
...~Happy Reading~...
Hari berganti hari, sejak hari itu Grace sudah tidak pernah lagi datang ke rumah Baby. Karena Baby sudah pulang, jadilah gadis itu juga ikut pulang ke rumah nya.
Baby, gadis itu terus menunggu kabar dari laki laki yang sudah mencuri hatinya. Tapi, hingga kini setelah hampir satu minggu perpisahan nya kala itu, ia sama sekali belum mendapatkan kabar lagi.
Kemana? Kenapa? Dan dimana dia saat ini, masih menjadi pertanyaan dalam benak Baby.
Rindu? Dirinya ingin mengatakan tidak, tapi hatinya menjerit seolah ingin mengatakan iya.
“Kamu kenapa?” tanya papa Wira mendudukkan diri di sebelah Baby yang terlihat sedang termenung seorang diri di atas ayunan dekat kolam renang.
“Gapapa, Papa sendiri kenapa? Tumben hari ini gak ke kantor?” kata Baby yang justru malah balik bertanya.
Memang benar, hari ini bukan lah hari weekend, namun entah mengapa papa Wira tidak berangkat ke kantor. Laki laki itu justru berada di rumah sejak pagi dan baru keluar saat ini di siang hari.
Padahal, ini bukanlah sikap papa Wira sama sekali. Laki laki itu sangat rajin dan selalu tepat waktu. Bahkan, sekalipun hari weekend, biasanya ia akan bangun di pagi hari.
Namun, entah mengapa hari ini sangat berbeda. Papa Wira keluar kamar di siang hari, ada apakah gerangan? Batin Baby.
“Baby ... “ panggil papa Wira dengan sangat serius, membuat dahi Baby langsung mengkerut dan membalas tatapan sang papa.
“Papa mau ngomong apa?” kata Baby seolah menebak dengan apa yang akan di katakan oleh sang papa.
“Bagaimana kalau Papa menikah lagi?”
Deg!
Baby langsung melepaskan tangan sang papa dari genggaman nya. Sebenarnya, Baby sudah menyiapkan hati untuk mendapatkan pertanyaan seperti ini. Hanya saja, enath mengapa ia masih saja terkejut.
“Jika kamu tidak mau, tidak apa. Papa—“
“Apa Papa mencintai wanita itu?”
“Grace,” ralat papa Wira seolah kurang suka saat anak nya menyebut nama Grace dengan sebutan wanita itu.
Baby menganggukkan kepala nya, “Iya Grace. Usia nya tidak berbeda jauh dengan Baby.“
“Kamu keberatan?” tanya papa Wira sekali lagi membuat Baby kembali terdiam.
Sebenanrnya berat untuk na menerima orang baru. Wanita yang akan menggeser posisi ibu nya di dalam hati sang ayah. Kecewa, mungkin ada di benak Baby. Tapi, ia juga sadar bahwa papa nya amsih muda.
Perjalanan hidup nya masih panjang. Dan tidak mungkin jika papa nya tidak membutuhkan pendamping. Karena Baby sendiri tidak mungkin bisa menemani ayah nya selama nya.
Mungkin, Baby bisa menemani keseharian ayah nya, mengurus ayah nya di kala sakit nanti. Atau memberikan perhatian dan semacam nya. Tapi, Baby paham, bahwa Baby tidak akan bisa menggantikan peran seorang istri dalam hidup ayah nya.
Menarik napas nya panjang, Baby kembali menggenggam tangan ayah nya dengan begitu lembut, sambil tersenyum menatap wajah sang ayah.
“Baby tidak keberatan, asal itu bisa buat Papa bahagia.” Jawab nya dengan sangat yakin.
Mungkin, ini sudah menjadi takdir yang harus ia terima. Takdir yang mengharuskan nya memiliki ibu tiri, dan takdir bahwa ayah nya akan menikah dua kali.
Mungkin, dulu Baby tidak akan menerima kehadiran orang baru dalam hidup nya, terlebih orang yang akan menggeser posisi ibu kandung nya.
Tapi, sekarang Baby sadar, bahwa hidup akan terus berjalan. Dan ini sudah waktunya ia melupakan kesedihan nya di masa lampau, dan membuka lembaran baru untuk menemui hal yang lebih indah.
...~To be continue... ...