Baby's Life Story

Baby's Life Story
Bab 38



...~Happy Reading~...


“Ryan ... “


Suara seorang wanita paruh baya yang begitu lembut dan mendekat,s ketika membuat perebutan antara Ryan dan Baby terhenti. Laki laki itu segera menoleh dan tersenyum saat menatap wanita yang tak lain adalah ibu nya.


“Assalamualaikum, Mom. “ Sapa Ryan yang langsung mencium punggung tangan mom Nasya sambil memeluk nya.


Meskipun Ryan sudah berbalik dan memeluk mom Nasya, tapi jangan lupakan kaki nya yang masih menjadi penghalang pintu mobil agar Baby tidak bisa menutup nya. Sekuat tenaga Baby berusaha menutup pintu itu, tetap tidak akan bisa, karena Ryan dengan kuat nya juga menjadikan kaki nya penahan di sana.


“Walaikumsalam, bukankah Daddy bilang kamu mau ke Bali? Dan kamu sama—“


“Ah iya Mom, karena Ryan mau ke Bali. Ryan mau ambil baju dulu. Dan ini, Ryan bawain calon mantu buat Mommy,” kata Ryan dengan begitu santai sambil terus tersenyum melirik ke arah Baby.


‘Mampussss!’ pekik Baby menjerit dalam hati nya sambil memejamkan mata erat.


“Selamat siang Tante. Maaf, jangan dengerin kata anak Tante, dia agak sedikit—“ Baby menunjuk kening nya dengan jari telunjuk, seolah memperagakan kesehatan Ryan yang agak sedikit miring.


Sementara itu, Mom Nasya yang tahu bahwa putranya hanya ingin menjahili gadis tersebut, hanya bisa tersenyum dan memukul lengan Ryan dengan sedikit keras.


Mom Nasya tahu, jika Baby bukanlah kekasih Ryan. Karena laki laki itu sudah pernah bercerita tentang Baby kepada Mom Nasya. Tepat nya, malam kemarin saat dirinya membawa Baby ke rumah adik nya.


Ryan yang tidak pernah absen untuk bercerita kepada ibu sambung nya, membuat mom Nasya jadi tahu dengan segala hal yang menyangkut putra nya.


Mungkin, ini juga yang akan menjadi antisipasi bagi Ryan sejak kandas nya hubungan nya dengan Bintang kala itu. Makanya Ryan tidak ingin sakit hati sendirian lagi, ia membutuhkan tempat untuk mencurahkan isi hati nya, dan yang siap memberikan solusi pada nya nanti.


Dan pilihan nya jatuh kepada sang ibu, mom Nasya.


Wait, darimana ibu nya Ryan tahu nama nya? Pikir Baby terkejut.


“T—Tante tahu?” tanya Baby mengerutkan dahi nya dengan bingung.


“Iya, Ryan sudah banyak cerita sama kamu. Kita masuk dulu, sambil menunggu Ryan mengambil pakaian, ya?” Mom Nasya mengajak Baby untuk masuk ke dalam rumah sambil merangkul bahu nya.


Walau sedikit canggung dan segan, namun entah mengapa Baby bisa menemukan sebuah ketenangan saat bersama mom Nasya. Wanita yang begitu lembut dan terlihat sangat penyabar juga penyayang.


Andai, mama nya masih ada. Baby berfikir, mungkin mama nya mirip dengan mom Nasya. Bukan mirip dari segi wajah, melainkan sikap dan perhatian nya yang begitu lembut dan mudah welcome dengan orang baru.


“Rencana nya berapa hari kalian di Bali?” tanya mom Nasya lagi saat sudah mengajak Baby untuk duduk di ruang tamunya.


“Hah!” Lagi, lagi dan lagi Baby di buat terkejut dengan pertanyaan dari mom Nasya.


“Kok hah? Kalian mau pergi ke Bali bareng kan? Sekalian mau liburan? Gapapa kok, asal bisa jaga diri, tante percaya kalau anak Tante tidak akan menyakiti kamu,” ujar mom Nasya begitu lembut mengusap wajah Baby sambil tersenyum tulus.


Tak bisa di pungkiri, Baby memang merasa sangat nyaman berada di samping mom Nasya. Dan ia tidak menyangka, bahwa Ryan bisa memiliki ibu sebaik dan setulus juga selembut mom Nasya.


Akan tetapi, sedikit terbesit dalam benak Baby saat menatap lekat wajah mom Nasya Ryan dan Ryana. Mereka tidak memiliki kemiripan sama sekali. Akan tetapi, Baby menepis semua perasaan penasaran itu.


‘Mungkin mereka lebih mirip ke ayah nya. Seperti aku yang juga mirip sama papa,’ gumam Baby dalam hati nya.


...~To be continue ......