipar nya yang sedikit laknat bin menyebalkan tersebut.
“Ini gak ada sangkut paut nya sama Bintang!” saut laki laki bernama Ryan itu dengan menatap tajam pada saudara ipar nya.
“Tau ah, pokok nya gue gak mau!” ucap Raka dengan tegas menolak ajakan Ryan kembali untuk mendatangi rumah yang hendak ia beli namun menurut nya berhantu.
“Na—“ Ryan langsung menatap pada wanita hamil yang duduk di seberang nya, wanita yang tak lain dan tak bukan adalah Ryana saudara kembar nya yang menikah dengan Raka.
“Kenapa sih Yan, kayaknya kamu penasaran banget sama itu rumah?” tanya Ryana yang kini menatap ke arah Ryan.
“Sayang, pokok nya jangan mau terhasut. Saudara kembar kamu banyak bisikan sesat,” Raka sedikit berbisik di telinga istri nya, namun suara bisikan nya masih terdengar di telinga Ryan.
Ryan langsung menghela napas nya kembali dengan sedikit berat, “Aku gak tahu Na, tapi rumah itu seperti ada magnet sendiri buat narik semua orang untuk ke sana. Seperti ada misteri nya, tapi entah apa itu.”
“Ckckck semua orang. Lo doang Yan, gue enggak!” saut Raka menggelengkan kepala nya.
Jika di pikir, daripada ia kembali amsuk ke dalam rumah berhantu, bukan kah lebih baik dirinya berada di rumah. Ber manja manja pada istri nya. Hal itu jauh lebih bermanfaat daripada harus kembali uji nyali dan tidak menutup kemungkinan dirinya bisa kembali pingsan dan di bawa ke rumah sakit lagi.
“Na, bantuin aku,” pinta Ryan memohon kepada Ryana.
Untuk sesaat, wanita itu terdiam. Ia seperti sedang berfikir, menimang permintaan dari saudara kembar nya. Namun juga memikirkan sang suami yang jelas jelas menolak karena ketakutan.
Ryana juga tidak mau jika nanti kedua laki laki di depan nya ini kembali pingsan dan masuk rumah sakit. Tapi, jika ia menolak, ia juga tidak enak hati pada Ryan. Karena selama ini, laki laki itu sudah begitu banyak membantu nya.
...~To be continue ......