
...~Happy Reading~...
Sesuai saran dari Susy, Baby pun segera memanggil polisi dan meminta agar membantu pembongkaran jasad Bobby. Dan seketika itu juga, rumah Bobby di penuhi oleh warga sekitar yang ingin tahu dan penasaran mengapa begitu banyak polisi datang.
Awal nya, warga mengira bahwa polisi itu datang untuk menggerebek Baby yang sedang berkencan dengan tiga lak laki. Tapi betapa terkejut nya mereka saat tahu bahwa ternyata di temukan mayat di dalam rumah itu.
Butuh waktu yang cukup panjang untuk polisi bisa membongkar dan mengambil jasad Bobby. Namun dengan bantuan beberapa warga dan petugas, kini akhirnya jasad Bobby sudah berhasil di keluarkan dari tempat sempit itu.
Sungguh memilukan, membuat air mata Baby sangat sulit untuk di hentikan. Belasan tahun Bobby berada di sana dengan masih memeluk sebuah bingkai foto keluarga nya.
“I—ini ... “ Angga benar benar langsung terdiam saat di berikan foto itu oleh Baby.
Benar, sangat wajar jika Baby langsung memeluk nya kala di Bandara. Karena memang wajah nya dan Bobby itu sangat mirip, bahkan hampir tidak ada beda nya.
Setelah menatap foto di tangan nya, kini Angga menatap lagi pada tubuh seorang pemuda yang hanya tinggal tulang utuh yang tergeletak di lantai dengan beralaskan kain putih.
Tangisan Baby semakin tidak bisa di hentikan, ia terus terisak di pelukan Ryan. Tidak menyangka bahwa kini akhirnya ia bisa menemukan jasad Bobby yang selama ini ia cari.
Mungkin, dulu Baby berfikir ia akan berat melepas kepergian Bobby ketika melihat jasad itu di temukan. Tapi kini, ia menangis bukan karena sudah menemukan jasad Bobby dan hendak melepaskan kepergian nya.
Karena meskipun jasad Bobby sudah ketemu, akan tetapi arwah nya masih berada di tubuh Angga. Jadi Baby masih tetap bisa bertemu dengan sosok itu walau sudah tidak mengenal nya.
“Seharusnya kita pergi bersama Bob, tapi sekarang aku lah yang akan pergi terlebih dulu. Terimakasih untuk semua waktu yang kamu berikan pada ku, dan selamat berjuang di kehidupan mu yang baru.”
“Selamat tinggal Bobby. Baby dan semuanya ... tugas ku sudah usai menemani Bobby,” imbuh Susy mencoba tersenyum walau harus di sertai air mata darah yang begitu mengerikan.
‘Semoga kamu tenang di sana Susy,’ gumam Baby pelan sambil terus menatap Susy yang mana bayangan itu semakin pudar hingga menghilang tanpa jejak.
...🕊🕊🕊...
Jarum jam sudah menunjuk angka tiga dini hari. Baby dan rombongan nya baru pergi meninggalkan rumah Bobby. Sepanjang perjalanan, hati Baby dan Angga masih terasa begitu sesak, keduanya masih diam dengan pikiran nya masing masing.
Meskipun Angga lupa dan tida mengingat Susy maupun Baby. Namun laki laki itu seperti memiliki ikatan batin yang membuat nya merasakan hal yang di rasakan oleh Baby maupun Susy.
“Bob, apakah kamu keberatan jika tubuh kamu di makamkan dekat makam Susy?” tanya Baby membuka suara namun enggan menoleh ke belakang.
“Kenapa bertanya pada ku? Aku masih ingin hidup, dan menikah dengan Audy. Gila kamu menyuruh ku mengubur tubuh ku!” jawab Angga langsung menggelengkan kepala nya membuat Baby langsung tersenyum getir.
Seperti yang di katakan oleh Susy, bahwa Bobby masih ingin hidup bahkan menikah dengan Audy. Beruntung karena kini Susy sudah tidak ada, jadi wanita itu tidak akan kembali terluka mendengar jawaban dari Bobby.
...~To be continue .......