Baby's Life Story

Baby's Life Story
Bab 48



...~Happy Reading~...


Acara berlangsung dengan cukup lancar. Sejak tadi, Ryan sama sekali tidak memberikan kesempatan untuk Baby sendirian. Kemana pun gadis itu pergi, maka Ryan akan selalu senantiasa menemani nya.


Seperti saat ini, saat Baby hendak memberikan ucapan selamat kepada orang tuanya, Ryan dengan begitu sabar mengikuti Baby kemana pun pergi.


“Selamat Pa,” ucap Baby yang langsung menumpahkan tangisan nya di peukan sang papa.


Wira pun yang melihat putri nya memberikan ucapan selamat di sertai air mata, segera membalas pelukan sang putri dan mengusap kepala nya dengan begitu lembut.


“Semoga pernikahan Papa langgeng. Baby juga berdoa semoga pernikahan papa bahagia selama nya,” imbuh Baby yang semakin mengeratkan pelukan nya.


“Baby juga harus bahagia. Papa janji, meskipun Papa sudah menikah lagi, Papa tidak akan mengubah rasa sayang Papa untuk Baby,” Papa Wira melepaskan pelukan nya, menghapus air mata Baby yang terus mengucur deras membasahi pipi nya.


Baby menganggukkan kepala nya, lalu ia beralih untuk menghadap wanita yang kini sudah menjadi ibu sambung nya. Seperti yang di katakan oleh Ryan, Baby sangat berharap bahwa Grace bisa membahagiakan papa nya.


“Gak mau peluk juga?” tanya Grace tersenyum dengan mata berkaca kaca sambil merentangkan kedua tangan nya.


Seketika itu juga, air mata Baby kembali pecah, gadis itu langsung memeluk Grace dengan tak kalah erat. Hingga keduanya saling memeluk dan Grace langsung tersenyum lega saat melirik ke arah suami nya.


“Kamu tidak harus memanggil ku Mama. Kamu bebas memanggil ku apapun yang membuat kamu nyaman. Karena aku tahu, kamu sudah memiliki Mama dan aku tidak akan pernah bisa menggantikan posisi itu.” Ucap Grace saat sudah melepaskan pelukan Baby.


“Kita bisa membuka lembaran baru tanpa harus menutup buku lama. Kita jalani apa yang saat ini sudah menjadi jalan kita. Bukan berarti kita harus melupakan kisah sebelum nya.” Imbuh Grace yang langsung di balas anggukkan kepala oleh Baby.


“Ryan, jagain anak aku. Jangan sakiti dia, aku tau kalau kamu ada rasa kan sama Baby?” Grace langsung menatap ke arah laki laki yang sejak tadi berdiri di belakang Baby dengan tatapan penuh intimidasi.


“Tentu aja benar. Mas gak lihat dari tadi sebelum acara di mulai, dia udah mengekor di belakang Baby,” jawab Grace terkekeh.


“Tapi, dia orang baik kok. Aku kenal sama dia dari SMP. Jangan khawatir, dia pasti bisa menjaga Baby, iya kan Ryan Bimantara?”


“Tidak bisakah kamu memberikan ku pertanyaan itu nanti? kenapa harus sekarang?” kata Ryan yang langsung menatap tajam pada sosok pengantin di depan nya.


Menurut Ryan ini bukan waktu yang tepat. Karena mereka masih berada di pelaminan. Ryan hanya ingin menemani Baby agar tidak membuat gadis itu menangi lagi. Ryan hanya ingin mencoba menghibur Baby


Tapi siapa sangka, bahwa dirinya langsung di ulti oleh ibu sambung Baby, yang tak lain adalah sahabat adik nya sendiri.


“Ryan, kamu tahu cita cita Baby?” tanya Grace sedikit berbisik namun masih mampu di dengar oleh dua orang di dekat nya, yakni papa Wira dan Baby.


Ryan mengerutkan dahi nya, seolah bertanya apa.


“Baby tidak mau melanjutkan kuliah nya. Dia mau cepet di lamar sama kamu, dan di nafkahi sama kamu,” celetuk Grace tersenyum lebar, hingga membuat mata Baby langsung membola dengan begitu sempurna.


“Kak Graceee!” seru Baby yang begtu malu mendapatkan godaan seperti itu di depan umum.


Bukan hanya di depan para tamu undangan, namun juga di depan Ryan langsung. Laki laki yang memang sudah mencuri hati nya. Membuat Baby sungguh menyesal sudah merestui pernikahan ayah nya dengan wanita tersebut.


...~To be continue ......