
...~Happy Reading~...
Sejak menghilang nya Bobby dari pandangan Baby. Kini gadis itu memutuskan untuk kembali lagi ke Hotel.
Entah kemana perginya Bobby selama beberapa hari ini. Dia benar benar menghilang bak di telan bumi.
"What! Secepat itu?" pekik Baby terkejut dan tanpa sadar sampai berdiri dari posisi duduk nya.
Ia mengabaikan pandangan orang sekitar yang langsung menatap ke arah nya dengan tatapan aneh.
'Jadi Papa minta, kamu segera pulang.' ucap Papa Wira dari seberang sana.
“Tapi Pa—“
“Sayang, kamu pulang sekarang juga atau Papa benar benar akan melakukan nya.” Ancam papa Wira untuk kesekian kali nya.
Saat ini, Baby tengah di landa dilema yang cukup akut. Bagaimana tidak, jika ayah nya terus mendesak agar dirinya pulang ke Bali, karena tidak maka ayah nya mengancam akan segera menikah.
Sementara itu, dirinya masih belum bisa menemukan keberadaan Bobby. Jasad nya saja belum ia temukan, dan kini ia juga kehilangan hantu nya.
“Papa, Baby akan pulang. Tapi beri Baby waktu. Satu minggu, iya satu minggu saja. Baby harus—“
“Tiga hari!” potong papa Wira dengan cepat.
“Pa!”
“Tiga hari atau kamu akan punya mama baru!” Setelah mengatakan itu, papa Wira langsung memutuskan sambungan telfon begitu saja, membuat Baby hanya bisa menghela naas nya dengan berat dan pasrah.
‘Astaga Bob, lo dimana sih ah! Pusing banget, ya Tuhan!” keluh Baby mengusap wajah nya dengan kasar.
“Punya mata gak sih, pelan pelan dong!” seru Baby langsung menepis kasar tangan laki laki yang sudah menabrak sekaligus menolong nya.
“Bukankah kamu yang menabrak ku? Saat berjalan, perhatikan langkah dan pandangan mu, jangan sembarangan fokus pada ponsel saat sedang berjalan!” balas laki laki tersebut dengan raut wajah datar nya.
Deg!
Baby mengenali suara itu. Ia langsung mendongakkan kepala nya dan benar saja, saat ia menatap wajah laki laki itu matanya sukses membola dengan sempurna. Ia tidak menyangka bisa bertemu dengan laki laki yang baru ia temui beberapa hari yang lalu tersebut.
“Oh ya, sorry!” ucap Baby ketus dan langsung memalingkan wajah nya ke samping untuk menghindar.
“Tunggu!” Laki laki itu menahan tangan Baby hingga membuat gadis itu langsung memejamkan matanya erat.
Gugup, panik dan khawatir bila saja laki laki itu mengenali nya.
“Dompet mu jatuh!” imbuh laki laki itu memberikan sebuah dompet dengan tangan kanan nya sambil tangan kiri yang masih memegang tangan Baby.
Baby langsung menghela napas nya lega saat ternyata laki laki itu tidak mengenali nya. Ia segera membuka pintu toilet dan menghembuskan nafas lega di dalam sana.
Sementara itu, laki laki yang masih berdiri di depan pintu toilet sedikit mengerutkan dahi, saat mengingat suara gadis yang baru saja ia tabrak sedikit familiar di telinga nya.
Ia seperti pernah mendengar suara itu, namun entah dimana ia tidak tahu dan lupa. Memilih abai, ia yang sedang terburu buru, karena akan membeli sesuatu yang sudah di pesan oleh saudara kembar nya.
Akhirnya ia segera pergi meninggalkan Kafe dan melupakan suara yang seperti nya ia kenali namun ia lupakan.
...~To be continue .......