Baby's Life Story

Baby's Life Story
Bermain



...~Happy Reading~...


“Dimana Baby?” tanya Ryan saat melhat adik kembar nya tengah duduk bersantai di sofa depan tv.


“Di atas, gak tahu lagi ngapain. Udah dari siang itu dia di atas, semedi mungkin ya?” jawab Ryana sedikit mendongakkan kepala nya ke atas menatap saudara kembar nya.


“Ckckck!” Ryan hanya berdecak menanggapi perkataan Ryana, lalu ia segera berjalan menuju lantai dua. Karena memang kamar nya juga berada di sana.


“Eeh Ryan tunggu dulu!” pekik Ryana seketika menghentikan langkah kaki Ryan, “Suami ku mana? Kok gak bareng? Dia mampir kemana?”


“Dia masih ada kerjaan di rumah nya. Tunggu aja, sebentar lagi juga pulang!” jawab nya lalu kembali melanjutkan langkah kaki nya.


Setiba nya di lantai dua. Ryan kembali menghentikan langkah saat mendapati Baby yang tengah duduk di lantai balkon dengan posisi kaki bersila. Ryan juga melihat bahwa gadis itu nampak tengah berbicara sendiri yang entah dengan siapa dirinya tidak tahu.


Dengan perlahan namun pasti, Ryan mendekati Baby yang tengah begitu asik mengobrol. Hingga tiba tiba Ryan mendengar Baby berdecak dan langsung menoleh marah pada nya.


“Ngapain ngedeket kesini sih ah!” cetus Baby berdecak.


“Kamu tau aku datang?” tanya Ryan mengerutkan dahi nya sedikit bingung.


“Ada apa?” kata Baby yang justru malah balik bertanya.


“Aku hanya penasaran, kamu bicara dengan siapa? Dan kenapa ada banyak mainan disini? “ Ryan mengambil salah satu boneka yang berada di depan Baby, “Ini boneka Ryana saat masih kecil.”


“Aku penasaran, umur kamu berapa sih? Sampai harus bermain seperti ini?” tanya Ryan lagi dan kini sambil menghela napas nya panjang.


Dan sampai sekarang, Ryana masih menyimpan nya. Dan untuk mainan mobil mobilan, itu adalah mobil koleksi milik Raka. Entah apa jadinya nanti jika laki laki itu tahu bahwa mainan koleksi nya yang biasanya tertata rapi dalam lemari kaca kini sudah berhamburan di lantai.


“Nanti aku akan bereskan,” kata Baby memanyunkan bibir nya.


“Bukan nanti By, tapi sekarang! Jangan sampai kamu dan Raka kembali beradu debat! Kasihan Ryana dia sedang hamil besar!”


Tanpa banyak bicara lagi, Ryan segera membantu Baby untuk membereskan mainan nya yang berserakan sejak tadi. Menata nya kembali dalam lemari satu per satu, dan hanya bisa berharap semoga Raka tidak hafal dengan tempat tempat semula.


Karena kalau sampai laki laki itu hafal dan merasa bahwa mainan nya berubah posisi, sudah pasti mereka akan kembali berdebat.


“Apa kamu sudah makan?” tanya Ryan setelah menyelesaikan menata mainan nya.


“Belum!” jawab Baby menggelengkan kepala nya, “Kamu mandi lah dulu. Baru nawarin aku makan. Sana pergi dulu!” usir Baby terus mendorong agar laki laki itu pergi masuk ke kamar nya.


“Kenapa kau malah mengusir ku?”


“Ya terus gimana? Masa aku harus narik tangan kamu ke kamar terus mandiin kamu gitu? Ckckckc jangan mimpi!” cetus Baby lalu ia segera pergi untuk kembali ke Balkon.


Sementara itu, Ryan yang mendengar perkataan dari Baby. Tanpa sadar menyungging nya bibir nya hingga membentuk sebuah lengkungan senyum sambil terus menatap gadis itu yang terlihat kembali bergumam sendiri di lantai balkon.


Tidak ingin ambil pusing, mengingat bahwa memang Baby bisa berinteraksi dengan mahkluk yang tidak terlihat. Ryan pun memutuskan untuk segera masuk ke kamar dan mandi.


...~To be continue .......