
...~Happy Reading~...
Setelah perdebatan yang cukup lama dan panjang, kini akhirnya Ryan memutuskan untuk mengajak Baby pulang ke rumah Raka.
Kenapa rumah raka, karena Ryan tidak mungkin membawa Baby ke rumah orang tua nya, apalagi apartemen nya.
Karena bisa gawat, jika nanti tiba tiba dirinya di sidang apalagi sampai di suruh menikah oleh orang tua nya.
Dan setelah menempuh perjalanan hampir satu jam lama nya, kini akhirnya mobil yang di tumpangi Raka dan Ryan sudah tiba di rumah Raka.
“Ryan, tunggu dulu!” Baby langsung menahan tangan Ryan saat laki laki itu hendak membuka pintu mobil dan turun.
“Kenapa?” tanya Ryan langsung menoleh dan mengerutkan dahi nya.
“Kayaknya gue keluar deh,” gumam Baby pelan sambil menggigit bibir bawah nya menatap Ryan dengan tatapan yang begitu sayu.
“Anjirr, lo keluar apaan? Emang nya selama perjalanan tadi kalian berdua ngapain woy!” seru Raka yang otak nya sudah mulai konslet dan tanpa sengaja mendengar perkataan dari Baby.
“Ryan, sumpah gue gak nyangka kalau lo bisa se mesum itu di mobil gue!” imbuh Raka sambil menggelengkan kepala nya.
Bug!
“Kelomang jawir, mending lo diem deh!” ucap Baby langsung menimpuk Raka dengan kotak tisu di depan nya.
“Gila lo, cowok ganteng kaya gue lo katain kelomang!” sungut Raka yang tak terima dengan pernyataan Baby.
“Hah, ganteng! Tampang lo kaya kelomang gitu, ganteng darimana.” Cetus Baby seraya menahan sesuatu di perut nya, “Lo tahu kelomang kan? Persis kaya lo, penakut.”
“Gue Cuma takut kalau ada setan anjirr,”
“Sama aja. Lo penakut, sama kaya kelomang kalau ketemu langsung takut dan masuk ke dalam cangkang nya. Mungkin aja kalau lo punya cangkang juga l bakal langsung masuk!”
Ini adalah pertemuan mereka, namun sudah di awali dengan perdebatan tiada akhir. Entah bagaiman ke depan nya nanti saat Baby menginap semalaman di rumah raka dan Ryana.
“Kamu mau apa?”
“Perut aku sakit, kamu punya pembalut gak?” tanya Baby menatap Ryan dengan wajah imut nya.
Begitulah Baby, jika dengan orang baik dan ia membutuhkan sesuatu, maka sikap nya akan baik juga.
Bahkan lebih imut dari biasanya. Sedangkan jika dengan Raka yang menyebalkan, maka Baby siap menjadi singa betina yang siap menerjang kapan saja.
Jika di pikir, setara dengan raka yang begitu menyebalkan.
“Ka, Ryana masih punya—“
“Gak ada!” saut Raka dengan cepat memotong pertanyaan Ryan, “Lo tahu istri gue lagi hamil. Mana mungkin dia beli gituan,” imbuh nya berdecak.
“Istri? Jadi lo punya istri?” tanya Baby langsung mengerjapkan mata nya tak percaya, “Ya Tuhan kasihan banget.”
“Heh, apa maksud lo kasihan hah!” seru Raka seolah tak terima, “Gue bahagia sama istri gue, dan gue beruntung udah nikahin dia.”
“Yang gue kasihani itu istri lo nya. Bukan elo!” kata Baby kembali berdecak sambil melirik sinis pada Raka, “Gue yakin banget, kalau dia adalah orang ter sial yang memiliki hati seluas samudera karena punya suami titisan rusuh tapi penakut kaya lo.”
“Anjirr, ni cewek dari tadi ngajak ribut mulu. Udah deh Yan, mending lo bawa aja dia pergi dari sini, darah tinggi gue lama lama. Dan gue doain semoga lo gak jadi sama ni cewek,” sungut Raka mengepalkan tangan nya erat berusaha menahan emosi nya agar tidak meledak.
“Eits, jangan marah marah. Katanya istrinya lagi hamil, nanti anak nya kaya gue gimana? Bisa bahaya di kira nanti istri lo selingkuh lagi sama gue,” kata Baby langsung memasang senyuman lebar nya.
“Bodo amat!” seru Raka lalu segera turun dari mobil dan hendak masuk lebih dulu, namun tiba tiba suara panggilan dari Ryan kembali menghentikan langkah nya.
...~To be continue ......