Baby's Life Story

Baby's Life Story
Bab 52



...~Happy Reading~...


“Hah!”


Baby langsung membuka mata nya, nafas nya memburu dengan keringat yang bercucuran di dahi nya. Ryan, laki laki itu dengan sigap memberikan minum untuk nya agar bisa lebih tenang sedikit.


“Sayang, kamu gapapa?” tanya papa Wira yang juga langsung sigap menghampiri putri nya.


“Baby gapapa Pa,” jawab nya sedikit memejamkan mata sebentar lalu menarik napas dengan cukup panjang.


Setelah memastikan putri nya baik baik saja. Papa Wira segera pamit dan menitipkan Baby pada Ryan. Laki laki yang sudah di berikan jaminan oleh istrinya bahwa dia lelaki baik.


Tentu saja papa Wira percaya dan tidak takut, karena jika benar Ryan berani macam macam dengan putri nya, maka Grace sendiri yang akan menjadi jaminan.


“Ryan, sekarang aku tahu dimana Bobby.” Ucap Baby kini tersenyum begitu lega, “Dan Angga itu emang beneran dia. Sampai sekarang, jasad nya pun masih di sana. Kita harus segera membongkar nya Yan, iya bener kita harus bongkar. Biar Sussy juga bisa tenang.”


“Sussy, dia—“


“Siapa Sussy? Sebenarnya seberapa banyak teman hantu kamu, astaga?” tanya Ryan yang semakin pusing dengan pertemanan ghaib Baby.


“Tadi kamu pingsan gara gara Susy Susy itu, dan sekarang kamu sedih karena mengingat Sussy?”


Baby menundukkan kepala, bayangan demi bayangan seperti sekelebat memori yang ia temukan dalam mimpi nya. Membuat hatinya ikut merasa sesak dengan kisah percintaan Bobby dan Susy.


“Ryan, bisa tolong anterin aku ke rumah Bobby? Aku sudah tahu dimana jasad itu. Dan kita harus mengubur nya, meskipun Bobby sekarang sudah bahagia bersama kak Audy. Tapi, Sussy yang masih menunggu dan meminta ku untuk mengubur jasad Bobby.”


“Baby, sekarang acara pernikahan Papa kamu masih—“


“Aku mohon Ryan, Cuma kamu yang percaya sama aku. Cuma kamu yang bisa bantu aku,” pinta Baby menatap Ryan dengan penuh harap.


Tangan nya ia satukan letakkan tepat di dagu nya dengan mata nya menatap wajah Ryan lekat, membuat laki laki itu semakin gemas di buat nya. Entah setan mana yang bisa membuat sosok Baby berubah seperti itu.


“Kalian mau kemana?” tanya Raka yang tanpa sengaja melihat keduanya menuruni tangga.


“Nah, karena kamu juga tahu. Ayo ikut, bantuin aku,” ucap Ryan langsung menarik tangan adik ipar nya untuk menghampiri Ryana, “Na, kamu pulang sama Audy gapapa ya?”


“Kalian mau kemana? Kamu tega nyulik suami aku Yan?” kata Baby langsung menatap tajam pada saudara kembar nya.


“Iya Sayang, tolong aku. Jangan biarkan aku di culik sama dia, plis jangan!” Raka terus menggelengkan kepala nya menatap penuh permohonan kepada sang istri.


“Ke rumah Bobby!” jawab Ryan seketika membuat Angga yang tak jauh dari sana langsung menoleh dan menata ke arah Ryan.


“Rumah angker itu lagi?” tanya Ryana yang langsung di balas anggukkan kepala oleh Ryan.


“Sayang, plis aku mohon jangan boleh. Kamu lagi hamil, aku gak mau—“


“Ya udah kalau gitu, kalian hati hati ya. Aku juga masih betah sama Grace,” jawab Ryana yang sungguh di luar nalar hingga membuat wajah Raka langsung berubah menjadi datar.


“Sayang!”


“Gapapa Raka, kamu ini laki laki. Harus berani ah, jangan penakut, anggep aja ini sebagai ujian sebelum nanti kamu nemenin aku di ruang persalinan, itu lebih horor loh. Makanya gapapa, aku percaya Ryan bisa menjaga kamu dengan baik,” kata Ryana tersenyum senang sambil mengusap perut besar nya.


“Bener banget itu!” saut Baby yang sedang berusaha menahan tawa nya melihat ekspresi wajah Raka.


“Mau kemana sih emang?” tanya Audy yang tidak mengerti.


“Nah iya sekalian kalian bawa cowok Audy tuh. Biar dia juga jadi ikut uji nyali,” imbuh Ryana menunjuk ke arah Angga yang juga tidak mengerti apapun.


“Ide yang sangat cemerlang,” gumam Baby menatap Angga dengan tatapan yang sangat sulit di artikan.


...~To be continue .......